Juliana

Juliana
Bab 51



Jonathan sudah sampai di kediaman paman Aran. Dirinya sungguh gugup karena ini adalah kencan pertamanya dengan gadis yang benar benar dia sukai.


Tok tok tok


ceklek


Pintu terbuka dan yang keluar adalah sang bibi Asih


"Nak Jo" sapa bibi Asih


Jonathan yang awal pandangan nya ke arah lain menoleh ke arah pintu karena panggilan itu.


Saat Jonathan ingin menjawab dia terkejut melihat mata sembab dan hidung merah bibi Asih


"Bibi kenapa? Kok bibi nangis"


Bibi Asih menjawab lirih "Lia pergi nak Jo dan tak ada yang tau kemana dirinya"


"Apa?" kaget Jonathan.


"Saat ini Ana sedang mencari keberadaan Lia nak Jo"


"Ana mencari kemana bi?"


"Bibi pun tidak tau nak Jo"


"Baik lah, Jo juga akan bantu mencari Lia bi"


"Terimakasih banyak nak Jo"


"Iya bi, kalau begitu Jo pamit ya"


"Hati hati di jalan ya nak"


Setelah itu Jonathan pergi dari sana. Sembari menyetir dirinya menghubungi seseorang...


"Halo, tolong bantu cari gadis yang bernama Aprilia fotonya sudah ku kirim padamu"


"..."


"Ya kutunggu hari ini juga kabar baik darimu"


"..."


Setelah itu Jonathan mematikan panggilannya.


"Ah, kemana kau Ana? Mengapa telpon ku tak diangkat"


Sedangkan Juliana saat ini sibuk kesana kemari mencari keberadaan Aprilia.


Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB tapi sampai saat ini Juliana belum mendapatkan kabar sama sekali dimana keberadaan sepupunya itu.


Juliana meraih ponselnya, saat membukanya dia terkejut ada panggilan tak terjawab dari Jonathan sebanyak 54 panggilan dan 76 pesan.


"Ya ampun, aku benar benar lupa kalau hari ini ada janji dengan pria ini" ucap Juliana.


"Ah lebih baik aku menghubungi kembali dirinya dan mengatakan bahwa aku tak bisa bersamanya hari ini"


Tut... Tut...


Klek


"Halo sayang" ucap pria di seberang telepon itu


Jujur saja rasanya ada yang aneh saat pria yang menjawab telpon itu mengatakan sayang pada dirinya.


"Halo juga, maaf aku tak bisa bersamamu hari ini"


"Sayang kamu dimana sekarang, aku akan ke sana"


"Kau tak perlu kemari, karena aku benar benar tak bisa pergi bersamamu


hari ini" sambung Juliana


"Ya, aku tau kamu saat ini sedang mencari Lia kan, kita akan cari sama sama oke" balas Jonathan


"Kau tau darimana?"


"Aku tadi ke rumah bi Asih untuk menjemputmu, tapi bi asih bilang bahwa kau pergi mencari Lia"


"Oh begitu"


"Iya, ayolah Ana, katakan dimana dirimu saat ini, aku sedang di jalan"


"Aku saat ini berada di jalan Merpati"


"Ok tunggu aku ke sana jangan kemana mana ya"


"Baiklah"


Tut...


Panggilan terputus.


Saat masih dalam perjalanan Jonathan mendapat panggilan dari seseorang.


"Halo, bagaimana?" tanya Jonathan


"..."


"Baiklah, terimakasih atas informasinya"


"..."


"Oh bukan, dia keluarga gadis yang ku sukai"


"..."


"Ok"


Panggilan terputus.


"Ana sayang, tunggu aku datang" ucap Jonathan sembari tersenyum karena sudah tau keberadaan Aprilia dimana.


Jonathan sampai di mana Juliana berada.


Jonathan melihat gadisnya itu sedang berdiri di samping pembatas itu.


Sembari berjalan mendekat ke arah Juliana, "Ana" panggil Jonathan.


Juliana pun menoleh.



Jujur saja Jonathan tak suka melihat wajah sedih di gadis nya itu.


Tepat berada di depan Juliana, Jonathan meraih tubuh gadis itu dan memeluknya, terlihat sekali bahwa Juliana saat ini menahan tangisnya.


Dan Juliana tak menolak malah dirinya terisak di dalam pelukan Jonathan.


📌 Gambar by pinterest


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘


...Salam hangat dari Aya ❤️...