Juliana

Juliana
Bab 47



Dikamar Aprilia.


Bosan pastinya yang di rasakan gadis itu saat ini, dirinya ingin hang out bersama teman temannya tapi malah di larang karena kedatangan tamu istimewa gadis itu mendengus kesal.


"Yang dilamar Ana, kenapa harus aku tetap berada di rumah. Bosan deh" gerutu gadis itu.


Diruang tamu.


Para orang tua masih mengobrol sedangkan Jonathan sesekali ikut menimpali sedang Juliana sendiri gadis itu tenggelam dalam pikirannya.


Satu hal yang ada dipikirannya saat ini bagaimana reaksi sepupunya itu mengetahui kalau lelaki yang melamar dirinya hari ini adalah orang yang Aprilia sukai.


Cukup lama mereka semua mengobrol dan kemudian paman Aran mengajak keluarga Yan untuk makan siang.


"Maaf tuan, ini sudah masuk waktu makan siang. Bagaimana kalau kita menuju ruang makan, kebetulan istri saya dan Juliana sendiri sudah menyiapkan hidangan" ucap paman Aran.


Tuan Jerry Yan tersenyum dan mengangguk kan kepalanya "Baiklah, bagaimana yang lain?" ucap ayah Jonathan itu sembari melihat ibu istri dan anak anaknya.


Semua keluarga Yan kompak mengangguk kan kepala mereka.


"Mari" ucap paman Aran mempersilahkan untuk beranjak ke ruang makan.


Semua orang saat ini sudah berada di meja makan, bibi Asih dan Juliana menyiapkan semua makanannya.


Bahagia itu yang di rasakan oleh Jonathan. Dirinya sudah tidak sabar ingin menjadikan gadis di sampingnya ini untuk menjadi istrinya.


Bagaimana dengan Juliana? Untuk saat ini perasaannya tetap seperti dulu, biasa saja kepada pria tampan di sampingnya ini.


Aprilia yang sudah sangat bosan di kamarnya akhirnya memutuskan keluar kamar dan melihat ke arah ruang makan.



...Aprilia...


...Saat melihat ke arah ruang makan...


Mereka semua saat ini sedang sibuk makan sambil di selingi obrolan.


Dari semua yang ada di meja makan itu tak ada yang memperhatikan ke arah belakang yaitu dinding pembatas tempat berandanya Aprilia, kecuali satu orang...



...Penampilan Jeslin...


Yap, dia adalah Jeslin. Gadis kesayangan dari keluarga Yan ini memang cukup jeli untuk memperhatikan sekitar.


Bagaimana dengan Aprilia.


Dia sangat terkejut melihat keluarga Yan ada di rumahnya. Saat pikirannya di masuki berbagai macam spekulasi Aprilia menggeleng cepat kepalanya.


"Tidak tidak, mana mungkin orang yang akan melamar Ana adalah Jo" gumam Aprilia.


Semua gerak gerik yang dilakukan oleh Aprilia tak lepas dari pandangan Jeslin.


"Kakak ipar" Jeslin memanggil Juliana sembari memegang tangan gadis yang di sukai oleh abangnya itu.


Juliana tersentak kaget tak berbeda jauh dengan Aprilia setelah gadis itu mendengar panggilan Jeslin kepada sepupunya itu Aprilia langsung pergi dan masuk ke kamarnya.


"Iya dek ada apa?" tanya Juliana memandang ke arah Jeslin.


"Boleh minta capcay nya lagi? enak banget soalnya" ucap Jeslin sambil nyengir.


Semua orang di sana terkekeh setelah mendengar ucapan dari nona muda di keluarga Yan itu.


"Boleh sangat, ayok aku ambilkan ya" ucap Juliana lembut sembari tersenyum.


Dan senyuman itu tak luput dari pandangan Jonathan.


Jonathan sangat bahagia melihat keakraban yang terjalin antara Juliana dan Jeslin kedua gadis kesayangannya itu.


Sedangkan di kamar Aprilia.


Gadis itu menangis saat ini, tidak terima kalau lelaki yang melamar sepupunya itu adalah lelaki yang dia inginkan.


*****


Selesai dengan makan siang keluarga Yan bersiap pamit pulang.


"Terimakasih atas jamuan makan siang nya pak Aran" ucap tuan Jerry.


"Kami yang sangat berterima kasih karena kalian suka rela mau makan makanan sederhana yang di siapkan istri saya ini, di bandingkan dengan makanan kalian pasti sangat jauh berbeda" ucap paman Aran merendah.


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.


...Salam hangat dari Aya ❤️...