Juliana

Juliana
RUMAH SAKIT 4



Satria dan vicky sudah kembali dari cafetaria dilihat ke keduanya membawa banyak sekali makanan .juli dan alya terkejut meja di ruangan juli sudah penuh dengan makanan .ruangan inap juli memiliki fasilitas yang lengkap berbeda dengan ruang inap pada umumnya di sini selain ada ranjang tapi juga ada sofa .kulkas dan ada tv. Terlihat seperti ruangan hotel dari pada ruang inap pasien .


Sekarang ketiganya sedang menikmati makanan mereka .tapi berbeda dengan juli juli hanya bisa memakan makanan yang di bawakan Perawat .


Satrria yang melihat ekspresi juli berusaha menahan tawanya


"Yang sabar ya jul. Ini ujian "ujar satria melihat kearah juli


Juli membuang nafas berat .dia memakan makanan yang di sediakan rumah sakit . Juli tidak menyukainya .Rasanya tidak cocok dengan lidah juli yang penyuka micin .makanan yang rumah sakit berikan terasa hambar dan ini lebih cocok untuk orang sakit.tunggu juli memang sedang sakit bukan?.


Akhirnya mereka menyelesaikan makan mereka .tapi berbeda dengan juli .makanannya masih tersisa banyak .vicky yang melihatnnya langsung duduk di samping ranjang juli.


"Kenapa nggak.loe abisin"


"Gua nggak nafsu."


Vicky yang melihat makanan juli yang masih terisisa banyak .berinisiatif menyuapi juli.


"Aaaaaaa"


"Nggak mau "


"Aaaaaaaaaa


"Nggak mau ."


"Kalo loe nggak makan .loe nggak bakal sembuh . Loe mau yerus di rawat. Loe nggak kasian ama bunda"


Benar apa yang di katakan vicky. Juli harus segera sembuh agar dia bisa segera keluar dari rumah sakit ini .juli pun mengambil sendok yang di pegang vicky .dia pun memakan makanannya sampai habis.


Alya dan satria hanya menggelengkan kepala mereka.alya langsung mengambil bingkisan berisi buah-buahan yang di belikan satria dan Vicky .alya lalu mengupaskan buah tersebut dan memberikan pada Juli .


"Makasih al"


"Sama -sama "


Juli memakan buah pemberian Alya.


Suara ketukan Pintu ruang inap juli .seorang dokter masuk kedalam ruangan tersebut .


Juli. Alya dan Satria terkejut melihat siapa yang masuk.vicky yang melihat ketiga nya merasa ada yang aneh .


"Juliana .gimana keadaan kamu sekarang "ujar dokter tersebut


"Sa sa.saya baik dok"


"Kalo gitu biar saya periksa dulu ."


Satria dan Alya saling bertatapan.


Gua nggak salah liat kan ?


Nggak sat .


Kalo nggak salah namanya pak ilham yang punya club xxxx Ternyata dia dokter.kok bisa .


Keduanya saling bertelepati


"Kandisi kamu sudah lebih baik. Jangan lupa di kinum obatnya dan untuk sementara .kamu nggak boleh makan -makanan di luar makanan yang di sediakan Rumah sakit ."ujar


Ilham setelah .memeriksa juli dilihatnya teman-teman juli yang kemarin dia lihat di lapangan .


"I.iya dok .tapi kalo buah boleh kan dok?"


"Buah boleh tapi jangan yang asam dulu "


"Terima kasih dok"


"Kalau begitu saya pamit .permisi semoga cepat sembuh"ujar ilham pergi meninggalkan ruangan juli.


Setelah meninggalkan ruangan juli .ilham langsung menghubungi seseorang.


Kondisinya sudah lebih baik. Ujar ilham


Hem .ilham mematikan panggilan telfonnya


Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam jam besuk akan segera berakhir. Tapi bunda belum juga datang .


Jul kita valik dulu ya "ujar alya


"Iya al makasih ya udah dateng jengukin gua."


"Iya jul. "


" gua juga balik dulu ya jul .cepet sembuh ya?"


" hem"


"Ayo al ."


"Bye jul ."ujar alya


"Makasih ya..Hati-hati al.sat"


Keduanya pergi meninggalkan ruangan juli .tersisa vicky di sana sedang duduk di samping ranjang juli.


"Vick"


"Hem"


"Loe nggak balik?"


"Loe ngusir gua?"


"Eh?bukan gitu ?gua cuma nanya doang?"


" tenang aja gua bakal pergi kok?"


"Ish apaan sih baper banget loe "


"Gua tau loe pasti bolos latihan kan ?.pasti gara-gara gua "


Vicky menatap juli


"Dari tadi hp loe bunyi .nggak mungkin itu dari cewek. pasti pelatih loe kan ? "


Vicky hanya mengangkat bahunya


"Gua udah izin sama pelatih gua ."


"Terus kalo loe udah izin siapa yang dari tadi Ngechat elo"


" loe nggak usah bohong sama gua "


"Serius"


Juli menatap vicky .sedangkan yang di tatap masih fokus pada handphonenya


" jul"


"Hem"


Juli menatap bingung vicky


"Gua tau lu nyembunyiin sesuatu dari gua.pasti ada sesuatu yang nggak kalian kasih tau ke gua. Loe mau kasih tau apa gua sendiri yang cari tau "


"Eh.eh nggak ada kok?"


"Itu cuma perasaan loe doang?"


gua tau loe boong sama gua juli batin Vicky


Keduanya diam dengan pikiran masing -masing .pintu ruangan juli terbuka .ternyata bunda sudah datang .


"Aduh maaf ya bunda .kemaleman datengnya soalnya macet "


"Nggak apa-apa bun.lagian masih ada vicky di sini"


"Vixky makasih ya udah mau jagain juli ."


"Iya bun sama-sama .kalo gitu vicky pamit pulang ya bun ."


"Iya vick.sekali lagi makasih ya. "


"Gua balik dulu ya."


"Hem .makasih ya"


Vicky pergi meninggalkan ruangan juli.


Setelah meninggalkan ruangan juli vicky langsung menghubungi Satria


Dimana?" Tanya vicky to the point saat panggilan telfon tersambung


Rumah jawab satria


Gua tunggu di tempat biasa." ujar vicky


Hah?" Tut tut tut vicky langsung menutup telfonnya.


Dia bergegas pergi


Setelah kepergian vicky julibsaat ini sedang menonton tv .lebih tepatnya bunda yang sedang menonton sinetron pavoritnya juli hanya menemani sambil memainkan handphone.


Permisi " ujar seseorang masuk


"Iya"


"Saya mau mengantar makan malam "


"Baik sus .terima kasih "


Di letakan makanan di atas meja .juli dapat melihat .makanan yangvdi bawakan oleh perawat. Dilihat menunya begitu lengkap 4 sehat 5 sempurna .di tambahbada potongan buah .


Setelah kepergian Perawat tersebut. Bunda langsung menyuapi juli.


"Bun juli bisa makan sendiri "


"Tapi kamunkan lagi sakit"


"Bun juli udah gede.dan yang sakit kan kaki juli bukan tangan .lagian bunda juga pasti belum makan kan ."


"Bunda mah gampang nanti bunda tinggal ke cafetaria buat beli makan .sekarang kamu makan dulu "


"Juli nggak mau makan kalo bunda nggak makan ."


" sayang kamu nggak boleh gitu. Kamu harus makan kan mau minum obat.bunda janji abis kamu makan bunda juga makan "


Juli hanya mengangguk. Dia memakan makananannya.


Eh kok rasanya enak .beda sama yang tadi siang .juli pun memakan makanannya begitu lahap.


"Habis."ujar juli menunjukan piring makannya yang sudah habis


"Pinter anak bunda"


"Sekarang. Giliran bunda .bunda harus makan "


"Iya.iya. Kalo gitu bunda mau beli makan dulu di cafetaria .kamu nggak apa-apa sendirian di sini?"


"Iya bun. Juli nggak apa-apa.bunda liat kan juli udah nggak apa-apa"


Bunda mengelus kepala juli lembut .sambil tersenyum .


" kalo gitu bunda beli makan dulu ya.kamu harus hati-hati.kalau ada apa-apa telfon bunda"


"Siap boss"


Bunda pergi meninggalkan ruangan juli .


Saat ini bunda sedang berjalan menuju cafetaria. Tapi sebelum itu bunda pergi terlebih dahulu ke ruang administrasi untuk melunasi biaya rumah sakit .


"Permisi "


"Iya bu ada yang bisa saya bantu"


"Saya mau melunaskan .pembayaran pasien atas nama juliana "


"Baik bu mohon di tunggu"


"Permisi bu. Untuk biaya perawatan atas nama juliana sudah lunas semua bu termasuk rawat inap dan pemeriksaan "


"Apa?kok bisa Sus .sa sa saya sama sekali belum bayar loe sus .coba sus cek lagi pasti ada kesalahan "bunda terkejut mendengar perkataan Perawat tersebut.


"Tidak bu .ibu bisa cek ini untuk bukti pembayarannya.dan ini data pasien ."


"I.i.ini bener sus anak saya .tapi kenapa bisa sus"


Bunda masih terkejut.


Di ceknya kembali dan benar semua sudah lunas.


"Saya bisa tahu siapa yang sudah melunasi semua biaya pengobatan anak saya "


"Tadi ada seorang pria yang mengaku saudara pasien . Beliau yang sudah melunasi semua tagihannya bu "


Bunda semakin terkejut


Saudara?siapa? Batin bunda


"Terima kasih ya sus "


Bunda pergi meninggalkan ruang administrasi.


Di ruangan juli .julinsednag asik menonton tv .tiba-tiba seseorang masuk kedalam ruangan juli


"Kok bunda cepet banget beli mak"ujar juli tertahan dia terkejut melihat orang yang sedang berdiri di ambang pintu.


"Pak Devan"ujar juli terkejut