Juliana

Juliana
Bab 42



Di kediaman tuan Aran...


TOK TOK TOK


Suara ketukan di pintu rumah paman Juliana.


KRIETT


Pintu terbuka dan keluarlah paman Aran dari dalam rumah.


"Ah mas mas semua, silakan masuk dulu" ucap paman Aran.


Yang datang adalah orang suruhan dari tuan Bisma untuk menagih hutang yang sudah nunggak selama 3 bulan ini. Mereka berdua yang datang bernama Arman dan Komar.


"Gak usah basa basi Aran gw datang kemari buat nagih utang Lo yang udah nunggak selama 3 bulan jadi bayar sekarang juga" ucap Arman.


"Tapi saya belum ada uang nya mas, tolong kasih saya waktu lagi untuk bisa melunasi bunga nya" jawab paman Aran dengan nada yang lirih.


"Alah sampai kapan heh, kapan. Lo nunggak udah 3 bulan Aran bukan waktu sebentar itu tapi Lo tetap aja gak bisa bayarkan" ucap Komar dengan nada membentak.


"Lo bayar sekarang atau Lo dan seluruh orang yang ada di rumah ini harus keluar dan tak boleh membawa apapun kecuali baju yang kalian pakai" tegas Arman.


Paman Aran berlutut di depan kedua anak buah tuan Bisma berharap mereka akan luluh tapi sayang mereka tetap dengan tegas menagih hutang paman Aran.


"Dengar Aran, mau Lo berlutut mau Lo nangis darah sekalipun gw tetap akan nagih utang Lo itu. Lo pikir dengan Lo sujud di depan gw utang Lo lunas hah" ucap Komar sarkas.


Paman Aran masih setia duduk di lantai memohon, saat Komar sudah jengah melihat tangan Aran bergelayut manja di kakinya, Komar sudah siap untuk menendang Aran seketika terhenti saat ada suara yang menginterupsi mereka berhenti.


"BERHENTI KALIAN"


Flashback on...


"Oke kalau begitu siapkan uangnya, biarkan aku yang membayar hutang dari calon besan ku itu Alex"


Setelah kepergian sang asisten nyonya besar Lin duduk santai di depan meja kerjanya "Tunggu grandma sayang, sebentar lagi grandma akan menjemput dirimu" ucap nyonya besar Lin sembari tersenyum.


Flashback end...


Kembali ke saat sekarang.


"BERHENTI KALIAN" ucap tegas dari nyonya besar Lin.


Arman dan Komar serta Aran memandang ke arah asal suara.


"Siapa Anda? Jangan ikut campur urusan kami" ucap Komar.


"Kalau menyangkut keluarga Juliana maka itu akan menjadi urusan saya" ucap nyonya besar Lin.


"Katakan ada apa ini" tanya nyonya besar Lin seakan tidak tahu menahu.


Arman maju untuk menjawab hal yang di tanyakan oleh perempuan tua di depannya ini. Meskipun tua tapi kalau di lihat dari gaya pakaiannya dia bukanlah orang biasa apalagi dengan keberadaan seorang lelaki tegap yang setia berada di samping perempuan tua itu.


"Lelaki ini mempunyai hutang yang sangat banyak pada tuan kami" ucap Arman sembari menunjuk paman Aran.


Nyonya besar Lin manggut manggut mendengarkan ucapan dari lelaki lumayan sangar di depannya ini yang tak lain bernama Arman.


"Begitukah? berapa banyak hutang dari tuan Aran?" ucap sekaligus tanya sang nyonya besar kediaman Yan itu.


"Total hutang beserta bunganya sebanyak 500 juta" ucap Arman dan hal itu membuat mata paman Aran membulat sempurna karena kaget.


Bagaimana tidak kaget paman Aran total hutangnya hanya 250 juta di tambah bunga yang tidak di bayar 3 bulan hanya Rp.18.750.000 bila di total keseluruhan hanya Rp.268.750.000. Yang menjadi pertanyaan dari paman Aran mengapa total hutang nya malah menjadi 500 juta?


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.


...Salam hangat dari Aya ❤️...