
Sudah lama kita tak tengok pria tampan satunya ya hihi siapa hayo
Yupz si babang Nico, untuk bab kali ini kita berkisah tentang babang Nico ya.
📌 Gambar by pinterest
*****
Sudah cukup lama Nicolas tidak bertemu dengan teman temannya Jonathan maupun gadis yang membuat jantungnya selalu berdetak dua kali lebih cepat itu apabila berdekatan dengan dirinya.
Nicolas beberapa hari kebelakang ini sedang dikirim sang ayah mengurus proyek ke luar negeri jadilah dia tak ada di kota B itu.
Hari ini dia telah kembali di karenakan semua urusannya telah selesai.
Pria tampan satu ini tak sabar ingin bertemu dengan gadis pujaannya tepat setelah dirinya landing langsung bergegas menuju kediaman paman Aran.
Ya dirinya sudah tak sabar menahan rindu pada Juliana.
Nicolas tiba di kediaman paman Aran.
Tok tok tok
Nicolas mengetuk pintu rumah paman Aran.
Ceklek
Kriett
Pintu terbuka dan muncullah bibi Asih.
"Nak Nico masuk dulu" ucap bibi Asih.
Nicolas mengangguk dan masuk ke dalam rumah.
"Duduk dulu, mau minum apa nak?" tanya bibi Asih.
Nicolas tersenyum dan menjawab "tak usah repot repot bi. Oh ya Ana ada bi?" tanyanya tak sabar.
Bibi Asih tersenyum "Ana sedang jalan jalan keluar dengan Lia nak Nico" jawaban bi Asih sontak membuat pria tampan itu syok. Karena Nicolas tau bahwa Juliana dan Aprilia tidak akur selama ini, tepatnya Aprilia yang selalu mencari gara gara pada gadisnya itu.
"Ana dan Lia jalan kemana bi?" tanya Nicolas yang masih tak percaya.
"Bibi juga tidak tau pastinya, yang jelas Lia mengajak Ana jalan jalan".
Huhh... pria tampan itu menghela nafas. Jujur saja dirinya sedikit khawatir karena dirinya tau bahwa Aprilia selama ini memusuhi Juliana.
"Kalau begitu Nico pamit bi, lain kali saja Nico kesini lagi untuk bertemu dengan Ana". ucap Nicolas dan di angguki oleh bibi Asih.
"Baiklah nak, kapanpun kamu mau datang rumah ini terbuka untuk mu" ucap bibi Asih.
Setelah itu Nicolas pergi dari sana. Bibi Asih sebenarnya cukup merasakan bahwa pria tampan itu sebenarnya ragu dengan Aprilia yang selama ini di kenal seperti musuh bebuyutan dengan Juliana. Awalnya pun bibi Asih sedikit terkejut pagi tadi melihat Juliana dan Aprilia begitu akrab.
Malam itu Aprilia setelah minta maaf kepada Juliana karena selama ini dirinya bersikap buruk pada sepupunya itu.
Setelah mereka saling maaf memaafkan, Aprilia menginap di kamar Juliana.
Pagi itu Juliana seperti biasa bangun paling awal, bedanya Aprilia pun ikut bangun dan pada akhirnya Aprilia ikut kedapur bersama Juliana.
Mereka tampak akrab pada intinya semua masakan tetap Juliana yang memasak sedang Aprilia ikut membantu mencuci beras sayur ikan dan lain lain.
Saat makanan sudah siap Aprilia di suruh Juliana memanggil kedua orang tuanya.
Bibi Asih terkejut melihat yang mengetuk pintu adalah putrinya karena biasanya adalah keponakannya.
Berlanjut paman Aran juga cukup terkejut melihat perubahan sang putri, tapi melihat hal itu membuat kedua paruh baya itu bahagia.
Setelah sarapan mereka selesai, Aprilia meminta izin dengan kedua orang tuanya untuk mengajak Juliana jalan jalan. Keduanya pun mengijinkan.
Flashback end.
Nicolas tiba di kediaman keluarga Saputra.
Tak tak tak
Suara langkah kaki masuk ke dalam rumah.
"Sayang kau sudah datang? Bunda kangen nak" ucap sang ibu.
"Ya, Nico juga kangen bunda. Oh ya ayah kemana?"
"Ayahmu ada urusan hari ini di luar kota jadi pagi buta sekali ayahmu sudah berangkat"
"Anak datang ayah pergi ya bund" jawab Nicolas sambil tertawa
Sang ibu menepuk lengan anaknya itu "Ya mau gimana lagi, bunda pasrah aja"
"Oh ya bunda ada kabar buat kamu?"
"Apa bund?"
"Jangan kaget ya"
""Apa sih bund?"
"A..."
Acieeee kabar apa nih yang mau di kasih tau sama bunda Nindy?
Next chapter kita bahas ya!
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘
...Salam hangat dari Aya ❤️...