Juliana

Juliana
Bab 73




Rombongan Juliana sudah sampai di kota L pada siang hari.


Mereka menginap di vila Om James.


NB: James -> Relasi tuan Jerry Yan.


*****


Om James sendiri sudah menyiapkan kamar khusus untuk honeymoon anak dari relasinya tersebut.


"Andi" panggil om James pada asistennya itu.


Andi datang dari arah belakang "Iya Tuan" jawabnya.


"kau ajak nak Jo dan nak Ana ke kamar khusus setelah itu kau antarkan nak Gibran dan nak Aprilia ke kamar mereka masing-masing" perintah om James.


Andi mengangguk "Baik Tuan" kemudian Andi mengajak mereka berempat untuk mengikuti dirinya.


Sampai di depan kamar khusus Jonathan dan Juliana Andi berhenti "Tuan dan Nona muda silakan masuk ini kamar kalian" ucap Andi dengan sopan.


"Baiklah terimakasih Andi" ucap Jonathan.


Andi pergi di iringi oleh Gibran dan Aprilia menuju kamar mereka.


Sedangkan Jonathan dan Juliana masuk kedalam kamar yang tadi di tunjuk oleh Andi.


Pemandangan pertama yang mereka liat berdua saat masuk kamar adalah taburan bunga mawar dimana-mana.



Dengan lilin disamping taburan bunga mawar di atas lantai kamar itu.


Wajah Juliana merona saat melihat itu semua, Jonathan yang ada di sampingnya melihat wajah istrinya itu tersenyum "Sayang ada apa?" tanya pria tampan itu dengan senyuman menggoda.


Juliana menoleh ke arah sang suami kemudian tertunduk dan menjawab pelan "tidak ada apa-apa kok sayang".


Mendengar kata "sayang" yang terlontar dari bibir manis istrinya itu adalah kebahagiaan tersendiri untuk dirinya.


"Hah, apa apa aku gak denger ucapan terakhir kamu tadi" ucap Jonathan sambil tersenyum.


"Udah ah kamu ini aku jadi malu" ucap Juliana yang masih betah menundukkan kepalanya.


Jonathan tak menjawab dirinya mendekati Juliana dan mendekap dari belakang.


"Aku juga bahagia" balas Juliana dengan tersenyum hangat ke arah Jonathan.


Cup, dengan lembut Jonathan mencium kening Juliana dan Juliana sendiri memejamkan matanya saat ciuman itu mendarat di keningnya.


Cukup lama mereka seperti itu sampai akhirnya suara perut dari Juliana membuyarkan keromantisan mereka.


rkkkkk


(eh👀 anggap gitu suara perut waktu laper ya maaf ay tak tau macam mana🤭)


"Kau lapar sayang?" tanya Jonathan sambil tersenyum kearah sang istri.


Juliana mengangguk dan tersenyum.


"Baiklah kita isi tenaga dulu sebelum perang di mulai" ucap Jonathan dengan senyum menggoda pada istrinya itu.


Sedangkan Juliana sudah tak bisa berkata apa-apa lagi saat ini saja wajahnya sangat merah merona.


Sedangkan di tempat lain.


Andi sudah sampai di depan kamar yang akan di tempati oleh Gibran dan Aprilia.


"Ini kamar kalian" ucap Andi


Gibran dan Aprilia terdiam.


"Maksudnya apa? apa kami tidur dalam satu kamar?" tanya Aprilia.


"Ya Nona muda. Nona dan Tuan muda akan tidur di kamar ini" jawab Andi.


"Eh gak bisa gitu dong. Aku sama Gibran bukan suami istri lho" protes Aprilia.


Sedangkan Gibran masih diam. Dirinya masih mencerna apa ini semua keinginan Nyonya besar Lin Yan pikir Gibran.


Aprilia menoleh ke arah pria tampan disampingnya itu "Gibran... kenapa kau diam saja sih, atau apa jangan jangan ini semua..." belum selesai Aprilia berkata Gibran langsung memotongnya "aku gak tau sama sekali ya Lia jadi stop untuk berkata hal yang tidak tidak"


Malas untuk berdebat karena lelah Gibran membuka pintu kamar kemudian masuk dan Aprilia mau tidak mau mengikuti di belakang.


📌 Gambar by pinterest


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘


...Salam hangat dari Aya ❤️...