
Buat kakak-kakak semua yang sudah dukung karya receh Aya ini, ay ucapin terimakasih banyak semoga keberkahan buat kakak semuanya aamiin. Terimakasih untuk like komen gift juga votenya buat novel ay iniπ
*****
Acara telah selesai, semua orang bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.
Aprilia sekeluarga tidak di izinkan untuk pulang akhirnya mereka menginap di mansion Yan tersebut.
Sila juga bersiap untuk pulang setelah berpamitan dengan Jonathan dan Juliana tadi serta keluarga Yan yang lain.
*****
Saat ini Jonathan dan Juliana sudah berada di kamar mereka.
Lelah satu kata yang menggambarkan keadaan mereka malam ini.
Setelah mereka membersihkan diri mereka berdua tidur dengan lelap.
Tak ada kejadian apa-apa karena keadaan mereka yang terlalu lelah dengan serangkaian acara pernikahan mereka berdua.
Juliana lebih dulu berbaring dan hanya butuh waktu sebentar Juliana sudah masuk ke alam mimpinya.
Jonathan yang baru saja selesai membersihkan diri tersenyum melihat istrinya tidur dengan lelap itu.
Setelah Jonathan selesai mengganti pakaiannya pria tampan itu naik ke atas pembaringan dan merebahkan tubuhnya di samping Juliana.
Perlahan Jonathan mengangkat kepala Juliana untuk menelusup kan tangannya agar menjadi bantalan kepala istrinya itu kemudian dengan sangat perlahan Jonathan memeluk Juliana, mereka tertidur dengan pulas sembari berpelukan.
Sedangkan di perjalanan Nicolas hanya diam tanpa bersuara.
Ya pria tampan satu itu di paksa mengantarkan Arneta pulang ke rumahnya oleh nyonya besar Lin Yan atas usul Juliana dan Aprilia.
Arneta sedari tadi mencuri pandang dengan pria tampan di sampingnya itu.
Nicolas tau akan hal itu tapi dirinya memilih diam seakan tidak tahu menahu.
"Ganteng, cuman kaku macam kanebo kering hehe" gumam Arneta dalam hati.
"Pengen deh liat dia senyum pasti lebih ganteng ye kan" sambungnya.
Arneta sudah berapa kali membuka percakapan di antara mereka hanya saja pria kulkas di sampingnya itu menjawab dengan singkat oh tidak malah terkesan irit.
"Kau sudah lama bersahabat dengan Jonathan?" tanya Arneta sebelumnya
Nicolas menoleh sebentar ke arah gadis di sampingnya itu kemudian menjawab "Hm" setelah itu wajahnya kembali fokus ke arah depan.
Gemas itu yang di rasakan Arneta pada pria dingin di sampingnya itu.
"Kau kuliah apa bekerja sekarang?" tanya gadis manis itu
"keduanya" jawab sedikit lebih banyak dari pertanyaan pertama.
"Oh iya aku rencananya sih pengen nerusin kuliah lagi di Australia tapi papa sudah berkeinginan agar aku melanjutkan bisnis papa di sini" ucap Arneta sembari melirik Nicolas.
Sedangkan yang di lirik hanya acuh saja.
"Kau tidak mau memberikan masukan untuk ku pria tampan" goda Arneta sekalian.
Nicolas menoleh "tidak ada" setelah mengatakan itu Nicolas kembali fokus menyetir.
Akhirnya Arneta pun memilih diam dengan tenang.
Mobil Nicolas sudah sampai di depan pagar rumah Arneta itu.
Arneta turun dari mobil setelah mengucapkan "Terimakasih sudah mengantarkan aku sampai rumah" sembari tersenyum lembut.
Nicolas tertegun sebentar melihat senyuman hangat dari gadis yang diantar ke rumahnya itu, tak menjawab tapi Jonathan mengangguk kan kepalanya.
Setelah itu Nicolas tancap gas menuju rumahnya.
Arneta yang baru saja masuk ke dalam rumah di panggil sang ayah.
"Anet sayang" ucap sang ayah.
Gadis itu menoleh ke arah sang suara "Papa, ada apa?" sembari berjalan menuju tempat duduk sang ayah.
"Sebaiknya kau melanjutkan kuliahmu saja ya" ucap sang ayah.
"Lho kan papa sendiri yang mau Anet melanjutkan bisnis papa di sini kenapa sekarang papa nyuruh Anet buat kembali lanjutin kuliah. Apa ada hal yang papa tutup-tutupi dari Anet?" tanya gadis itu.
Tuan Ardan terdiam sambil memandang ke arah anaknya itu.
"Istirahatlah, pasti kau lelah. Nanti saja kita bahas" ucap sang ayah kemudian berdiri dan berlalu masuk ke kamarnya.
Arneta mengernyitkan dahinya.
"Papa menyembunyikan sesuatu dari ku ternyata" ya Arneta paham betul dengan sifat sang ayah.
Arneta masuk ke kamarnya membersihkan tubuhnya kemudian berbaring masuk ke dalam mimpinya.
*****
Sedangkan di kamar nyonya besar Lin Yan terjadi pembicaraan serius wanita tua kesayangan keluarga Yan itu sedang membahas ingin menjodohkan seseorang lagi.
Tuan Jerry dan nyonya Aini Yan terkejut mendengar keinginan sang ibunda itu.
Belum satu hari cucunya menikah nyonya besar Lin Yan itu ingin mengadakan pernikahan lagi.
Siapa sih orang yang ingin sang Kanjeng ratu itu jodohkan lagi?π
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih π.
...Salam hangat dari Aya β€οΈ...