Juliana

Juliana
Bab 34



Masih di keadaan yang sama...


Aprilia menatap tak suka saat tangan Nicolas memegang tangan Juliana.


Juliana mengikuti arah pandang sepupunya itu dan ya dirinya tak sadar pun bahwa tangannya di pegang oleh Nicolas.


Seketika itu juga Juliana melepaskan tangannya dari Nicolas.


"Maaf" ucap Nicolas tak enak hati.


Juliana mengangguk saja.


"Kau disini saja tolong temani Lia makan siang sebentar" ucap Juliana dengan lembut kepada Nicolas.


Ya permintaan dari gadisnya ini tak bisa untuk di tolak, meskipun hal yang di pintanya sangat tak di sukai oleh dirinya sendiri.


"Baiklah" balas Nicolas dan hal itu membuat Aprilia tersenyum.


Juliana pun ikut tersenyum melihat sepupunya itu tersenyum.


"Kalau begitu aku pamit duluan ya semua" ucap Juliana.


Aprilia mengangguk kan beberapa kali kepalanya sedangkan Nicolas dengan berat hati mengucapkan "iya".


Sila berdiri dan berkata "aku juga pamit ya".


"Tapi makanan mu belum habis Sil" ucap Ardi, dirinya tau bahwa Sila sepertinya tidak suka dengan kehadiran Aprilia dan ingin pergi tapi entah mengapa Ardi tak ingin Sila ikut pergi.


Sila menoleh "Tak masalah aku sudah kenyang" ucapnya.


Ardi menghela nafasnya. Dirinya sebenarnya ingin ikut pergi tapi ia tak mungkin meninggalkan Nicolas.


Juliana dan Sila berpamitan pergi dari sana. Tinggal mereka berempat di sana Nicolas dan Ardi melanjutkan makanan mereka sedangkan Aprilia dan Luna duduk masing-masing di samping kedua pria tampan itu.


Aprilia berusaha mengajak Nicolas mengobrol tapi Nicolas hanya ber dehem saja.


Sarah dan Feny datang dengan membawa makanan untuk Aprilia Luna dan Vera.


"Ini Lia makanan mu dan ini untuk mu Luna" ucap Sarah sambil menaruh makanan mereka di atas meja itu.


Setelah itu Sarah dan Feny pergi ke meja sebelah yang ada Vera di sana.


"Nih makanan mu Ver" ucap Feny.


"Eh gimana mereka ada kemajuan gak" tanya Sarah pada Vera.


"S°°lan Lo di tanya cuman ngangkat bahu doang" ucap Sarah sambil memukul bahu temannya itu.


Vera meringis mengusap bahu yang di pukul karena lumayan sakit.


"Ishh sakit tau Sar, bener bener kasar Lo" ucap Vera dengan bibirnya mengerucut.


"Karena Lo sendiri di tanya malah gitu" ucap Sarah lagi.


"Ya karena gue juga gak tau Sarden" ucap Vera sambil nama temannya itu di plesetin.


Sarah melotot kan matanya mendengar namanya di ubah jadi nama ikan.


"Astaga udah deh kalian ini kenapa dah, gak usah bahas ginian lagi mending makan aku dah lapar ini" ucap Feny berusaha melerai kedua temannya itu.


Sedang mereka berdua tetap dengan mode kesal satu sama lain.


Luna yang mendengar mereka ribut ikut berkata "Kalau kalian mau ribut jangan disini sana ke lapangan".


"Ini tu kantin buat tempat makan dengan tenang bukan buat tempat ribut" sambung Luna lagi.


Sarah dan Vera yang mau melanjutkan perdebatan mereka akhirnya diam setelah Luna berucap seperti itu.


Setelah memastikan bahwa Sarah maupun Vera tenang Luna kembali fokus ke makanannya.


"Ardi selain kuliah kamu sibuk apa?" tanya Luna membuka obrolan.


Ardi menoleh ke arah Luna dan menjawab "Bantuin konveksi nyokap terkadang".


Luna senang karena dirinya tak di kacangin oleh Ardi.


Sedangkan Aprilia hanya mengerucutkan bibirnya karena dari tadi Nicolas hanya ber dehem apapun hal yang di obrolkan oleh Aprilia.



...Ardi...


...ada yang bisa menebak siapa nama yang memerankan Ardi ini?😁...


📌*Gambar by pinterest


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘*


...Salam hangat dari Aya ❤️...