Juliana

Juliana
Bab 85



Sebelumnya ay mau ucapin makasih banyak untuk kakak-kakak semua yang sudah berkenan mampir ke cerita receh ay ini. Untuk kak Cut makasih banyak πŸ™ˆ dan kakak lainnya juga β™₯️


*****


Min 1


Gibran dan Aprilia berdoa untuk kelancaran proses pemberkatan mereka berdua pada esok hari.


"Terima kasih Tuhan atas kasih setia Mu yang selalu menyertai kami hingga pada hari ini. Engkau masih memberi kesehatan kepada kami. Tuhan, sesuai dengan rencana besok kami akan melangsungkan pernikahan pemberkatan kami. Apa yang telah kami rencanakan ini biarlah itu menjadi kehendak Mu" doa kedua calon mempelai.


*****


Hari yang di nanti-nanti telah tiba. Pernikahan Gibran dan Aprilia sebentar lagi akan terlaksana, semua sanak keluarga telah berkumpul di tempat acara dimana mereka berdua akan mengucapkan janji suci pernikahan.



Gibran dan Aprilia telah berdiri di hadapan seorang pastor yang akan membimbing mereka mengucapkan janji suci pernikahan.


"Semoga Tuhan memberkati pernikahan kalian bersama dengan banyak cinta dan sukacita" ucap sang pastor



Gibran dan Aprilia saat ini berhadapan dan mereka secara bergantian mengucapkan janji suci pernikahan.


"Saya Mengambil Engkau Menjadi Istri ku. Saling Memiliki dan Menjaga Sekarang dan Selamanya. Pada Waktu Susah, Senang, Kelimpahan, Kekurangan, Sehat, atau Sakit. Sampai Maut Memisahkan. Sesuai dengan Hukum Allah yang Kudus, dan Inilah Janji Setiaku yang Tulus" Ucap Gibran dengan suara yang mantap namun kedua matanya berkaca-kaca menandakan sebuah kebahagiaan yang dia rasakan.


Kemudian di lanjutkan oleh Aprilia


"Saya Mengambil Engkau Menjadi Suami ku. Saling Memiliki dan Menjaga Sekarang dan Selamanya. Pada Waktu Susah, Senang, Kelimpahan, Kekurangan, Sehat, atau Sakit. Sampai Maut Memisahkan. Sesuai dengan Hukum Allah yang Kudus, dan Inilah Janji Setiaku yang Tulus" ucap Aprilia dengan setetes air mengalir di pipinya.


Segera di hapus oleh Gibran, mereka berdua tersenyum bahagia, setelah janji suci mereka ucapkan telah selesai semua yang hadir bertepuk tangan ikut bahagia.


"Selamat atas pernikahanmu. Semoga Tuhan memberkatimu dengan Kasih-Nya, Kebijaksanaan-Nya, dan Bimbingan-Nya". ucap sang pastor.



Acara berlanjut ke resepsi.




*****


Skip acara selesai


(Maafkan acara pernikahan Gibran dan Aprilia seadanya karena ay pun nda tau persis macam mana pernikahan itu🀭 maklum belum pernah nikah hehe dan tidak ada adegan ++ yak karena ay pun tak tau masalah gitu dan kalau ay membaca novel yang mengandung adegan seperti itupun selalu ay skip 🀭 jadi cerita ay pun akan ay skip ya hehe)


*****


Kalau di kota Jakarta saat ini keluarga Yan sedang sibuk dengan acara pernikahan Gibran dan Aprilia beda lagi di kota B.


Saat ini Jonathan dan Juliana sedang berjalan-jalan di sekitar taman yang tak jauh dari mansion.


...out fit Juliana dan Jonathan...




"Apa kamu mau makan sesuatu sayang?" tanya Jonathan.


Juliana menoleh ke arah sang suami "Emm... Apa ya?" bukannya menjawab malah Juliana bertanya kembali dan hal itu membuat Jonathan gemas sendiri.


"Kamu ini bikin gemes deh sayang" ucap Jonathan sembari mengacak rambut sang istri dan hal itu membuat Juliana mengerucutkan bibirnya.


"Ha ha ha, istriku minta di cium ya hem" ucap Jonathan dan Juliana hanya bisa mendelik kan matanya.


"Aku mau banana milkshake, matcha tacho dan jangan lupakan avocado puding untuk dessertnya ya" ucap Juliana sedangkan Jonathan kembali tertawa dan satu pukulan mendarat di lengan sang suami.


"Au au enak sayang" goda Jonathan sembari mengelus lengannya yang kena pukul sang istri.


Melihat sang istri kembali cemberut Jonathan kembali tertawa tak ingin lama melihat sang istri cemberut Jonathan berkata" ok ok maaf sayang karena aku menggoda mu, aku pergi sebentar ke toko ice cream seberang sana kamu jangan kemana-mana ya" sembari mengusap rambut istrinya itu Juliana menganggukkan kepalanya.


Jonathan pergi menuju toko seberang jalan sedang Juliana tetap duduk di bangku taman itu menunggu sang suami membelikan ice cream pesanannya.


Setelah beberapa saat Jonathan kembali membawakan pesanan sang istri.





Semua pesanan Juliana sudah terhidang di hadapannya. Sang istri melihat semua dengan mata berbinar.


"Ah Jo makasih banyak" ucap Juliana sekaligus memberikan sebuah kecupan di pipi sang suami.


"Hanya di pipi sayang?" tanya Jonathan mengangkat sebelah alisnya.


"Iya, cukup di pipi saja karena saat ini kita sedang berada di luar" jawabnya.


Plak


Satu pukulan kembali mendarat di lengan sang suami.


"Sejak kapan suami ku yang tampan ini menjadi mesum seperti ini" tanya Juliana.


"Ha ha ha, aku hanya mesum pada istri cantikku seorang ini saja apa salahnya hem" jawab Jonathan.


"Jo... "


Mereka tertawa bersama.


*****


Kita berpindah tempat ke kota Jakarta πŸ“Œ


Saat ini semua keluarga Yan sedang menikmati makan malam bersama.


Bukan hanya keluarga besar Yan dan keluarga dari tuan Aran tapi juga beserta para sahabat dari Gibran dan Aprilia dan jangan lupakan teman-teman dari nona muda Yan tersebut juga ikut berkumpul disana.


Bunda Nindy tersenyum melihat gadis yang akan di jodohkan dengan putra Nicolas juga berada disana.


Bunda Nindy mendekati gadis itu.


"Sayang, kamu disini juga ternyata" ucap bunda Nindy.


"Tante" sapa gadis itu berdiri dari tempat duduknya kemudian mencium pipi bunda Nindy.


"Bunda" panggil nona muda Yan mendekati bunda Nindy dan memeluknya.


"Bunda kenal Elisa?" tanya Jeslin.


"Kamu juga mengenal Elisa sayang?" tanya bunda Nindy heran karena usia Elisa dan Jeslin berbeda.


"Iya Bun, Elisa adalah kakak kelas dari Jes tapi dia tidak mau dipanggil kakak kan ngeselin" jawab nona muda Yan itu.


Bunda Nindy dan Elisa tertawa bersama.


"Kebetulan sekali bunda mau mengajak kamu bertemu dengan Nico, yuk" ajak bunda Nindy


Gadis itu menganggukkan kepalanya sedangkan Jeslin yang masih bingung hanya mengikuti kedua orang itu dari belakang.


Mereka tiba dimana Nicolas sedang santai duduk.



"Sayang" panggil bunda Nindy


Nicolas mendongakkan kepalanya memandang sang ibunda datang.


"Iya bun"


"Abang" panggil Jeslin sembari memeluk pria tampan itu.


Sedangkan Elisa tersenyum melihat kedekatan Nicolas dan Jeslin.


"Sayang ayok duduk disini, ada yang mau bunda bicarakan" ucap bunda Nindy sambil menyuruh Jeslin untuk duduk di samping Elisa.


Saat ini mereka saling berhadapan, Nicolas mengerutkan dahinya seperti mengingat gadis yang ada di samping Jeslin tersebut.


"Masih ingatkan sayang pembicaraan tempo hari sama bunda?" tanya sang ibunda.


"Perjodohan itu?" jawab Nicolas.


"Ya, dan gadis itu adalah Elisa. Dia salah satu staf di kantor mu. Sepertinya kamu sedang mengingat dia siapa kan?" ucap bunda Nindy.


"Hah, bang Nico bunda jodohin sama Elisa? beneran nih? asek akhirnya kau Elisa akan ku panggil kakak haha" ucapan Jeslin membuat bunda Nindy tertawa sedangkan gadis itu hanya tersenyum simpul Nicolas, jangan tanya wajahnya tetap datar seperti jalan aspal.


*****


Nah nah terjawab sudah gadis yang akan di jodohkan dengan Nicolas adalah...



...Elisabeth Moon...


...Berusia 20 tahun salah satu staff di kantor Saputra corp....


*****


hehe, apakah perjodohan mereka berlanjut ataukah tidak?


Siapa lelaki yang juga di jodohkan dengar Arneta?


πŸ“Œ Gambar by pinterest


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘


...Salam hangat dari Aya ❀️...