
Devan Alexander 25 tahun seorang pengusaha muda .kaya raya tampan dan cerdas di umurnya yang masih 25 tahun dia sudah mampu meminpin sebuah perusahaan besar .yaitu Alexander Corp .siapa yang tidak tau alexander corp .perusahaan besar yang menggurita memiliki banyak anak perusahan yang bergerak di banyak bidang dari pertambangan perbankan pusat perbelanjaan dan masih banyak lagi .
Saat ini Devan sudah memarkirkan mobil mewahnya di club xxxx . Dia segera turun dari mobilnya dan segera masuk kedalam club saat sampai di pintu masuk semua orang menatap kagum pada devan . security yang berjaga di pintu masuk memberi hormat .bahkan Devan tidak perlu mengantri seperti orang lain karena club ini milik sahabatnya yaitu Adam .
"Selamat malam pak "sapa security
Devan hanya mengangguk kepalanya .dia langsung masuk kedalam club.
Devan berjalan menuju ke Lantai 2 dimana adam dan teman-temanya sedang mengadakan pesta. sampainya di lantai 2 saat akan menuju Ruangan Dimana adam dan teman-temannya sedang mengadakan pesta.tiba-tiba matanya menatap seorang wanita yang sedang bertengkar dengan wanita lain. Terdengar percecokan antar keduanya . dilihatseorang pria mendorong salah satu wanita tersebut .
HUFFFTTT helaan nafas berat Devan masih melihat perdebatan di antara keduanya . Dia langsung menghampiri keduanya sebenarnya Devan enggan ikut campur.apalagi perdebatan antara 2 wanita tapi saat melihat seorang Pria berbuat kasar pada seorang perempuan .Devan tidak bisa tinggal diam . Dia paling benci dengan Pria yang suka menyakiti Perempuan . Sejak kecil ayahnya selalu mengatakan bahwa sebagai Laki-Laki kita harus melindungi Perempuan . saat ini pria itu akan melayangkan tangannya pada wanita tersebut.
HAPPPPP
Devan menahan tangan pria Itu.
"Nggak seharusnya lo kasar ama cewek bro " ujar Devan
Semua Orang menatap Devan .termasuk pria itu .dia menatap tajam Devan
"Siapa Loe? Lepasin " Teriak Pria itu
Devan tak menjawab pertanyaan.
Krakkkkkkk
"AWWWWWWW."rintihan pria itu kesakitan saat tangannya di cengkram oleh devan .
"LEPAS SIALAN . "
"LO SEMUA KENAPA DIEM AJA .BANTUIN GUA "
teman - teman segera mendekat kearah devan .dia langsung mendorong tubuh Ibram mengarah pada teman-temanya .
Ibram merasa sakit pada tanganya sepertinya tulangnya ada yang patah
Sial batin Ibram
Ia ingin membalas memukul Devan tapi beberapa orang Security datang menghampiri mereka .
Pak .bapak mending usir orang ini soalnya dia udah ngerusak pesta saya" ujar Ibram menunjuk kearah Devan yang masih berdiri diam dengan tangan yang dimasukn kedalam saku .dia tak berniat berbicara .
Pak security terkejut .bagaimana bisa dia mengusir Temannya Bos
Sedangkn di dalam ruangan Ilham yang sedang minum-minum dengan teman temannya.berpamitan ingin keluar sebentar ingin mencari Devan yang dari tadi belum sampai .apa dia tidak tau tempat itu tidak mungkin bukan pertama kalinya bagi devan Ke Clubnya .apalagi mereka memiliki Ruangan Khusus jadi mana mungkin Devan kesasar .saat keluar dari ruangan Vip dia melihat ada sebuah keributan di Meja yang letaknya tak jauh.karena Penasaran Ilham Mendekati kerumunan tersebut .dilihatnya ada Beberapa Security dan ada temannya yang sedari dia tunggu yaitu Devan .dia segera menghampiri Devan .
"Ada apa ini ?"tanya ilham
Semua orang menatap kearah Ilham
"B-Bos" Ujar Security terkejut melihat Ilham
"Siapa Lo?"tanya Ibram ketus
Ilham menatap Ibram datar . ia tak berniat Pertanyaan itu.
Jesica melihat Ilham Terkejut .
God. Dia bukannya Ilham Pratama batin jesica
Dia tahu kalau orang yang berdiri di depan Ibram adalah Ilham Pratama seorang Pengusaha sekaligus Pemilik Club ini.
"Selamat Malam Tuan .maaf tapi sepertinya ada kesalah pahaman di sini. " ujar Jesica menghampiri Ilham
"Jadi Kami sedang mengadakan Pesta .tapi tiba-tiba perempuan Ini datang dan mengganggu Pesta kami ."
" sebaiknya bapak Usir aja anak ini .karena mengganggu kenyamanan di Club ini "
penampilannya sungguh tidak cocok masuk kedalam Club batin Ilham melihat dari atas hingga bawah
"Kenapa?"tanya juli menatap pada ilham yang mematapnya seperti orang mesum .
Galak juga ni cewek batin ilham
"HEH nenek Lampir .gua kasih tau ya loe nggak usah suruh orang buat Usir gua .gua bakal pergi dari tempat ini .ayo Al"Menarik tangan alya untuk Pergi meninggalkan tempat ini. Tapi baru beberapa langkah juli berhenti tepat di depan Devan .
"Terima kasih Pak Sudah Bantu saya ."ujar juli dan pergi meninggalkan mereka
Devan hanya terdiam .
Pak ?batin Devan
" Terima Kasih .sudah mengusirnya "ujar jesica dengan senyum manisnya
Ilham hanya menatap geli
"Siapa? Aku? Aku tak mengusirnya "ujar ilham
"Kalian liat sendiri dia sendiri yang mau pergi "
"Permisi bisa kah kau mengusir dia juga .karena dia telah mengganggu pelanggan .lihat dia telah melakukan kekerasan Pada kami ."ujar Ibram
Ilham menatap kearah Devan
Tapi devan hanya diam .
Di luar Club.
Juli melepaskan tangan Alya .
"Jul sorry.nggak seharusnya gua-"ujar alya terdengar terisak
"Nggak seharusnya gua ngebelain Bajingan itu. "
Juli hanya diam .
"Jul.loe.loe boleh marah sama gua loe bisa ngata-ngatain gua tapi Please loe jangan diem kaya gini ."
"Al.Gua emang marah sama Lo.kenapa lo bisa -bisanya nggak sadar kalo lo cuma dimanfaatin .tapi Gua lebih marah sama Si bajingan Itu .Lo itu jadi cewek terlalu Baik AL.Loe itu Tulus banget loe melihat semua Orang Baik .bahkan lo nggak sadar kebaikan lo di manfaatkan untuk hal yang buruk.kayak sekarang .ini bukan salah lo al bajingan itu aja yang buta nggak bisa liat cewek setulus dan sebaik elo.dan Gua juga bersyukur Lo nggak di apa-apain sama tu bajingan. Lo tau kan tempat apa yang Loe datengin di tambah tadi loe mabuk al. Kalo Loe kenapa-napa sumpah gua bakal Hajar tu Cowok "
"Jul"alya langsung memeluk sahabatnya itu.alya bersyukur memiliki sahabat seperti juli .dia tulus berteman dengan Alya. Tampa melihat siapa alya .dulu hanya untuk memiliki teman Alya rela dimanfaatkan bahkan di peralat .yang alya Fikir Mereka Baik dan Tulus berteman dengannya tapi ternyata tidak .dan setelah mengenal juli alya merasakan .kebaikan . Kejujuran dan apa adanya juli membuat alya bersyukur memiliki juli sebagai sahabatnya .
"Makasih jul" ujar alya
JULEHAAAAA panggil seseorang dengan Kencang
Juli dan alya melepas pelukan mereka dan melihat siapa orang yang memanggil mereka
"Satria"batin juli dia menatap alya
"Sorry jul gua yang minta Satria datang "
Juli hanya menatap tajam Kearah alya dia hanya bisa membuang nafas berat .
"Kalian nggak apa-apa ?"tanya satria pada juli dan alya
Keduanya hanya mengangguk .terlihat wajah satria yang kwatir sekaligus marah
"Sat .kita nggak apa-apa kok tadi cum-"ujar juli terpotong satri pergi masuk kedalam Club Tersebut .
Juli dan alya terkejut.mereka merasa kwatir mereka tahu akan terjadi sesuatu yang buruk akan terjadi .dan mereka langsung menyusul Satria .