Juliana

Juliana
Bab 43



Masih kejadian yang sama...


"Total hutang beserta bunganya sebanyak 500 juta" ucap Arman dan hal itu membuat mata paman Aran membulat sempurna karena kaget.


"Apa maksud Anda pak Arman? Anda tahu betul berapa hutang saya tidak sampai segitu banyaknya, mengapa sekarang Anda mengatakan hutang saya 500 juta?" ucap paman Aran tidak terima.


Nyonya besar Lin dan sang asisten Alex masih diam memperhatikan kedua orang itu berdebat.


"Anda yang tidak bisa menghitung pak Aran. Ini rincian hutang Anda dengan tuan Bisma" Arman menyerahkan selembar kertas HVS kepada paman Aran.


Isi dari kertas itu total seluruh hutang beserta bunganya yang setiap hari bertambah setelah bulan pertama terlewat maka bunga akan di hitung per hari jadi total 500 juta.


Setelah paman Aran menerima dan membaca isi surat itu, paman Aran terduduk di lantai sembari berkata "Tidak, ini namanya pemerasan saya tidak mungkin sanggup untuk membayarnya" paman Aran bersimpuh di bawah kaki Arman.


Secepat kilat Alex mengangkat bahu paman Aran agar berdiri setelah mendapat kode dari Nyonya Roseline.


"Berdiri Pak, Anda tidak seharusnya bersimpuh di kaki mereka" ucap Alex lembut tapi terdengar tegas di telinga paman Aran.


"Terserah padamu, hari ini juga kau istri dan kedua putrimu itu wajib keluar dari rumah ini tanpa satupun barang yang di bawa kecuali pakaian yang kalian kenakan" ucap Komar.


"Tidak pak, tak mungkin. Kami mau tinggal di mana" ucap paman Aran sambil sesenggukan


"Itu bukan urusan kami" tegas Arman.


Tak tega untuk tetap membiarkan pak Aran menangis seperti itu akhirnya Nyonya besar Lin bersua.


"Begini saja, biar saya yang akan membayar lunas semua hutang serta bunganya kepada bos kalian langsung nanti bawa aku ke tempat bos kalian" ucap grandma Lin.


Kedua orang suruhan tuan Bisma ragu untuk mengiyakan permintaan wanita tua di depan mereka ini.


Alex yang mengerti akhirnya maju dan mengajak Arman serta Komar untuk mengobrol secara pribadi.


"Kami pulang dulu nyonya dan masalah pertemuan dengan bos kami akan kami beri kabar" ucap Arman.


Setelah kepergian dari dua orang cecunguk itu, grandma Lin akhirnya membuka suara atas niat baiknya datang ke rumah Ana.


"Nyonya mari silakan masuk ke gubuk saya" ucap paman Aran yang masih terdengar sesenggukan.


Akhirnya grandma Lin dan Alex masuk ke dalam rumah paman Aran.


Kebetulan di rumah memang tidak ada orang, Juliana dan Aprilia ke kampusnya sedangkan sang istri pergi ke pasar.


"Sebentar nyonya mau minum apa?" tanya paman Aran.


"Tak perlu repot repot Pak Aran, bisa kita bicara sebentar?" ucap Nyonya besar keluarga Yan itu.


Paman Aran yang gugup menjawab dengan sedikit gagap "Bii.. bisa Nyonya".


"Relax saja pak Aran" ucap grandma Lin lembut.


"Begini, niat saya datang kemari adalah ingin melamar Juliana" sontak ucapan dari grandma Lin membuat paman Aran sangat terkejut.


"Maksud Nyonya mau menjadikan Ana menantu di keluarga Nyonya?" ucap paman Aran yang masih syok mendengar ini semua.


Nyonya besar Lin itu tersenyum dan mengangguk kan kepalanya tanda memang benar seperti itu.


"Tapi Nyonya..."


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.


...Salam hangat dari Aya ❤️...