Juliana

Juliana
RUMAH SAKIT 3



Lagi-lagi devan menahan tangan Juli. Dilihatnya wajah juli yang semakin pucat . Pandangan juli mulai kabur badannya tiba-tiba lemas dan Bugg juli jatuh pingsan.syukurnya devan langsung menangkap tubuh juli .dia langsung mebawa juli kearah ranjang rumah sakit .


"Kalian tau tugas kalian "ujar Devan setelah meletakan juli di atas kasur


"Iy.iya Pak "


"Lakukan yang terbaik .jangan sampai ada yang kelewat "


Semua dokter mengangguk .mereka bergantian memeriksa juli.


Tiba-tiba seseorang masuk .


"Bro.loe kenapa? Lo nggak apa-apa? kenapa lu panggil semua dokter spesial "


tanya orang tersebut kwatir sekaligus .terkejut melihat banyak dokter di ruangan tersebut . .


Devan hanya diam .dia tak bermKsud menjawab pertanyaan yang dilontarkan .


"Van Lu tau seluruh rumah sakit jadi heboh .gara-gara tindakan loe ini ." ujar nya sambil melangkah menghampiri Devan


"Ha?dia?van kenapa dia ada di sini?terus kok dia nggak sadarkan diri ?" Tanya orang itu terkejut dilihatnya Seseorang yang dia kenal sedang terbaring di atas kasur .


"Dia kenapa van?"


"Ham mendingan loe diem. "ujar devan


Merasa namanya di sebut . Ilham langsung terdiam .dia bingung dengan apa yang dilakukan Temannya ini .saat sedang melakukan pemeriksaan tiba-tiba ada notifikasi bahwa semua Dokter spesialis harus berkumpul .apalagi saat dilihatnya


Semua dokter spesialis sudah berkumpul .


kalian harus tau Ilham dia merupakan seorang dokter Spesialis Obygim .di rumah sakit Milik Devan .


Ilham seketika langsung diam. dia tidak berani bertanya .apalagi melihat Devan yang sedang fokus menatap juli .


dilihatnya Devan terus menatap kearah juli yang masih mendapatkan penanganan dari para dokter .


Ilham masih menatap sahabat sekaligus atasannya ini. Sebuah senyum mengembang di Wajah ilham .


Dasar batin ilham sambil menepuk pundak Devan


Devan menatap kearah ilham .dilihatnya senyum ilham .devan tau maksud dari senyuman itu .tapi dia tidak peduli


Ada apa ini kenapa gua kayak gini.batin Devan .


Akhirnya Pemeriksana Juli telah selesai semua dokter meninggalkan ruang Tersebut . Devan Masih berdiri di sisi ranjang Juli sejak tadi pandangannya tak lepas dari juli.bahkan Saat dokter pamit untuk pergi devan hanya diam .


Diruangan tersebut tinggalah Devan dan Ilham .


TOK TOK TOK suara ketukan pintu .


Seseorang masuk kedalam ruang inap .


"Pak Devan"panggil seseorang


"Ada apa .lif "


"Kami sudah menghubungi wali Pasien .dan saat ini sedang beliau sedang Bersama dokter Anggi "


Devan hanya mengangguk


"Pak "


"Siang ini bapak ada jadwal meeting dengan para direktur"


Devan membuang nafas berat .dia hampir lupa jika dia ada meeting.


" baiklah.kita pergi sekarang "


"Ham "


Ilham hanya mengangguk paham .


Devan menatap kearah juli yang masih terbaring tak sadarkan diri.dan langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah kepergian Devan .ilham menatap kearah juli .


Dari awal gua lihat loe.loe emang beda batin ilham .


Tok tok tok suara ketukan Pintu .


"Permisi dok .keluarga pasien sudah datang "


"Biarkan beliau masuk "


"Juliana "ujar bunda juli yang melihat putri kesayangannya terbaring di Ranjang


"Sayang. Bangun sayang ini bunda .kenapankamu bisa kayak gini maafin bunda ya harusnya tadi bunda temenin kamu ." Ujar bunda juli terdengar sedih bercampur kwatir melihat keadaan putrinya


Tadi saat mengantri obat .tiba-tiba ada seorang perawat menghampiri bunda juli .


Lalu mengajak bunda juli menemui seorang dokter.sampainya di ruangan dokter tersebut . Bunda begitu terkejut saat dokter menceritakan semua kejadian yang terjadi pada juli.


"Permisi."ujar Ilham


"I.iya dok .bagaimana keadaan anak saya "


"Keadan pasien sudah lebih baik.saat ini kami tinggal menunggu pasien sadar"


"Tapi kenapa anak saya masih belum sadar dok "


"Ibu jangan kwatir . saat ini pasien masih di pengaruhi obat bius."


"Ibu pasti sudah di beritahu oleh dokter anggi. Keadaan pasien memang tadi tidak baik. Tapi setelah melakukan pemeriksaan ternyata tidak ada hal yang fatal. Mungkin Semua dia akibatkan oleh Cidera di kaki pasien tapi setelah di periksa .tidak ada yang perlu di kwatirkan. Kondisi pasien akan baik-baik saja setelah beberapa hari di rawat ."jelas ilham


"Baik dok.terima kasih "


Derrt dertt Suara handphone ilham


"Maaf saya harus pamit pergi karena ada panggilan darurat .kalau begitu saya permisi. "


"Iya dok .sekali lagi terima kasih banyak "


Satria hanya mengangguk .berjalan meninggalkan Ruangan Juli.


Akhirnya juli mulai siuman.


"Bunda"


"Sayang .kamu udah siuman .sebentar bunda panggil dokter dulu "


Bunda langsung memanggil perawat


Setelah beberapa menit kondisi juli mulai membaik


"Bun kenapa juli ada di sini"


"Sayang tadi kamu pingsan di Koridor rumah sakit."ujar bunda


Akhirnya juli mengingat semuanya.


"Kamu itu.ini terakhir kalinya kamu bikin bunda takut dan kwatir "


"Maafin juli .gara-gara dirawat pasti biayanya mahal banget ."


"Kamu itu bilang apa sih .yang penting sekarang kamu baik-baik aja .itu yang terpenting .soal biaya kamu nggak udah kwatir. "


"Tapi bun ."


"Sayang. Kamu denger ya apapun akan bunda lakuin buat kamu. Kamu tau kamu buat bunda takut.takut kamu kenapa-kenapa .kamu itu lebih berharga dari apapun di dunia ini."


"Bunda"juli terharu mendengar apa yang bunda katakan


"Sekarang kamu istirahat ."


Juli hanya mengangguk .


Waktu sudah menunjukan pukul 3 sore.tok tok tok .seseorang mengetuk pintu ruangan inap juli.


"Vicky"ujar juli menatap seseorang berdiri di ambang pintu ruang inapnya .


"Julianaaaa"panggil alya dan satria bersamaan saat tiba di depan pintu ruangan juli


Ketiganya masuk kedalam ruangan juli


"Kalian ?.kalian tau dimana gua di sini?"


"Bunda yang kasih tau."


Juli menatap kearah bundanya .


"Juli. Gimana keadaan loe ?gua denger loe pingsan ?loe nggak apa-apa kan ? "Tanya alya


"Gua nggak apa-apa"jawab juli


"Kalo gitu anak-anak bunda titip juli ya. Bunda mau pulang dulu mau ambil keperluan juli "


"Iya bun .bunda tenang aja. Apa bunda mau Satria anter?"


"Nggak usah. bunda naik taksi saja .kamu di sini aja sama yang lain"


Satria hanya mengangguk


"Sayang bunda pulang dulu ya .kamu baik-baik di sini kalo ada apa-apa kamu telfon bunda"


"Iya bun bunda hati-hati"


Bunda pergi meninggalkan Ruang inap juli.


Setelah kepergian Bunda vicky berdiri di samping ranjang juli .


"Gimana keadaan loe?"


"Dokter bilang apa?"


Juli membuang nafasnya berat


"Gua kan tadi udah bilang gua nggak apa-apa "


Vicky kurang puas dengan jawaban juli .kalau dia tidak apa-apa kenapa bisa sampai dirawat .


Akhirnya juli menceritakan pada sahabatnya . Tapi di tidak menceritakan kejadian tentang Devan.juli takut kalau sahabatnya akan marah apalagi Vicky .juli tidak ingi terjadi sesuatu yang buruk .


"Loe bikin kita semua kwatir tau nggak?"ujar satria


"Kalo bukan karena gua chat bunda.gua mana tau kalo loe di rawat" ujar alya


"Hehehehe"


Vixky masih menatap juli


"Uhhhhh laper gua .gimana kalo kita cari makan dulu ."ujar satria


"Gua setuju.gua juga laper. "Ujar alya


"Di lantai 1 ada cafetaria kalian bisa beli makan di sana .tadi gua liat banyak yang jualan "


"Kalo gitu gua sama vicky beli makan dulu "


Juli dan alya hanya mengangguk .keduanya segera meninggalkan ruang inap juli


Tinggalah juli dan alya.juli merasa lega akhirnya vicky meninggalkan ruangan .


"Ada yang loe sembunyiin dari kita jul"


"Hah?enggak kok?"


"Loe nggak bisa boong sama gua jul .loe pasti nyembunyiin sesuatu kaan?"


Juli membuang nafas berat. Sepertinya dia tidak bisa membohongi sahabatnya ini akhirnya juli menceritakan semua kejadian yang sebenarnya pada alya.


Alya benar-benar terkejut.


"Loe seriusan kan jul"


"Gua serius."


"Ahhhhhhhh. Sosweet udah kaya cerita novel-novel romantis yang gua baca . Ahhhh gua iri sama loe jul"


Juli menatap kesal kearah alya .


"Al gua minta loe jangan ceritain ini ke yang lain .apalagi vicky loe tau sendiri dia gimana"


Alya hanya mengangguk


"Terus sekarang pak devannya kemana?"


"Gua nggak tau "


"Jul. Loe harusnya berterima kasih sama pak Devan kalo nggak ada dia .dianudah tolongin loe .


Juli membuang nafas berat kejadian tadi siang terus menghantui nya .perasaannya saat ini campur aduk .


"Tapi .semua juga gara-gara dia kan?"


" jul. Nggak boleh gitu.loe harus bersyukur dia nolongin loe ."


"Iya gua juga tau ."


"Jadi?"


"Iya iya gua bakal minta maaf .sekligus bilang makasih "


" anak pinter.jadi gimana rasanya di gendong ama cowok ganteng "goda alya


Juli menatap jengah kearah alya.


Hahahhaha alya tertawa melihat ekspresi juli .