
HAPPY NEW YEAR SEMUANYA🎉🎉🎉
DOA DAN HARAPAN SEMOGA DI TAHUN INI KEADAAN KITA SEMAKIN MEMBAIK, PANDEMI CEPAT BERAKHIR SEMUA CITA-CITA TERCAPAI DAN SEKOGA KITA SEMUA DALAM KEADAAN SEHAT SELALU. SEMOGA KEBAHAGIAAN SELALU MENGELILINGI KITA SEMUA AAMIIN🥰
Flashback on restoran.
"Kau ingat aku kan Jo" ucap Amanda
Jonathan mengerutkan keningnya "Kau siapa, aku tidak mengenal siapa dirimu"
Juliana hanya diam mengamati Aprilia memandang malam pada wanita itu sedangkan Gibran dan Jeslin memandang dengan sinis.
Amanda memandang ke arah lain tepatnya kepada Jeslin.
"Hai Jes, kenapa kau bisa ada disini? Oh ya ampun setelah kau ditinggalkan Riko kau beralih mendekati pria tampan lain" ucap Amanda sembari tertawa kecil.
Jeslin merotasi matanya sedangkan wajah Gibran sudah benar-benar merah padam saat ini.
Aprilia yang melihat hal itu refleks menggenggam tangan Gibran karena mereka duduk bersebelahan.
Seketika wajah Gibran yang merah padam tadi kembali seperti semula.
Pandangan itu tak luput dari Jeslin, gadis itu tersenyum "Akhirnya bang Gib menemukan seseorang yang bisa menenangkan amarah nya" gumam dirinya dalam hati.
"Apa urusannya dengan mu? Mau aku dengan siapapun itu urusan kau lebih baik pergi dari hadapanku karena Aku muak melihat wajahmu yang seperti badut itu" ucap ketus Jeslin.
Amanda mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya setelah itu berkata "Heh wanita murahan harusnya kau itu sadar diri kau yang harus pergi bukan aku paham"
BRAKK
Gibran menggebrak meja yang berada di hadapannya itu karena mendengar adik kesayangannya disebut wanita murahan oleh wanita yang sesungguhnya murahan.
"Hai Nona tarik kembali ucapanmu tadi atau kau akan menyesal telah berani mengatakan hal seperti itu" bentak Gibran dengan tetap mengepalkan tangannya menandakan dirinya saat ini benar-benar marah.
"Oh hai tampan mengapa kau membela dia jelas-jelas dirinya itu memang murahan" ucap Amanda dengan lantang
ingin rasanya saat itu juga Gibran mencekik wanita yang ada dihadapannya saat ini.
melihat hal itu Jonathan sudah mulai paham keadaan saat ini sudah mulai tidak kondusif akhirnya Gibran mengambilnya handphone dan menelpon seseorang
"..."
Selang beberapa saat datanglah 5 orang bertubuh besar berpakaian serba hitam berotot menunduk di hadapan Jonathan dan juga Gibran.
"Kami berlima izin menghadap Tuan" ucap salah satu pengawal dari kelimanya itu.
"Gibran berdiri dihadapan kelima orang itu dan berkata seret wanita murahan ini keluar dari sini" titah Gibran kepada kelima orang itu.
Amanda tentu saja dirinya kaget kenapa Ada apa itu yang ada di dalam benaknya.
2 orang bertubuh besar menyeret lengan Amanda masing-masing di sebelah kiri dan kanannya Amanda tentu saja memberontak tapi apa daya kekuatannya kalah oleh mereka.
Mau tidak mau Amanda diseret secara paksa menuju pintu keluar sedangkan 3 orang pengawal mengikutinya dari belakang.
Hening seketika setelah kepergian Amanda, Jonathan yang tidak tahu apa-apa mengkerutkan keningnya
"Ada yang bisa menjelaskan siapa perempuan itu?" tanya Jonathan.
"Dia seperti sangat mengenal diriku, tapi sayangnya aku benar-benar tidak mengenal dirinya" ucap Jonathan kembali.
"nanti aku akan menjelaskannya padamu Jo jadi sekarang kau tenang saja" balas Gibran.
Mereka semua melanjutkan launch mereka. Hening lagi tapi Jonathan kembali membuka suaranya "apakah kalian mau ke pantai? kalau mau setelah ini kita pergi ke pantai" tanya Jonathan.
Semua saling melirik kemudian mengangguk bersamaan menandakan bahwa mereka semua setuju untuk pergi ke pantai.
"Baiklah kalau kalian semua setuju setelah makan siang kita ini kita lanjut pergi ke pantai".
Flashback off.
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK DUKUNGAN KAKAK-KAKAK SEMUA 😘
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘
...Salam hangat dari Aya ❤️...