Juliana

Juliana
Bab 65




Hari yang di nantikan telah tiba, Pernikahan dari pewaris kerajaan bisnis keluarga Yan itu akan di selenggarakan hari ini, semua orang sudah sibuk dengan tugas mereka masing masing.


Pagi tadi Juliana, Aprilia dan kedua orang tuanya sudah di jemput oleh sopir keluarga Yan.


Juliana dan Jonathan akan melakukan pemberkatan di halaman belakang mansion Yan tersebut sesuai keinginan dari nyonya besar Lin Yan.


Juliana saat ini sedang dirias oleh MUA.



Setelah selesai dirias Juliana di jemput oleh paman Aran. "Ana, satu harapan paman semoga kebahagiaan selalu mengiringi kehidupan rumah tangga mu kelak" ucap paman Aran dengan mata berkaca-kaca.


Juliana tersenyum jujur saja dirinya tak pernah memimpikan akan terjadi hal seperti ini karena dirinya yang tidak di inginkan oleh ayah kandungnya sendiri.


"Paman terimakasih atas semuanya, terimakasih karena paman mau menjadi wali yang akan menyerahkan Ana kepada calon suami Ana" pertahanan Juliana akhirnya jebol dirinya benar benar tidak bisa untuk tidak menangis.


"Cup cup cup Ana tak boleh menangis karena mulai dari hari ini paman hanya ingin melihat senyuman bahagia di wajah cantik mu ini paham" ucap paman Aran tegas sembari tersenyum hangat kearah keponakannya itu.


Juliana hanya bisa tersenyum dan mengangguk kan kepalanya dirinya tak sanggup untuk berkata kata lagi.


Setelah itu MUA kembali membenarkan riasan wajah Juliana yang sedikit berantakan karena menangis tadi.


"Sudah siap?" tanya sang paman


Juliana mengangguk "Siap paman"


"Let's go" ajak sang paman.


Mereka keluar menuju tempat yang sudah di persiapkan untuk acara pemberkatan.


Sedangkan di atas altar Jonathan sudah menunggu kedatangan calon istrinya itu.


Jonathan tersenyum memandang gadisnya itu berjalan menuju arahnya berada.


Juliana dan paman Aran sudah sampai di depan altar. "Nak Jo aku serahkan Ana kepada mu tolong jaga dan sayangi dirinya" ucap paman Aran sembari menyerahkan tangan Juliana


Jonathan menyambut tangan gadisnya itu dan menjawab "Siap paman Jo akan menjaga dan menyayangi Juliana dengan segenap hati jiwa dan raga Jo"


Paman Aran pamit undur diri dari hadapan Jonathan dan Juliana dan kembali ke tempat duduk di samping istri dan anaknya Aprilia.



Juliana dan Jonathan mereka berdua dipersilakan oleh Pendeta untuk berdiri kemudian berpegangan tangan, setelah dilakukan beberapa liturgi atau tata cara kebaktian.


Setelah itu pendeta menyuruh kedua mempelai secara bergantian mengucapkan janji suci :


"Juliana... aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" ucap Jonathan dengan nada sedikit bergetar menahan haru.


Juliana pun ikut terhanyut dalam ucapan janji suci dari Jonathan bahkan matanya ikut berkaca kaca.


Setelah Jonathan selesai saatnya giliran Juliana yang mengucapkan janji suci.


"Jonathan... aku mengambil engkau menjadi suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" tak kalah bergetar dari Jonathan suara Juliana pun seperti itu.


Setelah usai mengucapkan ikrar, semua orang yang hadir bertepuk tangan menandakan mereka ikut berbahagia atas pernikahan dari kedua mempelai itu.


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.


...Salam hangat dari Aya ❤️...