
Pagi yang tenang tiba-tiba saja berubah menjadi riuh.
Jonathan yang berteriak membangunkan seisi mansion.
"Jo ada apa" tanya sang mama dengan wajah yang ikutan panik.
"Mah tolong panggil dokter Arya (dokter pribadi keluarga Yan) kemari sekarang juga" jawab Jonathan.
"Memang ada apa Jo?" tanya sang papa yang baru saja tiba di depan kamar sang putra.
"Ana pingsan di kamar mandi pah" jawab Jonathan dan sontak hal itu membuat pasangan suami istri itu melotot kan mata mereka.
"Ok papa telpon sekarang" tuan Jerry bergegas masuk ke kamarnya untuk menghubungi sang dokter sedangkan sang mama masuk ke kamar sang putra untuk melihat keadaan sang menantu.
"Ya Tuhan kenapa bisa Ana pingsan dalam kamar mandi Jo?" tanya sang mama.
"Jo juga tidak tahu mah, pas Jo ingin memeluk Ana tidak ada dan Jo bangun memanggilnya tidak ada jawaban terus Jo pergi ke kamar mandi dan menemukan Ana sudah tergeletak disana" jawab sang putra sembari mengacak rambutnya.
Sedangkan Aprilia juga Gibran baru tiba di mansion setelah jogging bersama keliling taman yang tak jauh dari mansion Yan.
"Eh ada apa bi?" tanya Aprilia bingung melihat semua pelayan sibuk mondar-mandir.
"Anu non, nona Ana pingsan" jawab salah satu art tersebut.
"Apa? Ya Tuhan sekarang Ana dimana?" tanya gadis itu panik.
"Ada di kamarnya non" jawabannya.
"Ok makasih bi" ucap Aprilia kemudian berlari pergi menuju kamar Jonathan juga Juliana.
Gibran yang telat masuk mansion karena di ajak ngobrol salah satu security keluarga Yan itu tiba-tiba juga berlari masuk ke dalam menuju kamar Jonathan.
"Hah hah hah"
Aprilia dan Gibran sama-sama tersengal karena berlari, maklumlah luasnya mansion Yan tersebut tidak tanggung-tanggung.
"Kalian kenapa?" tanya tuan Jerry yang melihat kedatangan Gibran dan Aprilia seperti orang di kejar hantu tuan Jerry sudah berada di dalam kamar sang putra bersama dokter pribadi keluarga Yan tersebut.
"Kami ingin melihat keadaan Ana pah, kata security Ana pingsan" ucap Gibran yang sudah terdengar normal pernapasannya.
Gibran menarik Aprilia untuk masuk kedalam karena gadis itu setelah sampai di depan kamar Jonathan hanya bersandar di tembok saja karena pernapasannya belum normal betul.
"Belum tahu dokter Arya masih memeriksanya" jawab tuan Jerry Yan.
Setelah beberapa saat dokter Arya tersenyum ke semua orang.
"Bagaimana dok?" tanya Jonathan.
"Untuk hasil sementara, menurut prediksi saya, nona Ana wedang mengandung tapi untuk lebih pastinya nona Ana di bawa ke dokter Alina (Obgyn atau spesialis Obstetri dan Ginekologi) saja dia yang lebih ahli akan hal ini" ucap dokter Arya.
Jonathan terdiam, mama Aini tersenyum Gibran juga Aprilia juga terdiam mendengar hanya tuan Jerry Yan saja yang menyahut akan ucapan dokter pribadinya itu "Baiklah dokter, setelah menantuku siuman akan kami bawa ke tempat dokter Alina".
Dokter Arya menganggukkan kepalanya "kalau begitu saya pamit undur diri tuan Jerry" ucapnya dan di angguki oleh tuan Jerry Yan "Gibran, tolong antara dokter Arya kedepan" ucapnya.
"Baik pah, mari dokter saya antar kedepan" ucap Gibran.
Suasana hening menunggu Ana siuman setelah beberapa saat Juliana pun sadar.
"Euhh" eluhan Juliana sembari memegang kepalanya.
"Sayang kamu sudah sadar, apa yang sakit hem coba bilang sama aku" ucap sang suami.
Juliana tersenyum "kepalaku agak sedikit berdenyut Jo" ucapnya sembari memijit pelipisnya.
"Sini biar aku pijit" ucap Jonathan memijit perlahan pelipis sang istri.
Melihat keadaan sudah mulai tenang, tuan Jerry dan nyonya Aini Yan pamit undur diri serta Aprilia juga Gibran yang baru tiba di kamar Jonathan juga ikut undur diri dari sana.
Sekarang tinggallah sepasang suami istri itu di dalam kamar mereka.
"Sayang" panggil Jonathan yang masih setia memijit perlahan pelipis sang istri.
"Iya" sahut Juliana.
"Kalau kita punya anak sekarang kamu siap belum?" tanya Jonathan.
Juliana yang tadi terpejam kemudian membuka matanya melihat ke wajah pria tampan tersebut "Apakah kamu ingin segera memiliki anak Jo?" tanyanya.
"Kapan kamu terakhir kali kedatangan tamu bulanan kamu?" tanya Jonathan
Juliana mengerutkan dahinya berfikir "kapan ya? rasanya lumayan cukup lama, eh" nona muda Yan tersebut mulai mengerti arah pembicaraan dari sang suami
"Jo, apa aku..." Juliana seakan tak sanggup melanjutkan perkataannya.
"Semoga saja ya" jawab Jonathan kemudian mendaratkan kecupan di kening sang istri.
Mata Juliana berkaca-kaca Jonathan tahu bahwa Juliana pun memang sangat menyukai anak-anak.
siang itu Jonathan dan Juliana bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter Alina yang telah di rekomendasikan oleh dokter pribadi keluarga Yan itu.
Sampai di depan rumah sakit tersebut Jonathan dan Juliana masuk menuju ruangan obgyn.
Tok tok tok
"Masuk" ada suara terdengar dari dalam ruangan tersebut.
Jonathan membuka pintu ruangan kemudian masuk bersama Juliana.
"Silakan duduk" ucap dokter dengan name tag di atas meja bertuliskan dr. Alina SP.OG tersebut.
"Dengan bapak Jonatan Yan?" tanya dokter tersebut dan di angguki oleh Jonathan.
"Dokter Arya sudah menceritakan semuanya jadi untuk ibu Juliana silakan berbaring disini" ucap dokter tersebut.
Jonathan membantu Julina berbaring di atas brangkar tersebut.
Dokter Alina perlahan mengolesi gel di atas perut Juliana untuk melakukan USG apakah memang di dalam ada tumbuh janin ataukah tidak.
Setelah itu terlihat di layar monitor seperti ini
Dokter Alina menjelaskan apa yang terdapat di dalam layar monitor tersebut.
Jonathan tersenyum bahagia mengetahui bahwa ada janin di dalam perut sang istri Juliana pun ikut tersenyum.
Setelah pemeriksaan tersebut dokter Alina memberikan foto hasil USG tersebut dan memberikan resep vitamin yang harus di konsumsi selama kehamilan.
Jonathan dan Juliana tersenyum memandang gambar hasil USG tersebut.
*****
Jonathan dan Juliana telah tiba di mansion Yan. Jonathan dengan siap siaga di samping Juliana menggandeng sang istri masuk ke dalam mansion.
Seluruh keluarga Yan sudah menunggu kehadiran mereka berdua.
Jonathan mengajak Juliana duduk disana dan menyerahkan foto hasil USG tersebut ke tangan sang papa.
Tuan Jerry Yan menerima dan tahu arti maksudnya kemudian berdiri memeluk sang putra "Selamat Jo sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah" ucapan tuan Jerry Yan membuat semua orang disana bersorak bahagia.
****
Acara pernikahan Gibran dan Aprilia yang di jadwal kan Minggu depan sudah beres dilakukan oleh wedding organizer ternama di kota Jakarta. Ya acara pemberkatan akan dilakukan di kota Jakarta tempat kelahiran Gibran.
Gibran dan Aprilia berangkat ke Jakarta lima hari sebelum waktunya pernikahan mereka sedangkan tuan Jerry Yan beserta keluarga yang lain akan berangkat 3 hari sebelum hari H.
Gibran dan Aprilia akan tinggal di rumah sang bibi di kota Jakarta sambil menunggu hari spesial mereka.
*****
Next episode kita akan melihat pernikahan Gibran dan Aprilia yawww uhh akhirnya nikah juga hehe maafkeun yak kegajean ay.
Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya zheyeng berupa like juga komen untuk mendukung karya receh ay ini.
...Salam hangat dari Aya ❤️...
papayo