Juliana

Juliana
Bab 33



Masih di kantin kampus...


Juliana menatap ke arah luar kaca kantin kampus itu, kemudian dia menoleh ke arah seseorang yang berada di sampingnya.


"Hai Ana boleh aku gabung di mejamu?"


Juliana tersenyum dan mengangguk kan kepalanya "Boleh, silakan saja".


Nicolas pria tampan itu tanpa ragu duduk di samping Juliana.


Kaget, itu yang Juliana rasakan. Mengapa Nicolas duduk di sampingnya sedangkan ada bangku kosong di depannya.


"Kau mau pesan apa An?" tanya Nicolas.


"Aku sudah di pesankan oleh Sila" jawab Juliana.


Nicolas memandang ke arah Ardi dan berkata "Kau pesan makanan untuk kita ya".


Ardi mengangguk "Pesan apa?" tanyanya dan di jawab oleh Nicolas "Samakan saja denganmu".


Ardi berdiri lalu pergi. Sekarang tinggal Juliana dan Nicolas di sana.


Bingung itu yang di rasakan oleh Nicolas, harus memulai percakapan dari mana.


Sedangkan Juliana dia tetap dengan mode cueknya.


Ditempat lain. Ardi dan Sila sama sama sedang memesan makanan mereka dan tanpa sengaja mereka bersenggolan.


"Eh maaf aku tak sengaja menabrak mu" ucap Ardi yang baru sampai.


"Tidak apa kok" jawab Sila tersenyum.


"Kau teman Ana kan" tanya Ardi sambil memandang lekat ke arah Sila.


Sila mengangguk "Iya, kau temannya bang Nico kan" tanya dirinya.


"Ya, kau membawakan pesanan Ana?" tanya Ardi basa basi padahal dirinya sudah tahu.


Sila kembali mengangguk kan kepalanya.


"Kalau begitu kita bareng saja soalnya kita berempat duduk di meja yang sama" ucap Ardi pada gadis cantik di depannya ini.


Sila kaget dipikirannya kok Nicolas dan temannya ini bisa satu meja dengan dirinya dan Juliana.


Tapi Sila mencoba untuk tidak memikirkan hal ini dulu. Dirinya menunggu Ardi yang sedang memesan makanan nya.


Sesaat kemudian Ardi mendatangi tempat Sila menunggu.


"Ayok kita ke tempat duduk kita berempat" ucap Ardi riang.


Sila hanya mengangguk kan kepalanya.


Sila dan Ardi sampai di meja tempat mereka akan makan bersama.


"Loh kalian bareng ya" tanya Juliana memandang ke arah Sila dan Ardi.


Sedang Nicolas hanya memandang ke arah mereka tak berkata.


"Iya" jawab kompak mereka berdua, "Kami tadi bertemu waktu memesan makanan" sambung Ardi dan di angguki oleh Sila.


Sila yang melihat tatapan tajam dari Nikolas ke arah Ardi mengerti bahwa pria tampan itu ingin duduk di samping Juliana.


"Ah tak apa biarkan saja bang Nico di situ biar aku duduk di samping bang Ardi saja" ucap Sila sedikit merinding melihat tatapan dari Nicolas ke arah Ardi seperti mengisyaratkan bahwa ide dari Ardi adalah hal yang buruk.


Akhirnya Ardi mengangguk syukur bahwa Sila menyelamatkan dirinya yang mungkin akan di amuk oleh temannya itu apabila sampai dirinya jadi beralih tempat duduk.


Sedangkan Juliana hanya acuh saja.


Setelah itu mereka berempat makan bersama tak ada banyak obrolan mereka berempat makan dengan tenang.


Saat mereka berempat sedang menikmati makanan, tak lama Aprilia dan genk nya datang ke kantin itu.


Luna yang melihat Juliana dan Nicolas duduk bersebelahan menyeringai.


"Lia" panggilnya. Aprilia menoleh ke arah temannya itu "Iya, ada apa?".


"Lihatlah siapa yang berada di pojok itu" ucap Luna sambil menunjuk arah di mana Juliana dan Nicolas duduk.


Aprilia mengikuti arah Luna tunjuk dan dirinya mendapatkan sepupunya sedang duduk bersebelahan dengan pria yang dirinya sukai.


"Feny kau pesan makanan buat kita" ucap Luna.


Sedangkan Aprilia sudah melenggang pergi ke arah Juliana berada.


Feny dan Sarah memesan makanan untuk mereka berlima sedangkan Luna dan Vera mengikuti Aprilia.


Aprilia saat ini sudah sampai di depan meja sepupunya itu berada.


"Ehem" deheman Aprilia membuat mereka berempat di meja makan itu melirik ke arah asal suara.


Juliana tersenyum "Lia, ayok gabung disini kita makan sama sama".


Sedangkan Sila melihat tak suka. Buat apa bebek satu ini mendatangi Meraka pikir Sila.


"Hai babang Nico boleh kan aku duduk di samping mu" ucap Aprilia manja.


Sedikit risih dilihat akan kelakuan gadis di depannya ini, tapi Ardi bisa apa.


"Maaf nona cari meja lain saja kau lihat kan satu meja cuman untuk 4 orang" ucap Nicolas dingin.


Secara tidak langsung Nicolas mengusir Aprilia dari sana.


Sedangkan Juliana tidak enak hati melihat wajah sepupunya itu di tekuk.


"Tak apa biar Lia duduk di sini aku kan sudah selesai" ucap Juliana.


Seketika wajah ditekuk Aprilia berubah tersenyum.


Nicolas memandang ke arah Juliana yang sudah berdiri itu.


Nicolas meraih tangan Juliana dan berkata "aku juga sudah selesai ayok kita sama sama pergi dari sini" Juliana kaget dan wajah Aprilia yang tadi tersenyum kembali di tekuk.


Oh tidak itu hal yang tidak di sukai oleh Juliana. Dirinya hanya ingin melihat wajah tersenyum dari wajah sepupunya itu.


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.


...Salam hangat dari Aya ❤️...