
Tok tok tok Alif masuk kedalam fuang inap Juli
"Permisi Pak "ujar ilham
"Ada apa "
"Sejak tadi Bu angela menghubungi saya pak.lihatlah pak ini sudah 10 kali beliau telfon saya " ujar Alif menunjukan handphonenya yang berdering tertulis disana Bu angela .
"Jangan di angkat.biarkan saja " ujar Devan membuang nafas berat.
"Baik pak "ujar Alif
Benar-benar merepotkan batin alif .
"Alif sebaiknya kamu pulang saja ."ujar devan
"Baik pak .kalau begitu saya pamit pulang .permisi" ujar alif
"Hem"
Alif pergi meninggalkan ruang inap juli .
Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam .Devan merasa perutnya lapar.dia tidak sempat makan siang.
Tok tok .suara ketukan pintu
" bro"panggil Ilham yang masuk kedalam ruang inap juli.ilham melihat devan yang sedang fokus dengan Ipad di tangannya.
"Hem " ujar Devan Singkat masih fokus dengan IPad nya
"Makan di luar yuk." Ajak Ilham
"Loe aja .gua sibuk ."ujar devan
"Ishh.alesan .bilang aja loe nggak mau ninggalin dia kan ?"ujar ilham
" udah tau kenapa nanya ?"
"Loe nggak usah kwatir .liat disini banyak dokter sama perawat yang standby. Jadi loe tenang aja mending sekarang kita cari makn dulu . "
Devan tak menghiraukan ilham .
Emang susah kalo udah bucin gini batin ilham .
Ilham langsung mendekati temannya .dan letakannya sebuah Paperbag di atas meja.
"Gua tau loe pasti bakal nolak ajakan gua. jadi gua udah pesenin makanan buat loe ."ujar ilham
"Thanks ."
Keduanya sedang menikmati makan malam di dalam ruang inap juli.
Derttttdertttt dilihatnya Handphone ilham yang bergetar menandakan ada panggilan darurat.
"Gua duluan ."ujar ilham meninggalkan Devan
Setelah Devan menyelesaikan makan malamnya .dia langsung menghampiri Juli.yang masih menutup matanya.di sentuhnya kepala juli di elusnya rambut juli.
Juli akhirnya tersadar .dia mencoba membuka matanya .
Pak Devan batin juli yang maish mengerjapkan matanya.
"Pak Devan "panggil juli dengan suara parau
"Hem ."
Juli membuka matanya lebar . Di mengerjapkan matanya
Ini bener pak Devan .batin juli terkejut
"Akhirnya kamu sadar juga "ujar Devan
"Pak Devan"ujar juli terkejut mencoba untuk bangun dari posisi berbaring
"Bapak ngapain disini?sa-saya ada dimana?"ujar juli melihat sekeliling
"Tadi kamu pingsan.jadi saya bawa kamu ke Rumah sakit"ujar devan
"Hah?" Juli semakin dibuag terkejut.dia mencoba mengingat kejadian tadi .yang dia ingat dia ada di kantor Devan dan dia membuat keributan Bertengkar dengan Pegawai Devan .juli ingat semua dia begitu shok mengingat kejadian tadi di kantor Devan
"Pak .sa sa saya minta maaf. Saya nggak bermaksud buat keributan .apalagi sampai bertengkar di kantir bapak.saya benar-benar minta maaf "ujar juli menyesal
Devan menatap juli dengan tatapan Datar .
"Pak .saya nggak ada niat buat keributan .saya cuma mau antar Jas bapak "ujar juli menundukan kepalanya dengan suara mulai bergetar .
"Sa.sa.saya mint"ujar juli terhenti saat Devan kembali memeluknya .juli begitu terkejut dengan apa yang Devan lakukan .juli kembali menangis di dalam pelukan Devan .dia mengingat kembali kata-kata yang di ucapkan oleh resepsionis tersebut .
"Saya minta maaf pak ."ujar juli
"Berhentilah meminta maaf "
"Saya minta maaf pak ."
Devan masih memeluk juli untuk menenangkan juli .dia berusaha untuk menenangkan juli.tapi dia tidak bisa .menenangkan kemaran dalam dirinya .hatinya begitu sakit melihat juli menangis.dia begitu marah melihat juli seperti ini.rasanya ia ingin menghancurkan orang yang sudah membuat juli seperti ini. Devan pasti akan melakukannya.
"Maaf pak"ujar juli setelah pelukannya terlepas
"Apa.sudah lebih baik?"
"Hem " ujar juli menunduk dia begitu malu menagis di pelukan Devan .
Tok tok tok
"Permisi pak "seseorang perawat masuk kedalam ruangan dengan membawa troli makanan .di letakannya makanan tersebut di atas nakas samping ranjang juliana
"Makasih sus" ujar devan setelah perawat tersebut meletakan Makanan .
"Sama-sama .permisi pak "ujar perawat tersebut .dan meninggalkan ruangan tersebut
"Sebaiknya kau makan dulu.setelah itu minum obat"ujar devan
Juli mengangguk,devan meletakan makanan tersebut diatas meja .juli memulai memakan makanan yang ada di depannya. Devan terus menatap kearah juli .merasa diawasi juli merasa risih .
"Pak bapak mau?"tanya juli menawarkan makanan
Devan hanya menggeleng
"Bapak sudah makan ?"tanya juli
"Sudah "
Juli hanya menganggukan kepalanya .dia langsung melanjutkan makannya .setelah menghabiskan makannya .juli menatap kearah Devan yang sedang sibuk dengan Ipadnya. Juli merasa bosan dia pun mengambil handphone yang ada di nakas samping tempat tidur .dilihat ada puluhan panggilan tak terjawab dan Pesan dari Vicky .Alya dan Satria .
Juli membuka pesan satu persatu. tiba-tiba handphone juli berbunyi .sebuah panggilan Telfon masuk.Devan yang sedari tadi fokus dengan Ipadnya langsung menatap juli. Juli menjadi gugup di lihat nama Vicky di layar handphonenya.
Juli mengangkat panggilan telfon Vicky .
Ha.ha.Hallo " ujar juli saat panggilan tersambung
Hallo .lo Dimana ?" Tanya vicky to yhe point
Gua.di.di.dii rumah iya gua di rumah " ujar juli bohong
Rumah mana?.gua sekarang di rumah loe .tapi rumah loe gelap .nggak ada orang ?" Ujar vicky
I.itu gua lag.lagi di di rumah alya "ujar juli
panggil vidio call
Juli memasang wajah takut .melas .malas mengangkat .rasanya dia tidak ingin mengangkat vidio call tersebut.tapi kalo tidak .masalah semakin besar .juli pun terpaksa mengangkatnya.
"Jul .loe dimana ?" Tanya seorang saat Vidio call terhubung
"Alya?"ujar juli
Mampus gua batin juli
"Loe kemana aja ?gua ama yang lain kwatir loe nggak apa-apa kan ?" Ujar alya
"Kok hp vicky di elo?" Tanya juli
"Oh itu keb-"ujar alya tertahan .vicky mengambil alih
"Loe mau bohong apalagi.mau bilang loe ke kampung sama bunda loe!hah !atau mau bilang di rumah satria ?"
"Sorry rumah gua cewek dilarang masuk"ujar seseorang di belakang vicky .
"Jul"ujar Vicky mulai terdengar dingin .membuat juli takut dan menundukan wajahnya
"Sejak kapan loe suka bohong gini! "Ujar Vicky
"Maaf"ujar lirih juli
Vicky menatap iba pada juli .dia menahan amarahnya .sebenarnya Vicky sejak tadi begitu kwatir sepulang sekolah dia kerumah juli tapi tak ada siapapun .dia menelfon juli tapi tak di angkat.dia menelfon alya dan Satria mereka juga tak tahu keberadaan juli.dia menghubungi bunda ternyata bunda sedang pulang kampung .
"Jul .sekarang loe kasih tau gua loe dimana?" Tanya vicky
"Gua.gua.lagi di Rumah Sakit "ujar juli jujur
"Apa?"ujar vicky .satria.dan alya bersamaan .ketiganya begitu terkejut mendengar ucapn juli
"Jul loe nggak apa-apa kan ?loe kenapa bisa di rumah sakit ?"ujar alya
"Jul
"Jul
"Julehaa"
"Iya gua nggak apa-apa ?"ujar juli
"Sekarang loe di rumah sakit mana ?"ujar vicky
"Gua di rumah sakit Tirta Medika.tap.tapi gu-"ujar juli terputus
Ternyata panggilan vidio terputus .juli membuang nafas berat.dia benar-benar bingung sekarang .entah bagaimana menceritakan kejadian siang tadi pada teman-temannya.