Juliana

Juliana
Bab 76




...Amanda Rachel...


berusia 21 tahun anak dari salah satu pengusaha di kota B.


Manda nama panggilannya, dirinya sangat tergila-gila dengan pria tampan dan salah satunya adalah Jonathan tapi dirinya tidak tahu bahwa Jeslin itu adalah adik dari Jonathan.


kalau ditanya ada masalah apa antara si Manda dengan Jeslin jawabannya adalah ada seorang lelaki bernama Riko cukup tampan tapi tidak setampan Abang abangnya. Riko ini menyukai Jeslin tapi gadis itu acuh tak acuh saja dirinya hanya bersikap biasa saja dengan semua kaum Adam termasuk Riko. Suatu saat karena memang harus bersama dikarenakan mereka mempunyai tugas berkelompok disitulah Riko bisa dekat dengan Jeslin tapi si Riko ini salah mengartikan kedekatan dirinya dan juga Jeslin dirinya bilang kepada teman-temannya bahwa si Riko ini sekarang sudah mempunyai hubungan dengan Jeslin. Gadis itu tahu akan hal itu tapi dia bersikap bodo amat asal tidak mengusik dirinya mau mengaku pacar atau dibilang apapun asal jangan dari mulut dia gadis itu tidak masalah karena bukan hanya si Riko saja yang mengaku-ngaku mempunyai hubungan dengan Jeslin tapi sangat banyak kaum Adam yang lain mengaku-ngaku mempunyai hubungan dengan dirinya.


Nah disitulah awal mula Manda ini memusuhi Jeslin karena Manda menyukai Riko. Awalnya Riko biasa saja dengan Manda tapi karena keagresifan dari Manda merayu atau apapun segala hal dilakukan untuk mendekati Riko akhirnya Riko tergoda dan setelah itu mereka menjadi dekat Amanda ini membully Jeslin habis-habisan mengatakan yang tidak tidak.


Jeslin acuh saja akan hal itu tidak masalah baginya mau membully atau apapun tapi suatu saat Amanda ini dengan teman-temannya sampai berani menyentuh pipi mulus dari jeslin dan disitulah awal mula kemurkaan seorang Gibran dengan wanita bernama Amanda Rachel.


Ya Amanda sudah berani main tangan dan juga menampar seorang Jeslin Yan tapi satu hal tidak semua dari mereka yang tau hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui Jeslin ini adalah Nona muda dari keluarga Yan karena dirinya di sekolah memang ditutupi identitas aslinya karena Jeslin tidak menginginkan ada perbedaan kasta antara dirinya dan juga teman-temannya.


Suatu pagi Amanda bersama teman-temannya ada sekitar 5 orang mendatangi Jeslin yang sedang duduk santai di taman sekolah.


"Wah lihat teman-teman siapa yang sedang duduk santai di sini" ucap Amanda kepada teman-temannya.


Jeslin tidak menggubris sama sekali ucapan dari Amanda ini karena menurutnya itu tidak penting sama sekali.


Amanda geram karena dirinya tidak digubris oleh Jeslin.


Amanda mendekati Jeslin dan tiba-tiba saja "PLAKK" sebuah tamparan yang cukup keras mengenai pipi mulus dari nona muda keluarga Yan itu.


Wajah Jeslin seketika berubah merah padam matanya melotot dia mengeraskan rahangnya dia mengepalkan tangannya dan saat itu juga dirinya benar-benar ingin menghajar habis-habisan Amanda tapi Jeslin masih sadar bahwa dirinya masih berada di lingkungan sekolah.


Amanda beserta teman-temannya tertawa terbahak-bahak melihat wajah Jeslin merah ya mereka semua tahu bahwa Jeslin sedang marah saat ini.


Jeslin tersenyum setelah menerima tamparan dari perempuan di hadapan dirinya ini.


"Hai nona kau telah salah memilih lawan. Aku pastikan setelah ini kau akan menyesal seumur hidupmu karena telah mengenal diriku" ucap Jeslin tersenyum menyeringai ke arah Amanda.


Sebuah senyuman yang mengerikan yang belum pernah teman-temannya lihat dari seorang Jeslin dan hari itu Amanda dan kelima temannya melihat sebuah senyuman yang akan mereka sesali nantinya.


Kelima temannya Amanda bergidik ngeri setelah melihat senyuman dari seorang Jeslin sebuah senyuman yang benar-benar akan mereka sesali kedepannya.


Jeslin pergi dari taman itu dan meninggalkan ke-6 orang yang ada di sana yang telah berani-beraninya mengusik ketenangan seorang Nona muda Yan dan malah sampai berani menyentuh pipi mulusnya dengan tangan kotor nya itu.


Drtt


Handphone dari Jeslin bergetar menandakan bahwa ada telepon masuk.


"halo Bang Gibran ada apa?" tanya Jeslin setelah menerima panggilan tersebut.


"Beraninya wanita murahan itu menyentuh adik kesayanganku ini maka itu artinya wanita itu sudah siap dengan segala konsekuensinya" ucap ucap Gibran di seberang telepon.


"Abang tenang saja dulu biarkan dia untuk saat ini berada diatas awan tapi untuk pertemuan selanjutnya kita akan memainkan permainan itu" males Jeslin sembari tersenyum menyeringai.


"baiklah kalau itu kemauan mu tapi jangan harap kedepannya wanita murahan itu akan selamat dari ku" balas Gibran.


"siap bang Jeslin juga menunggu waktu itu tiba".


setelah itu panggilan terputus Jeslin kembali melanjutkan perjalanannya masuk ke kelas.


sedangkan di mana Gibran berada saat ini "Halo Boy cari tahu semua informasi dengan sedetailnya tentang wanita murahan yang dengan beraninya menampar adik kesayanganku itu" ucap Gibran sembari menelpon seseorang bernama Boy itu.


"..."


"Baiklah aku tunggu informasi lengkapnya"


*****


Halo kakak-kakak semua khusus part kali ini ay membahas tentang siapa Amanda dan mengapa Jeslin terutama Gibran sangat membenci wanita ini.


Permainan apakah yang akan dimainkan oleh Jeslin dan juga Gibran kepada Amanda ?


Ditunggu part berikutnya ya.


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘


...Salam hangat dari Aya ❤️...