
Di kediaman Keluarga Aprilia.
Juliana baru saja selesai dengan tugas dapurnya.
Kemudian dia membawakan 3 cangkir teh dan se toples kue nastar ke arah halaman belakang untuk paman dan bibinya yang sedang duduk santai di sana.
"Paman, bibi Ana bikinin teh ini"
"Oh iya sayang terima kasih"
"Ana, ada yang ingin paman sampai kan padamu, duduklah"
Juliana duduk di samping sang bibi. "Ada apa paman".
"Lusa akan ada yang datang untuk melamar dirimu, jadi bersiaplah".
Juliana melongo mendengar perkataan sang paman "Maksudnya apa paman, Ana gak paham".
"Intinya kau akan segera menikah" setelah mengucapkan itu paman Aran berdiri dan berlalu pergi ke kamarnya.
Juliana menoleh ke arah sang bibi "Ada apa bi, Ana gak paham sungguh" ucapnya berkata lirih.
Sang bibi mengusap lembut rambut Juliana "Begini sayang, Paman mu mempunyai hutang yang lumayan banyak dia sudah berusaha untuk melunasi hutang tersebut tapi apa daya hutang itu semakin banyak karena bunga dari hutang itu. Kemaren lusa sudah jatuh tempo paman mu mau menjual pickup nya tapi tetap saja sisanya masih banyak. Dan ada seseorang yang datang untuk membantu paman mu melunasi semua hutang tapi orang itu minta timbal balik nya" sang bibi menghela nafasnya.
Sang bibi melihat ke arah wajah Juliana yang masih setia diam mendengarkan cerita dirinya.
"Timbal balik yang di inginkan oleh orang itu adalah kau harus menikah dengan cucunya"
Huhh... sang bibi menghela nafas berat rasanya dirinya tak sanggup untuk memaksa Juliana untuk mau menerima hal itu.
Juliana tersenyum setelah sang bibi berhenti bercerita, dirinya sudah paham betul.
Juliana memeluk sang bibi yang menunduk.
"Bibi tenang saja, Ana akan menerima lamaran orang itu" ucapnya sambil tetap memeluk sang bibi.
Sang bibi melepaskan pelukannya dan menatap keponakannya itu dengan mata berkaca-kaca jujur saja dirinya benar benar tidak tega melihat Juliana harus menikah dengan orang yang tidak dikenalnya.
"Bibi tenang ya, Ana baik baik saja, lagian kan hal ini belum bisa membalas semua kebaikan yang paman dan bibi kasih untuk Ana, jadi bibi gak usah mikirin ya" ucapnya sambil menghapus air mata di pipi sang bibinya itu.
Bibinya itu sudah tak bisa berkata apa-apa lagi beliau hanya bisa menangis di pelukan sang keponakannya itu.
Juliana dengan setia mengusap punggung sang bibi.
*****
Di mansion tuan Jerry Yan...
Jonathan masuk ke dalam melewati ruang utama dan dirinya berhenti berjalan saat suara bariton memanggil namanya.
"Jo"
Jonathan menoleh dan mendapati sang ayah ibu serta sang nenek ada di sana.
"Kemarilah, ada yang ingin papah sampaikan"
Jonathan akhirnya berjalan ke arah sang ayah dirinya duduk di samping sang nenek.
"Ada apa pah"
"Lusa kosongkan semua schedule mu"
"Loh ada apa pah? tumben banget papah nyuruh Jo mengosongkan schedule"
Sang nenek dan ibunya Jonathan hanya diam mendengarkan obrolan kedua lelaki tampan itu.
"Lusa kita semua akan melamar seorang gadis untukmu jadi kau harus hadir di sana" ucap sang ayah sambil menyeruput kopi yang ada di tangannya itu.
Jonathan melongo mendengar perkataan sang ayah yang tiba-tiba berkata seperti itu.
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.
...Salam hangat dari Aya ❤️...