Juliana

Juliana
Bab 30



Masih di kediaman rumah Tante Lidya.


"Tante terima kasih banyak atas kepercayaan dari Tante buat Ana untuk memberikan les kepada Bella" ucap Juliana sembari melihat ke arah Tante Lidya.


Tante Lidya tersenyum dan menjawab "Iya ana, sama-sama. Tante yang makasih banget sama kamu mau ngajarin anak Tante ini".


Juliana mengangguk dan memandang ke arah Bella "Semangat belajar terus ya".


Bella mengangguk sebagai jawaban.


Hari sudah mulai gelap di luar sana, Juliana meminta izin pamit untuk pulang. Seperti biasa Tante Lidya tak akan membiarkan Juliana pulang sendiri.


Juliana pulang dengan di antar oleh sopir keluarga Tante Lidya.


Sampai rumah Juliana izin pamit kepada paman dan bibinya membersihkan diri terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan dapurnya.


Setelah mandi.


Ya biarpun Juliana sibuk dengan berbagai urusan nya dirinya tak pernah sekalipun melupakan kewajibannya di rumah sang bibi.


Urusan dapur tetap dia kerjakan. Selesai dengan masakannya Juliana memanggil paman dan bibinya untuk makan malam. Kalau di tanya di mana Aprilia, jawabannya dia masih sibuk dengan acara hang out nya.


"Lia belum pulang juga Bu?" tanya sang paman kepada bibinya itu.


"Belum Yah, tadi ibu telpon katanya masih banyak tugasnya jadi pulang agak larut ayah tenang saja Lia di antar temannya kok" jawab sang bibi.


Juliana hanya diam mendengarkan percakapan mereka.


"Tugas ilmu ekonomi lebih banyak ya di bandingkan ilmu komunikasi Ana?" tanya sang paman.


"Eh, kayak nya iya paman, Ana kurang tahu soal itu". Kaget iya saat dirinya di tanya sang paman.


"Paman pikir jurusan kamu yang lebih sibuk Ana ternyata tidak terlalu ya soalnya kamu masih sempat waktu untuk memberikan les pada orang lain" ucap sang paman.


Juliana hanya mengangguk, dirinya sendiri dilanda gundah untuk berkata lagi.


Selesai makan malam, paman dan bibi sedang santai menonton televisi, sedangkan Juliana membereskan dapurnya.


"Yes, dah beres semua saatnya mengerjakan tugas kuliah" ucap Juliana.


Sebelum dirinya pergi ke kamar, Juliana membuatkan teh dan membawakan camilan untuk paman dan bibinya.


"Paman bibi ini Ana bawakan teh sama kue nastar" ucap Juliana tersenyum.


Sang paman dan bibinya itu menyambut dengan senang hati.


"Tak apa, tak susah kok paman lagian kan minum teh sambil menonton televisi itu menyenangkan" ucap Juliana yang di angguki oleh bibinya.


"Kau sangat pengertian Ana" ucap bibinya sambil mengusap kepala Juliana.


Degh degh degh


Usapan kepala yang selalu Juliana inginkan setiap saat. hal itu tak pernah Juliana rasakan dari orang tua kandungnya. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


Mata Juliana sudah berkaca-kaca, dan hal itu tertangkap oleh sang bibi.


"Ana sayang ada apa?" tanya bibinya khawatir.


Juliana menggeleng cepat kepalanya jujur dirinya saat ini benar-benar tidak sanggup untuk berbicara.


Sang bibi memeluk Juliana sayang, sang paman ikut mengelus pundak Juliana.


Juliana terisak dirinya sudah benar-benar tidak sanggup menahannya.


sang bibi menepuk lembut pundak belakang Juliana.


sang bibi juga pamannya ini paham bahwa sekuatnya Juliana dirinya itu sebenarnya haus akan kasih sayang.


Sedangkan paman dan bibinya tidak bisa full ada untuk Juliana karena mereka juga bekerja.


Setelah beberapa waktu Juliana menangis di pelukan sang bibi.


"Maaf Ana menangis". ucap Juliana sambil menunduk.


Sang bibi mengangkat dagu nya dan mengusap air mata yang ada di pipi Juliana.


"Bibi juga minta maaf ya, kalau selama ini bibi masih kurang perhatian untuk mu".


"Tidak bibi semua perhatian dan kasih sayang yang di berikan oleh bibi dan juga paman itu sudah lebih dari cukup maaf kalau Ana cengeng".


Bibinya kembali mengusap kepala Juliana, dan lagi air matanya kembali akan tumpah. Sang bibi dengan cepat memeluk Juliana.


Sang bibi paham sekarang Juliana terharu akan usapan di kepalanya.


Hal itu juga di tangkap sang paman. Bibinya dan paman nya itu sudah mengerti akan hal yang di inginkan oleh keponakan mereka itu.


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.


...Salam hangat dari Aya ❤️...