
Sebelumnya Aya mau ucapkan terima kasih untuk semua yang sudah mendukung karya receh ay ini. Buat kak @Nani Ajha dan @Winarsih untuk like nya ay ucapkan terimakasih banyak π dukungan kakak dan semua sangat berarti untuk ayπ€§
semoga Allah membalas semua kebaikan kakak dengan berlipat ganda aamiin.
Ok kita lanjut lagiπ
πππ
Di mansion keluarga Yan saat ini sedang ramai ramainya mempersiapkan acara untuk pertunangan.
Yah acara akan di adakan akhir pekan ini. Tuan Jerry Yan ingin mempercepat pertunangan di susul pernikahan Jonathan dengan Juliana atas kehendak sang ibunda yaitu nyonya besar Lin.
Jonathan saat ini duduk di kursi yang berada di area kolam renang. Dengan wajah serius dia memikirkan suatu hal.
Sang nenek yang dari tadi berkeliling melihat persiapan acara pertunangan cucunya itu akhirnya sampai ke tempat dimana sang cucu berada.
Sang nenek mendekat dan duduk di bangku samping sang cucu.
"Serius sekali wajah mu itu Jo"
Jonathan menoleh ke arah samping dan mendapati sang nenek di sana.
"Grandma" sapa Jonathan sembari mendudukkan tubuhnya.
"Ada apa nak? Ada yang sedang kau pikirkan?"
Jonathan tersenyum "Tidak grandma, hanya saja Jo tidak menyangka bahwa gadis yang ingin di jodohkan untuk Jo adalah Ana"
"Hem, terus terus" ucap sang nenek sambil mesem mesem
Jonathan tersenyum malu melihat sang nenek seperti itu.
"Ya terus minggu ini Jo dan Ana akan bertunangan kan" ucap pria tampan itu dengan wajah yang memerah sekarang.
"Hahaha, wajah mu nak macam anak gadis saja" ucap sang nenek sambil tertawa.
"Sudah ah grandma cucu sendiri di goda"
"Ah ya iya maaf hanya saja wajahmu itu sangat lucu nak" ucap sang nenek sembari mengusap air mata yang keluar karena banyak tertawa.
*****
π Gambar by pinterest
Juliana saat ini duduk menghadap arah jendela, pandangan jauh menerawang tentang Aprilia.
"Dengan aku menerima lamaran ini pasti menyakiti perasaan dari Lia"
"Ya Tuhan aku harus bagaimana"
"Aku tak mungkin menolak karena mereka kami masih tetap berada disini tapi apabila ku terima aku akan menyakiti Lia"
Huh... Juliana menghembuskan rasa sesak di dadanya.
"Besok aku akan mengajak Lia untuk berbicara mengenai hal ini"
*****
Sedangkan Jonathan saat ini masih dengan senyum yang terukir indah di wajahnya membayangkan akan segera meresmikan hubungan dirinya dan juga gadisnya itu.
Sembari menatap layar hp nya Jonathan berucap "Selamat tidur sayangku" kemudian mengecup layar hp nya setelah itu pria tampan itu memejamkan matanya.
*****
Besok pagi di kediaman Aran.
Seperti biasa Juliana setiap pagi selalu disibukkan dengan berbagai urusan rumah.
Saat hidangan sudah siap Juliana pergi ke masing masing kamar keluarga itu.
Tok tok tok
"Paman bibi makanan sudah siap"
"Iya sayang" ucap sang bibi dari dalam kamar.
Juliana melanjutkan jalannya menuju kamar Aprilia.
Tok tok tok
"Lia, sudah pagi ayok bangun"
Tapi tak terdengar ada yang menyahut dari dalam kamar.
Akhirnya Juliana membuka pelan kamar sepupunya itu.
Kosong, Aprilia tak ada di kamar itu.
"Lia kamu dimana?" panggil Juliana tapi tak ada sahutan.
Juliana lekas pergi keluar kamar jujur saat ini dirinya sangat menghawatirkan keadaan sepupunya itu.
Sampai di luar Juliana melihat paman dan bibinya sudah berada di meja makan.
"Sayang, mana Lia? apa dia masih tidur? Oh ya ampun anak mu yah" ucap bibi Asih sembari terkekeh.
"Anakmu juga bu" balas paman Aran.
Mereka berdua tertawa setelahnya.
Oh ampun paman dan bibinya ini sangat romantis tapi di waktu seperti ini.
"Paman bibi kalian tau di mana Lia saat ini?" pertanyaan Juliana membuat mereka berdua terkejut.
"Lia di kamarnya kan masih tidur Ana" sang bibi dengan wajah yang berubah panik berkata seperti itu.
"Anu bi..."
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih π.
...Salam hangat dari Aya β€οΈ...