
Acara pernikahan Sila dan juga Sandy telah selesai. semua para hadirin bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing begitu juga dengan Jonathan Juliana Gibran Aprilia Nicolas serta Arneta mereka bersiap untuk pulang tapi sebelum itu mereka pergi menemui kedua mempelai untuk berpamitan pulang.
"Sayang apa kita pulang sekarang?" tanya Jonathan kepada sang istri.
Juliana pun mengangguk dan menjawab "Iya karena sudah terlalu larut malam juga, tapi sebelum itu kita harus berpamitan dengan kedua mempelai kan" ucap Juliana sembari tersenyum lembut kearah sang suami.
Jonathan pun menganggukkan kepalanya kemudian menggenggam telapak tangan sang istri untuk mendekati kedua mempelai.
Sila dan Sandy saat ini mereka masih duduk santai berbincang dengan salah satu kerabat yang masih tetap berada di acara ini.
"Sila" panggil Juliana yang datang bersama Jonathan.
Sahabatnya itu menoleh dan tersenyum manis ke arah Juliana.
"Ana" balas gadis yang sudah berubah status menjadi nyonya Sandy itu sembari memeluk erat sang sahabat.
Beberapa saat setelah mereka berpelukan keduanya melonggarkan pelukan tersebut.
"Selamat atas pernikahan mu semoga kebahagiaan selalu mengiringi kehidupan rumah tangga mu" doa tulus dari dalam hati terucap dari sang sahabat.
Sila tak bisa membendung air matanya dirinya menangis bahagia tentunya.
"Terimakasih.. hiks hiks karena selama ini.. hiks hiks sudah menjadi sahabat terbaikku" ucap Sila disela Isak tangisnya.
Juliana memeluk sahabatnya itu sembari menepuk pelan punggungnya.
"Aku yang harusnya berterimakasih padamu, kamu mau berteman dengan seorang gadis miskin seperti ku yang tidak sebanding dengan dirimu" jawab Juliana tersenyum lembut memandang wajah sahabatnya itu.
Sila menggelengkan kepalanya beberapa kali lalu berucap "Aku berteman dan bersahabat denganmu bukan memandang siapa dirimu Ana, tapi karena ketulusan yang ada pada dirimu lah yang membuat persahabatan kita begitu berarti".
Juliana tersenyum dan berucap lagi "Sekali lagi ku ucapkan terimakasih atas segalanya dan berbahagia selalu dengan suami mu".
Sila mengangguk kan kepalanya kemudian mereka kembali berpelukan meluapkan kebahagiaan yang sama-sama sudah mereka rengkuh.
Jonathan dan juga Sandy hanya tersenyum melihat persahabatan yang terjalin diantara pasangan mereka masing-masing itu.
Juliana dan Sila mengakhiri pelukan mereka "Aku pamit pulang ya doaku bahagia selalu untukmu Sila" ucap Juliana sembari tersenyum kearah sang sahabat.
"Aamiin" ucap serempak dari Sila Sandy dan juga Jonathan.
"Hei kenapa kalian menangis gak ngajak aku sih?" ucap Aprilia yang baru saja datang menghampiri bersama Gibran.
Sontak mereka berempat menoleh ke arah sang suara.
Juliana dan Sila tertawa bersama sembari menarik Aprilia kedalam pelukan mereka.
Setelah beberapa saat kemudian Keluarga Yan tersebut berpamitan pulang.
Dan kalau kalian bertanya dimana Nicolas juga Arneta? Jawabannya mereka sudah pulang lebih dulu karena mereka sama-sama mendapatkan telpon dari rumah mereka masing-masing.
*****
Di dalam perjalanan mereka semua hanya diam, ya karena Jonathan ataupun Gibran cukup lelah mereka memutuskan di jemput saja oleh sopir keluarga Yan.
keadaan dalam mobil cukup hening karena Juliana ataupun Aprilia sama-sama sudah terlelap dalam pelukan pasangan mereka masing-masing.
Skip...
Mereka berempat sampai di mansion, Juliana masih terlelap dan Jonathan memutuskan untuk menggendong sang istri masuk ke dalam, Juliana pun tak terusik sama sekali saat sang suami menggendong dirinya bahkan lebih menelusup kan wajahnya ke dada bidang lelaki tampan itu.
Beda halnya dengan Aprilia, gadis itu terbangun saat mobil berhenti.
"Apa kita sudah sampai?" tanya Aprilia sembari mengucek matanya.
Gibran yang melihat hal itu lekas memegang tangan sang kekasih dan berkata "jangan mengucek matamu nanti jadi merah" ucapan lembut dari Gibran membuat Aprilia tersenyum manis ke arah pria tampan itu.
"Maafkan aku" jawab Aprilia dan dibalas anggukan dari Gibran.
Gibran mengantarkan kekasihnya itu sampai ke depan kamarnya.
"Istirahatlah, jangan lupa bersihkan dirimu sebelum bobo ya" wejangan dari sang kekasih yang membuat gadis itu tersenyum di terima Aprilia dengan senang hati sebelum masuk kamarnya.
Gibran berlalu pergi setelah mendapat anggukan dari sang kekasih.
*****
Arneta sampai di rumahnya, gadis itu masuk dan sedikit terkejut mendapati beberapa orang yang ada di kenalnya dan juga tidak dikenalnya sama sekali.
Sang papa menoleh mendapati sang anak gadisnya sudah sampai di rumah.
"Sayang" ucap sang papa sembari mendekati Arneta.
"Mari duduk dulu" ucap tuan Ardan.
Arneta mengikuti langkah sang papa kemudian duduk di samping sang mama.
"Karena tuan putri sudah berada disini mari kita lanjutkan pembahasan kita tadi" ucap tuan Ardan.
"Baiklah mari kita lanjutkan" ucap seorang lelaki paruh baya yang duduk di seberang sang papa.
Ya, orang yang sedang duduk berkumpul di ruang tamu rumah tuan Ardan itu terdiri dari tuan Ardan dan sang istri, ada paman dari Arneta adik dari papanya tuan Arlan dan bibi Resha juga anaknya si gembul Ratisha dan dua orang yang di perkirakan Arneta sepasang suami istri serta ada dua orang lelaki yang berdiri di belakang keduanya seperti bodyguard suami istri itu.
Awal pembicaraan Arneta hanya diam mendengarkan sampai suatu kata terucap yang mengejutkan gadis itu.
"Apa maksudnya pah?" tanya Arneta sembari berdiri karena terkejut dengan ucapan sang papa dengan lelaki paruh baya di depannya ini.
Semua orang menoleh ke arah gadis itu kemudian tersenyum "Kamu akan menikah sayang bulan depan, jadi dari sekarang siapkan dirimu ya."
Gadis itu terdiam tak percaya dengan apa yang dia dengar dirinya di jodohkan omg ini bukan jaman Siti Nurbaya lagi tapi mengapa dirinya mesti harus di jodohkan.
"Tapi pah..." belum sempat Arneta melanjutkan perkataannya sang papa keburu memutuskannya.
"Tidak ada tapi tapian, bulan depan kamu akan menikah, ya sudah kamu boleh istirahat sekarang masuklah ke dalam kamar mu." jawab tuan Ardan.
Arneta tidak menyahut lagi gadis itu berdiri kemudian berlalu ke kamarnya.
*****
Sedangkan di kediaman Saputra, Nicolas baru saja masuk ke dalam rumah.
Nicolas mengangkat sebelah alisnya tidak mendapati kedua orang tuanya yang duduk di ruang tamu itu melainkan paman juga bibinya.
"Paman bibi kalian kapan datang?" tanya Nicolas sembari mendekati kedua orang tersebut.
"Baru tadi sore Nic, bagaimana pesta pernikahan temanmu itu apa berjalan lancar?" ucap sang bibi bernama Nirmala.
Nicolas menganggukkan kepalanya "Semua berjalan lancar bi"
"Ayah dan bunda kemana bi kok tidak kelihatan" tanya Nicolas.
"kedua orang tuamu sedang ada urusan paling sebentar lagi juga pulang" jawab sang paman bernama Indra.
Sedangkan pria tampan itu hanya ber-oh ria saja.
***
Huwaa akhirnya bisa mencapai seribu kata uhh tapi up nya begitu lama karena kesibukan rl yang tak bisa ay tinggalkan.
Terima kasih banyak ay ucapkan untuk semua readers yang sudah mau meluangkan waktunya membaca cerita receh aya ini๐
seperti biasa ay mengingatkan di akhir hihi jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih ๐
...Salam hangat dari Aya โค๏ธ...