
Hari yang di tunggu pun tiba...
Hari ini di kediaman paman Aran sedang sibuk mempersiapkan jamuan untuk kedatangan keluarga yang akan melamar Juliana.
"Sebenarnya siapa sih Bu yang mau melamar Ana?" tanya Aprilia yang dari kemaren kepo ingin tahu siapa lelaki yang ingin melamar Juliana.
Sang ibu yang masih sibuk menata makanan menoleh ke arah sang anak "Nanti kau juga akan tahu Lia, sekarang yang penting kamu siap siap gih nanti temenin Ana buat ketemu sama calonnya".
"Ih pasti dari keluarga miskin kan, gak level banget deh" jawab Aprilia dengan nada merendahkan. Dia tidak tau saja kalau keluarga yang akan melamar Juliana adalah orang yang sangat ingin dia masuki kehidupannya.
"Lia, kamu jangan gitu gak baik" ucap sang ibu, jujur saja bibi Asih memang tidak tau siapa yang akan melamar keponakannya itu tapi dilihat dari mereka yang dengan mudah membayar kan hutang mereka yang tidak sedikit pastinya yang akan melamar Juliana itu dari golongan atas.
"Au ah" setelah mengucapkan itu Aprilia beranjak pergi dari dapur.
Bibi Asih hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anaknya itu.
Setelah semua beres bibi Asih beranjak pergi ke kamar Juliana.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu kamar Juliana.
Kriett
Pintu terbuka dan dari dalam Juliana keluar "Kau sudah siap sayang" tanya sang bibi.
Juliana mengangguk kan kepalanya bibi Asih mendekat kemudian memeluk Juliana. "Maafkan bibi dan paman sayang karena kami kamu harus berkorban seperti ini" ucap sang bibi dengan air mata yang mengalir di pipinya.
SEDANGKAN DI KEDIAMAN KELUARGA YAN.
"Semua sudah siap?" tanya sang Nyonya besar keluarga Yan itu siapa lagi kalau bukan grandma Lin.
"Siap" jawab yang lain serempak.
Mereka semua berangkat dari mansion keluarga Yan menuju kediaman Juliana.
Keluarga Yan sudah tiba di kediaman Juliana. Mereka turun dari dalam mobil masing masing.
Sedangkan paman dan bibinya Juliana sudah menunggu di depan pintu rumah.
Paman dan bibi Juliana menyambut kedatangan keluarga dari nyonya besar Yan itu.
Melihat siapa yang datang bersama grandma Lin membuat paman Aran terkejut luar biasa.
Pasalnya paman Aran memang tidak mengetahui siapa nyonya yang membantu membayar hutangnya kemaren tapi setelah melihat siapa lelaki yang bersama dengan sang nyonya dia sudah tak bisa berkata kata lagi.
"Silakan masuk Nyonya" ucap bibi Asih dia kemudian menyenggol lengan sang suami di karenakan mulai dari keluarnya lelaki dewasa yang masih tampan itu hingga berada di depan mereka sang suami masih saja melamun.
"Eh, mari mari masuk" ucap paman Aran yang kembali tersadar setelah di senggol sang istri.
Bukan apa apa, paman Aran hanya tidak menyangka bahwa keluarga yang akan mempersunting keponakannya adalah keluarga Yan.
Ya siapa yang tidak tau akan keluarga Yan ini pengusaha no 1 di bidang properti perhotelan pertambangan serta yang lainnya.
Dirinya benar benar tidak menyangka bahwa kehidupan sang keponakan akan berubah drastis apabila menjadi menantu keluarga Yan ini.
Untuk nyonya Lin sendiri beliau memang sangat jarang di ketahui oleh publik karena memang sangat jarang beliau berinteraksi dengan orang lain.
Setelah semua keluarga Yan duduk tuan Jerry Yan bersuara " Selamat siang Pak Aran" ucap tuan Jerry Yan.
"Baik pak, bapak sendiri dan keluarga bagaimana kabarnya?" tanya paman Aran.
"Kami baik pak. Senang bisa bertemu dengan bapak" ucap balas dari tuan Jerry Yan.
"Langsung saja, niat kami kesini adalah..."
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.
...Salam hangat dari Aya ❤️...