
Setelah 3 hari lamanya melewati waktu bersama-sama, hari ini kedua pasangan yang dimabuk cinta pulang ke mansion utama Yan.
seperti di awal Jonathan Juliana Gibran serta Aprilia pulang bersama sedangkan Jeslin karena datang sendiri pulang pun juga sendiri bukan karena tidak diajak hanya saja ada sebuah urusan yang perlu gadis itu singgahi sebelum pulang ke mansion utama.
Saat di perjalanan mereka berempat mengobrol ringan.
"Bagaimana Gibran lancar?" tanya Jonathan yang masih tetap merangkul sang istri.
Gibran yang sedang fokus menyetir memandang Gibran melalui spion kaca mobil "tinggal menunggu hari saja aku akan menyusul status semua itu Jo" ucap Gibran tersenyum tipis.
"wow akhirnya pria dingin ini bisa tersenyum juga" ucap Jonathan sembari tertawa meledek Gibran.
Aprilia memandang ke arah pria yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.
Aprilia sangat bahagia bisa menjadi kekasih pria tampan meskipun terkenal dingin itu.
sedangkan Gibran yang mendengar ucapan dari Jonathan hanya menghela nafas dirinya malas untuk berdebat jadi pria tampan itu memilih diam sembari fokus untuk menyetir.
kedua wanita cantik itu hanya diam memperhatikan kedua pria tampan itu.
*****
di tempat lain tepatnya di sebuah bangunan tua yang tidak terpakai lagi saat ini seorang gadis cantik dan sangat imut apabila tersenyum sedang duduk di sebuah kursi.
gadis cantik itu sedang memperhatikan seseorang yang duduk di atas lantai dan sangat mengenaskan keadaannya saat ini dengan baju yang sudah sobek salah sini.
"bagaimana rasanya nona diperlakukan seperti ini?" tanya gadis cantik yang duduk di atas kursi itu.
sedangkan yang ditanya hanya bisa merintih menahan sakit dan perih yang ada di tubuhnya saat ini "sialan kau tidak akan kulepaskan karena telah berani-beraninya melakukan hal seperti ini kepadaku, kau belum tahu siapa aku" Ucapnya.
"hahaha apa Kau pikir aku akan menyesal? kalau kau berpikir seperti itu itu tandanya yang tidak mengenal di sini adalah kau nona"
"aku masih berbaik hati kepadamu untuk tetap membiarkan dirimu tetap hidup sampai saat ini, apa Kau pikir aku kejam hahaha tapi itu terserah kepadamu mau menganggap aku apa"
"yang pasti kita akan bermain-main dulu sebelum dirimu ku izinkan pulang bertemu dengan kedua orang tuamu" ucapnya sembari tersenyum menyeringai.
"siapa kau hah Aku tidak ada masalah denganmu mengapa kamu memperlakukan aku seperti ini?" ucap wanita itu dengan suara bergetar menahan perih karena luka yang ada di tubuhnya.
"kau benar-benar tidak tahu siapa aku hem?" tanya gadis itu
karena sudah tidak ada jawaban akhirnya gadis yang bertanya itu berdiri mendekat ke arah wanita yang sudah hampir tidak berdaya karena cambukan yang entah berapa kali dia dapatkan sampai beberapa kulitnya sobek.
tempat berada di hadapan wanita itu sang gadis membuka tudungnya
"coba pandang Aku apa kamu mengenaliku?" tanya gadis itu dengan nada yang lembut.
"Jeslin apa yang kamu lakukan mengapa kamu menculikku dan mencambuk ku seperti ini?" ucap wanita itu.
Jeslin berjongkok menyamakan tingginya dengan wanita itu
"apa kau pura-pura b*go atau amnesia, mengapa apa kau sampai lupa dengan kesalahanmu sendiri" ucap gadis manis itu dengan nada yang sangat lembut.
Jeslin mengambil sesuatu yang berada di kantong depan jaketnya dan kemudian dia mengeluarkan pisau lipatnya.
wanita yang berada di hadapannya itu tidak lain dan tidak bukan adalah Amanda Rachel.
melihat Jeslin mengeluarkan pisau lipat itu membuat tubuh Amanda bergetar ketakutan.
"apa yang akan kamu lakukan dengan benda tajam itu Jeslin?" tanya Amanda
"coba kau fikir aku bisa melakukan hal apa dengan pisau lipat ini?" tanya gadis manis itu itu dengan tetap memainkan kan iso lipat yang berada di tangannya.
gadis manis itu semakin mendekat ke arah Amanda tepat berada di hadapan wanita itu itu tangan Jeslin yang berisi pisau lipat itu naik mendekati pipi mulus dari Amanda dan Shrettt gadis manis itu menggores kan pisau lipatnya nya di pipi mulus Amanda.
mata Amanda terbelalak kemudian berteriak " AHH SAKIT APA KAU SUDAH GILA KAU MENGGORES WAJAH MULUS KU"
"hahaha itu masih tidak seberapa ini masih permainan awal kita akan melalui tahap-tahap yang cukup rumit nantinya" ucap gadis manis itu dengan wajah polos tanpa dosa.
"kau gila Jeslin kau mencelakai temanmu sendiri" ucap Amanda dengan nada bergetar.
"teman sejak kapan kita menjadi seorang teman?"
"kalian berdua cepat bereskan dia aku sudah begitu muak melihatnya" ucap Jeslin sembari menunjuk dua pengawalnya yang tidak jauh berdiri dari dirinya.
kedua pengawal itu menarik paksa Amanda berdiri dan menggeret wanita itu masuk ke sebuah ruangan dan saat ini hanya teriakan yang memilukan terdengar dari dalam ruangan itu.
(λβΈλ)
ya sebuah akhir yang sangat menyedihkan yang dialami oleh Amanda Rachel puncak dari sabarnya nona muda Yan itu adalah kematian yang mengerikan.
*****
kedua pasangan sejoli itu sudah sampai di mension utama Yan. saat ini mereka memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh mereka masing-masing.
jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih π
salam hangat dari Aya β€οΈ