
Pagi hari...
Seperti biasa Juliana di sibukkan dengan pekerjaan rumahnya.
Selesai dengan rutinitas nya Juliana bersiap pergi ke kampus.
Skip Juliana dan Aprilia sudah berada di kampus.
📌 Gambar by pinterest
Juliana menunggu Sila di taman kampus seperti biasa.
Tak jauh dari sana ada sepasang mata yang melihat ke arahnya dengan seutas senyum.
"Gadis ku sangat menggemaskan" gumam seseorang itu.
Sedangkan Juliana sangat asyik dengan dedaunan yang ada di tangannya kemudian melempar ke atas sehingga dedaunan itu menghambur di atas tanah.
Seseorang di sana yang melihat hal itu kembali tersenyum.
Tak lama Sila datang dan berkata "astaga Ana, kelakuan mu macam anak-anak saja" Sila tak tahan melihatnya kemudian tertawa terbahak bahak.
Sedangkan Juliana menanggapi temannya itu hanya nyengir saja.
Juliana dan Sila duduk santai di bangku taman itu.
"Ana ayok kita santai sejenak sebelum otak kita di paksa bekerja" ucap Sila.
"Eh, di paksa kerja bagaimana?" tanya Juliana bingung.
"Astaga Ana hal macam tu kau tak paham"
"Memang aku tak mengerti Sila"
"Aih otak kita kembali bekerja karena pelajaran Ana"
"Oh ku kira apa. Belajar bukan bekerja Sila"
"Astaga bagi otak kau yang pintar itu ya jelas belajar tapi bagi otak yang standar ya itu namanya bekerja"
"Kamu ini ada ada saja Sila"a
Skip.
Saat ini mereka sedang di dalam kelas memperhatikan pelajaran yang di berikan oleh dosen.
Dosen berkata,
Hari ini kita akan ulas secara ringkas alur sejarah kemunculan sosiologi komunikasi agar pembaca dapat lebih memahami inti dari pengertiannya. Sejak era Auguste Comte, sosiologi sudah menyinggung aspek komunikasi masyarakat. Meskipun istilah-istilah yang muncul lebih sering berupa hubungan sosial dan relasi sosial. Talcott Parsons dan Robert K. Merton melihat relasi sosial dari perspektif struktural fungsional, artinya, bisa kita pahami disini, komunikasi merupakan salah satu elemen berfungsinya sistem sosial. Erving Goffman muncul pada pertengahan abad 20. Teorinya tentang panggung sandiwara banyak dirujuk sebagai referensi studi tentang komunikasi dan interaksi sosial.
Filsuf yang juga sosiolog ahli komunikasi Jurgen Habermas, secara khusus menggunakan istilah komunikasi dalam teorinya tentang tindakan sosial. Habermas menyebutnya sebagai teori tindakan komunikatif. Teori ini menekankan komunikasi sebagai sebuah paradigma. Menurutnya masyarakat komunikatif tidak lagi melakukan kritik dan resistensi lewat gerakan revolusi yang melibatkan aksi. Tetapi melalui argumentasi. Teori tindakan komunikatif meliputi perbincangan dan diskursus. Masing-masing membentuk individu sebagai subjek yang partisipatif, bukan lagi objek yang manipulatif.
Habermas memang seorang teoritisi komunikasi. Namun, sebenarnya beberapa teori sosiologi yang umum sudah sering digunakan dalam ilmu komunikasi, meskipun sekali lagi tidak secara spesifik menggunakan kata komunikasi. Hal ini karena sosiologi mempelajari hubungan sosial dan interaksi sosial yang mana di dalamnya sudah mengandung proses komunikasi.
📌 Informasi by Google
*****
Setelah selesai dengan kelas, Juliana dan Sila pergi ke kantin untuk makan siang.
"Mau pesan apa An?" tanya Sila.
"Sama in kamu deh" jawab Juliana.
"Oke tunggu ya aku pesan dulu" Sila pergi untuk memesan makanan mereka.
Nicolas dan temannya Ardi baru sampai ke kantin itu.
"Bro liat deh siapa yang duduk di pojok tuh" tanya Ardi.
Nicolas menoleh ke arah tempat yang di tunjuk temannya itu.
Tersenyum itu hal yang pertama kali dilihat oleh Ardi saat Nicolas memandang ke arah Juliana.
Nicolas memberanikan diri mendekat ke arah gadisnya itu.
Sedang Ardi hanya mengekor di belakang Nicolas.
"Hai Ana, boleh aku gabung di meja mu?"
jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.
...Salam hangat dari Aya ❤️...