
Setelah makan malam, Aprilia masuk ke kamar Juliana.
"An, mana parfum yang dari tuan Jerry Yan itu" ucap Aprilia sinis.
"Ada, buat apa Lia? kau kan juga dapat kan merek dan baunya pun sama" jawab Juliana lembut.
"Parfum mahal kek gitu gak cocok buat kamu An" ucap Aprilia sedikit sarkas.
Juliana tersenyum lirih dia tau arah pembicaraan sepupunya itu kemana.
Juliana mengambil botol parfum pemberian tuan Jerry Yan yang ada di dalam lemari nya.
Juliana menyerahkan botol parfum itu ke Aprilia.
Senyum tersungging di bibir sepupunya itu. "Nah kau tau diri rupanya, parfum mahal kek gini memang lebih pantas buat aku".
Juliana hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Aprilia.
"Ku bawa ya" setelah itu Aprilia pergi dari kamar Juliana.
Juliana kembali fokus ke layar laptopnya.
Sedangkan Aprilia senyum-senyum sendiri karena sepupunya itu mau memberikan parfum itu padanya.
Tak sadar diri memang padahal dari dulu Juliana selalu menuruti apa mau Aprilia, tapi gadis itu selalu membenarkan apapun tindakannya.
*****
Pagi hari...
Seperti biasa Juliana sudah di sibukkan dengan urusan dapur, memasak nyuci ngepel nyiram tanaman.
Selesai dengan masakannya dia akan memanggil orang rumah untuk sarapan.
Setelah itu Juliana dan Aprilia akan pergi ke kampus dengan di antar ayah Aprilia.
Juliana dan Aprilia salim dan berpamitan dengan sang ayah.
Aprilia lanjut ke kelasnya sedangkan Juliana pergi ke taman kampus karena setiap pagi dirinya ada janji dengan temannya.
"Pagi Sila" sapa Juliana pada temannya itu. Ya Juliana janjian dengan Sila.
Sila menoleh dan menjawab "pagi juga Ana" sembari tersenyum.
Juliana tersentak kaget "Hah dengan siapa?".
Sila memandang teman rasa saudarinya itu "dia anak teman papi Ana, dia baru selesai dengan kuliahnya dan sudah mengelola perusaan keluarganya saat ini".
"Kau sudah bertemu dengannya?" tanya Juliana sembari melihat wajah sedih dari temannya itu.
Sila menggelengkan kepalanya tanda belum pernah. "Pertemuan akan di adakan besok lusa" ucap gadis itu sembari tersenyum lirih.
Juliana memeluk Sila dengan sayang "aku doakan yang terbaik untuk mu Sila, kalau memang pria yang di jodohkan untuk mu ini yang terbaik semoga semua berjalan lancar".
Sila yang di peluk hanya mengangguk kan kepalanya, jujur saja saat ini dirinya hanya ingin fokus ke study nya.
"Terimakasih atas doanya Ana" ucap Sila tersenyum.
"Baiklah, mari kita ke kelas nanti telat" ajak Juliana dan Sila pun mengangguk.
Mereka berjalan di koridor dan bertemu dengan Aprilia dan Beauty Squad.
"Ana nanti sore bantuin kita pada ada tugas nih" ucap Aprilia.
Juliana ingin mengatakan "iya" tapi sebelum kata itu keluar Sila lebih dulu berkata "Eh Lia kau punya otak kan kerjakan sendiri tugas Lo jangan apa-apa selalu ngerepotin orang".
Aprilia geram dengan perkataan dari Sila dan dirinya menjawab "Heh Sila apa hak Lo ngatur gue, Ana juga gak keberatan kok lagian dia itu numpang idup di rumah gue jadi bantu tugas gue sama teman-teman gue itu gak seberapa di banding jasa keluarga gue dah nampung idup dia".
Diam hanya itu yang di lakukan Juliana. Sila geram mendengar ucapan dari Aprilia "Heh elu yang gak tau diri Ana di rumah elu juga gak gratis dia ngelakuin hal yang gak pernah elu bisa kerjain, ngaca cuman bisa dandan doang bangga" sarkas ucapan Sila yang mana membuat Aprilia geram.
PLAKK
Bunyi tamparan dari Aprilia...
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘
...Salam hangat dari Aya ❤️...
...Penampilan Ana pagi itu...
📌 gambar by pinterest