
Semua orang berkumpul pagi itu di ruang tengah mansion Yan tersebut.
Nyonya besar Lin Yan mengumpulkan semuanya disana.
"Karena semua sudah berkumpul saya ingin membicarakan sesuatu" ucap grandma Lin.
Tuan Jerry nyonya muda Aini, Jonathan dan Juliana, Aprilia dan kedua orang tuanya bahkan Gibran pun ada disana.
"Katakanlah Bu, kami akan mendengarkan" sahut sang anak.
"Ehem. Begini Jonathan dan Juliana sudah resmi menikah sekarang, grandma sudah menyiapkan tiket untuk honeymoon kalian ke kota L. Lusa kalian bisa berangkat"
Jonathan maupun Juliana saling pandang "apa tidak terlalu cepat grandma" tanya Jonathan.
Nyonya besar Lin Yan menoleh ke arah sang cucu "lebih cepat lebih baik, karena sepulangnya kalian kita akan mempersiapkan pernikahan selanjutnya"
"Hah" kaget Jonathan "Siapa yang mau menikah lagi"
Grandma Lin tersenyum kemudian menjawab "Gibran"
Semua orang disana melirik ke arah pria tampan nan misterius itu.
Sedangkan Gibran yang di pandang hanya diam
"Gibran mau grandma nikahkan sama siapa? setau Jo dia gak punya pacar" ucap Jonathan sembari melirik Gibran.
"Memang gak punya pacar, tapi sudah punya calon istri" ucapan grandma Lin membuat semua orang menoleh ke arah Gibran
"Siapa sih grandma?" tanya Jeslin yang penasaran tingkat tinggi.
Nyonya besar Lin Yan tersenyum kemudian dia menunjuk Aprilia dan berkata "Lia adalah calon istri dari Gibran"
Ucapan sang nyonya besar Yan itu membuat semua orang terkejut kecuali tuan Jerry dan nyonya muda Aini Yan di karenakan malam sebelumnya sudah di bahas.
"Ma.. maksud grandma apa?" tanya Aprilia sedikit gagap karena kaget.
Aprilia menoleh ke arah Gibran, pandangan mata mereka sempat bertemu kemudian mereka memutuskan untuk memandang ke arah nyonya besar Lin Yan tersebut.
"Coba hilangkan canggung yang hadir di antara kalian itu ya"
"Pengumuman sudah selesai, silakan yang mau kembali beraktivitas grandma mau ke kamar"
Nyonya muda Aini Yan dengan sigap memegang tangan sang mertua kemudian membawa menuju kamarnya.
Semua yang ada disana masih terdiam.
"Sekarang keputusan ada di kalian berdua, bukan papa ingin memaksa hanya papa yakin Aprilia yang terbaik untuk Gibran begitu juga sebaliknya"
Gibran maupun Aprilia memandang ke arah tuan Jerry Yan tersebut.
Gibran bersuara "baiklah pa, Gib akan mencoba menjalani hubungan pendekatan dengan Lia"
Mendengar perkataan dari pria tampan itu Aprilia menoleh dan mengernyitkan dahinya "Apa maksudnya itu" gumam Aprilia dalam hati.
Setelah mengucapkan itu Gibran menoleh ke arah Aprilia dan tersenyum tipis.
"What, dia bisa tersenyum. Hoho ku pikir dia tak bisa tersenyum eh tapi manis banget senyumnya. Oh astaga apa yang kau pikirkan Lia" gumamnya dalam hati.
Tuan Jerry Yan berdiri dan pergi dari sana. Sekarang tersisa lah kedua pasang makhluk itu. Jonathan dan Juliana saling melirik sembari menoleh ke arah Gibran dan Aprilia.
"Nak Gibran kalau memang nantinya kalian berjodoh tolong jaga anak ibu ini ya tolong jangan sampai kau menyakiti hati dan perasaannya" ucap bibi Asih dengan nada lirih.
Gibran yang mendengar langsung berjongkok di hadapan calon ibu mertuanya itu, dirinya sangat sensitif kalau menyangkut seorang ibu karena dirinya yang ditinggalkan selama-lamanya oleh ibu dan bapaknya karena mal praktek. Seorang yang berkedok dokter menguji coba penemuannya kepada kedua orang tuanya. Cairan yang bisa menumbuhkan sel-sel baru tapi sebenarnya mematikan sel jaringan utama dan mengakibatkan kedua orang tuanya meninggal.
Gibran tak bisa berbuat apa-apa sampai suatu hari dia bertemu dengan tuan Jerry Yan dan semua orang yang terkait dengan kematian kedua orang tua Gibran di babat habis oleh Gibran dengan bantuan kekuasaan tuan Jerry Yan sendiri.
"Ibu, tolong kasih restu diriku dengan anak gadismu itu"
"Gib tak bisa menjanjikan apapun, tapi satu yang pasti Gib akan berusaha selalu membahagiakan Lia" kemudian Gibran memandang ke arah Aprilia dan tersenyum.
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.
...Salam hangat dari Aya ❤️...