Juliana

Juliana
Bab 60



Mansion keluarga Yan


Di kediaman keluarga Yan saat ini sudah di sibukkan dengan persiapan untuk acara pertunangan Jonathan dengan Juliana besok lusa.


Semua harus sangat perfect jadilah sang nyonya besar turun langsung. Ya grandma Lin sudah sangat lama menanti hari dimana dirinya bisa melihat sang cucu bersanding dengan gadis yang memang pantas untuk cucunya itu.


Dan Juliana lah yang terbaik untuk pewaris kerajaan bisnis Yan itu.


"Ibu, lebih baik istirahat dulu. Sudah dari pagi ibu keliling dan belum istirahat" ucap sang menantu nyonya Aini Yan.


"Ibu tidak lelah Ai. Justru ibu sangat tidak sabar menunggu hari H itu" balas sang mertua nyonya besar Lin.


"Tapi lebih baik ibu duduk saja ya, Ai tak mau ibu kelelahan"


"Haiss kau ini, sungguh ibumu ini tak lelah"


Setelah itu nyonya besar Lin pergi meninggalkan sang menantu.


"Ibu..." panggil nyonya Aini. Tapi yang di panggil tetap meneruskan perjalannya.


Pasrah hanya itu yang bisa di lakukan oleh nyonya Aini karena sang mertua sangat keras kepala.


Di kediaman paman Aran


Saat ini Juliana sedang di tarik paksa oleh Aprilia untuk ikut ke salon agar hari H nya sepupunya itu makin bersinar.


"Ayo Ana kita pergi ke salon" ucap Aprilia sembari menarik tangan Juliana.


"Tak usah Lia, lagian kan cuma pertunangan gak perlu segitunya" balas Juliana.


"Ih kamu ini ya. Memang pertunangan tapi 2 hari kemudian kalian nikah jadi harus ke salon sekarang Ana"


"Lia, aku..." belum selesai Juliana berkata sang bibi sudah memotong lebih dahulu.


"Ana nurut aja. Sekarang kamu berangkat sama Lia ke salon" ucap bibi Asih dengan wajah serius.


glek


Mereka berdua menelan saliva nya melihat wajah garang yang sudah cukup lama tidak mereka lihat.


Yah wajah garang itu sering terlihat sewaktu Juliana dan Aprilia seperti saat ini tapi wajah garang itu hilang saat melihat anak dan keponakannya itu berjauhan.


"Ok ok bibi, Ana akan ikut dengan Lia tapi bibi rubah dulu wajah bibi" ucap Juliana.


Sang bibi kemudian tersenyum.


Setelah itu mereka berdua ngacir pergi menuju salon.


Sedangkan di tempat lain, Nicolas termenung di rooftop perusahaan sang ayah.


Ya, Nicolas memutuskan menyibukkan diri mengurus perusahaan sang ayah apabila tidak ada kelas.



📌 Gambar by pinterest


"Apa aku sanggup melihat mu menjadi milik orang lain Ana?"


"Apa aku sudah tidak ada kesempatan untuk memilikimu"


"Sungguh Ana, ini sangatlah menyakitkan bagiku"


"Kau gadis pertama yang membuatku merasakan apa itu cinta"


"Kau yang mengajarkanku apa itu rindu"


Tak terasa air hangat itu mengalir di pipi pria tampan itu.


Nicolas tersadar dan mengusap air matanya.


"Ah, mengapa bisa aku mengeluarkan air mata. Apa sebegitu berpengaruhnya dirimu Ana terhadap diriku?"


"AKHHHHHH" teriak pria tampan itu


"Hahh" Nicolas menghela nafasnya setelah puas berteriak.


"Setidaknya dengan berteriak sedikit mengurangi sesak yang ada di dadaku"


Tak jauh dari tempat Nicolas, ada seorang gadis yang memandang ke arahnya.


"Dia kenapa? Mengapa dia berteriak?" ucap gadis itu. Dirinya tak sengaja mendengar seseorang berteriak karena penasaran gadis itu mencari asal suara, dan disinilah dia berada di rooftop kantor tempat dia bekerja.


Jeng jeng jeng


Siapa gadis itu? next bab kita perkenalan dengan dirinya yaw hehe


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘


...Salam hangat dari Aya ❤️...