Juliana

Juliana
Bab 74




Gibran dan Aprilia saling pandang.


"Eh, kupikir kita bakalan satu tempat tidurnya" ucap Aprilia sambil nyengir.


Gibran menoleh ke arah gadis di sampingnya itu "Pikiran mu harus di bersihkan" ucapnya datar.


"Hah. Heh mana aku tau bakalan ada dua, ku pikir cuman satu tempat tidurnya makanya aku protes huh"


"Cerewet aku mau mandi" kemudian Gibran melangkah pergi ke kamar mandi.


"Ih, grandma mau jodohin aku sama cowok kek Gibran gitu sih. Dingin gak ada romantis gak lembut macam Jonathan"


Aprilia sedang asik bergumam sendiri tidak mengetahui bahwa Gibran ada di belakangnya.


"Nanti kau akan tau bagaimana cara ku membahagiakan mu Lia." ucap Gibran dalam hati sambil tersenyum.


Ah sangat di sayangkan tidak ada yang melihat pria tampan itu tersenyum, karena dia lebih sering menampilkan wajah datar dan dingin.


Gibran kembali menuju kamar mandi. Sedangkan Aprilia membereskan pakaiannya.


*****


Sedangkan di kamar Jonathan dan Juliana mereka berdua selesai mandi dan bersiap untuk lunch bareng.


"Sudah sayang?" tanya Jonathan


Juliana tersenyum dan mengangguk


"Ayok kita keluar" ajak Jonathan.


Suami istri itu keluar dari kamar mereka dengan bergandengan tangan.


Sampai di tempat lunch Jonathan kaget.


"Hah, yang aku gak salah liat kan" tanya Jonathan.


Juliana mengkerut kan dahinya "Liat apa sih?"


"Itu... siapa yang duduk makan siang di meja itu" tunjuk Jonathan ke arah salah satu meja yang ada di dekat kaca.


Juliana mengikuti arah pandang dari suami tampannya itu.



Juliana sekarang makin mengkerut kan dahinya "Jeslin"


Sedangkan gadis yang di bicarakan itu acuh saja dirinya masih sibuk makan makanan yang ada di depannya saat ini.


Jonathan dan Juliana saling pandang kemudian berjalan ke arah nona muda Yan itu.



Jonathan melirik ke arah adiknya itu dan berkata "Kenapa kau bisa ada disini?"


Jeslin mendongak dan tersenyum ke arah Abang nya itu "hehe, aku lagi liburan bang"


"Hais, tapi mengapa ke sini"


Jonathan memandang datar adiknya itu "Awas ya kalau kamu ganggu abang"


Tak berapa lama datanglah Gibran dan Aprilia.


"Ada apa An?" tanya Aprilia yang baru datang langsung memeluk Juliana.


"Eh, itu Jeslin bikin terkejut saja tiba-tiba ada disini juga" jawab Juliana tersenyum


"Astaga Jes kapan kau sampai kemari?" tanya Aprilia


"Hehe baru saja kak Lia makanya Jes langsung makan laper? jawab Jeslin.


Juliana dan Aprilia tersenyum bersama sedangkan Jonathan merotasi matanya sedang Gibran tetap dengan wajah datarnya.


"Ya udah yuk semua kita juga makan" ajak Juliana.


Aprilia dan kedua pria tampan itu mengangguk kompak.


Terjadi obrolan ringan antar ketiga perempuan itu sedangkan kedua pria tampan itu tetap diam memperhatikan ketiganya.


Saat sedang makan tiba-tiba saja seseorang datang dan berdiri di samping meja mereka tepatnya berdiri di depan Jonathan.


"Jonathan..."


Semua menoleh ke arah suara.


"Apa kabar? Lama tak bertemu denganmu"


......


*****


Saat ini Nicolas sedang duduk santai di bangku taman kampus.


Dari kejauhan Arneta melihat pria tampan itu dan memutuskan untuk mendekatinya.


"Ehemm" gadis manis itu berdehem tepat berada di bangku samping tempat duduk Nicolas.


Pria tampan itu menoleh dan terkesan kaget melihat Arneta ada di sana.


Arneta yang melihat ekspresi wajah dari Nicolas tersenyum manis


"Apa kabar Nico?" tanya Arneta


Bukannya menjawab Nicolas balik bertanya "Mengapa kau ada disini?"


"Hah, hei tampan aku bertanya padamu, mengapa kau malah tanya balik huh" ucap Arneta sambil mencebikkan bibirnya.


Nicolas merotasi matanya dan dirinya memilih pergi dari sana.


"What. Apa apaan dia itu. Oh Tuhan mengapa diriku bisa menyukai pria tampan tapi dingin macam kulkas 5 pintu itu" keluh Arneta.


📌 Gambar by pinterest


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘


...Salam hangat dari Aya ❤️...