
Masih di tempat kediaman Keluarga Nicolas...
"Ayah panggil Nicolas dulu ya, kasian kamu nunggu lama" ucap ayah Saputra.
Jonathan dan dan bunda Nindy kompak mengangguk kan kepala mereka.
TAP TAP TAP
Langkah jalan kaki dari ayah Saputra menuju ke kamar Nicolas.
TOK TOK TOK
Ketukan di pintu kamar Nicolas.
KRIETT
Suara pintu terbuka, dan muncullah sosok yang di tunggu oleh Jonathan.
"Nic, Jo sudah menunggu mu di luar" ucap sang ayah.
"Oh oke yah, sebentar lagi Nico ke sana".
"Hm, kalau begitu ayah pergi dulu ya".
Setelah itu ayah Saputra pergi dari kamar sang anak.
Di tempat lain...
📌 Gambar by pinterest
Juliana dan Sila sudah sampai di tempat wisata yang akhir akhir ini sering banyak di kunjungi orang lain.
Tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan gunung yang menyegarkan mata.
"Gimana An?" tanya Sila.
Juliana menjawab "Sangat indah" tanpa menoleh ke arah temannya itu di karenakan masih terpukau oleh pemandangan di sana.
"Hehe, suka gak?" tanya Sila lagi sambil memperhatikan raut wajah Juliana.
"Suka banget" jawab Juliana yang masih berfokus pandangan nya ke arah sekitar.
"Syukurlah kalau kau suka, sesekali kita refreshing dari pada gabut di rumah" ucap Sila.
Juliana memandang ke arah temannya ini. Dirinya memperhatikan betul betul raut wajah dari Sila.
"Ada apa Sil?" tanya Juliana lembut.
Sila yang tadinya menunduk akhirnya mendongakkan kepalanya.
"Ada apa sayang? coba cerita sama mommy" ucap Juliana, mendengar kata mommy keluar dari mulut gadis di depannya itu sontak membuat Sila tertawa.
"Hahaha, kau ini An, sejak kapan jadi mommy hem" ucap Sila sambil menutup mulutnya karena masih tertawa.
melihat hal itu Juliana ikut tersenyum. Juliana sangat tidak suka melihat orang orang yang dia sayang bersedih.
Huhh... Sila menghela nafasnya.
Juliana membelai lembut punggung Sila.
"Cerita lah meski mungkin aku tak bisa membantu paling tidak beban pikiran mu berkurang" ucap Juliana lembut.
Sila memandang lekat ke wajah Juliana. Ada rasa bahagia karena telah mengenal dan berteman baik dengan gadis di depannya ini.
"Malam tadi papa dan mama sudah membahas tentang perjodohan aku An" Sila berhenti sejenak dan menarik nafasnya berulang kali.
Juliana yang melihat Sila seperti itu dia yakin bahwa hal tersebut sangat menggangu pikiran nya saat ini dan dirinya masih setia membelai punggung temannya itu.
"Aku sudah mencoba bilang ke mereka bahwa aku ingin melanjutkan studi ku, tapi mereka jawab hal itu masih bisa dilakukan setelah menikah" tak tahan akhirnya Sila terisak setelah berkata demikian.
Juliana membawa Sila ke dalam pelukannya, dirinya menepuk pelan punggung temannya itu.
Sedangkan di kediaman Nicolas...
"Maaf bro lama nunggu" ucap Nicolas yang baru datang itu.
"it's okey gak masalah kok lagian karena menunggu Lo, gw bisa ngobrol lama sama bunda" balas Jonathan sambil mengedipkan sebelah matanya kepada sang bunda.
Bunda Nindy pun ikut mengedipkan sebelah matanya dan hal itu kembali membuat Jonathan dan Nindy tertawa.
Nicolas yang melihat mereka seperti itu hanya mengangkat bahu nya acuh.
Sedangkan ayah Saputra hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah laku dua orang beda usia itu.
"Siap berangkat bro" ucap Jonathan sambil memandang ke arah Nicolas.
"Siap bro" balas pria tampan itu.
"Ayah bunda kami berangkat ya" ucap Nicolas sambil menyalami kedua orang tua nya.
"Hati hati di jalan ya sayang" ucap bunda Nindy kepada mereka berdua.
Akhirnya saat ini mereka sudah berada di dalam mobil Jonathan.
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.
Salam hangat dari Aya ❤️