Juliana

Juliana
Bab 62



Acara pertunangan lumayan meriah biarpun yang hadir kebanyakan hanya orang terdekat dari kedua belah pihak.



Aprilia menghampiri Juliana yang saat ini berdiri di samping Jonathan.


"Ana selamat sepupu ku sayang" ucap Aprilia sembari memeluk.


Juliana tersenyum dan membalas pelukan "Makasih".


Aprilia melonggarkan pelukannya dan menoleh ke arah Jonathan dan berkata "Aku titip Ana ya Jo tolong sayangi dia dan maafkan atas kelakuan ku selama ini"


Jonathan tersenyum ke arah Juliana kemudian dia berkata "Kau tenang saja Lia tanpa kau pinta pun aku akan menyayangi dan mencintai Juliana dengan sepenuh hatiku".


Aprilia tersenyum mendengar ucapan Jonathan, ya dia tau bahwa Jonathan memang benar-benar mencintai sepupunya ini.


"Ya sudah, aku ke sana lagi ya mau cari dessert dulu" ucap Aprilia


"Ok" jawab kompak Juliana dan Jonathan kemudian mereka bertiga tertawa.


Setelah itu sang adik Jeslin mendekati Abang serta calon kakak iparnya itu.



"Abang dan kakak ipar selamat atas pertunangan kalian" ucap gadis muda itu sembari memeluk Juliana.


Juliana membalasnya dan menjawab "Terimakasih banyak sayang"


Sedangkan Jonathan yang melihat menjadi gemas dan mengacak rambut sang adik.


"Ih Abang jangan di acak nanti rusak" ucap Jeslin sambil memberengut.


Jonathan dan Juliana tersenyum melihat Jeslin seperti itu.


Masih asyik bercanda Arneta mendekat ke arah mereka bertiga.



"Ana" panggil Arneta kemudian membentangkan kedua tangannya ingin memeluk Juliana.


Juliana menoleh dirinya tersenyum melihat sahabat masa kecil dirinya dan Aprilia itu dan kemudian menyambut pelukan dari gadis di depannya ini.


"Selamat Ana" ucap Arneta


Arneta melepaskan pelukannya kemudian berkata "Segalanya apa?"


Juliana tersenyum "Lia sudah menceritakan semuanya padaku. Kalau bukan campur tangan darimu mungkin saat ini aku dan Lia akan tetap seperti orang asing dan pertunangan hari ini pun mungkin saja tak akan terlaksana"


"Kau ini, itu bukan apa-apa sayangku dan maafkan karena kepergian ku kita semua menjadi seperti orang asing" jawab Arneta.


Arneta dan Juliana kembali saling berpelukan.


Tak lama ada seseorang di belakang Arneta dan berkata "Kau terlalu lama memeluk dirinya nona"


Arneta dan Juliana saling melepaskan pelukan, Juliana tersenyum mendapati Nicolas yang berdiri di belakang Arneta. Arneta membalikkan badannya dan mendapati pria tampan yang dia lihat di pojok ruangan itu.


"Hi bro" sapa Jonathan


"Hi juga" balas Nicolas sambil tersenyum


Arneta memperhatikan pria tampan di hadapan Jonathan itu.


"Dia tersenyum tapi mengapa aku merasakan ada luka di senyumannya itu" gumam Arneta dalam hati.


Nicolas yang merasa di perhatikan menoleh ke arah Arneta.


Arneta kaget karena tiba-tiba Nicolas memandang ke arah dirinya.


Nicolas menatap datar ke arah Arneta tapi sesaat kemudian dia tersenyum hal itu membuat Arneta terdiam tapi hanya sesaat setelah mendengar ucapan pria tampan di hadapannya ini bersuara.


"Adek apa kabar?" ucap Nicolas.


Jeslin tersenyum kemudian mendekati Nicolas dan memeluknya.


"Adek baik bang. Abang sendiri gimana? Sudah lama tidak main ke rumah Jesi kangen" jawab Jeslin sembari memeluk pria tampan itu.


Arneta hanya diam melihat interaksi dari pria tampan di hadapannya itu dan gadis muda di sampingnya itu.


Juliana menyenggol lengan Arneta kemudian tersadar dan berkata "Eh... Ada apa Ana?"


📌 Gambar by pinterest


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘


...Salam hangat dari Aya ❤️...