
*MAAF ADA KATA-KATA KASAR.KEKERASAN PERTENGKARAN ššJANGAN DI TIRU YA GUYS.....
Juli sedangĀ berdiriĀ menatap gedung di depannya .
"Mbak"panggil pak ojek
"Iya pak"ujar juli
"Helmnya mbak "ujar pak ojek tersebut
Juli terkejut di pegangnya kepalanya ternyata .dia langsung melepas helm tersebut dan memberikan kepada pak ojek
"Ini pak maaf.saya lupa. Sekali lagi makasih"
"Sama-sama mbak"tukan ojek tersebut meninggalkan juli yang masih berdiri.
Juli membuang nafas berat. menatap lagi gedung tinggi di depannya .
Ayo jul loe pasti bisa.batin juli .sambil melangkah kearah pintu masuk. Di depan pintu masuk ada 2 security berbadan besar menatap kearah juli .
"Permisi mbak"ujar salah satu security tersebut
"I.i.iya pak "jawab juli gugup .
"Ada yang bisa saya bantu. Kayaknya mbaknya lagiĀ kebingungan"
"Oh begini pak.saya mau ketemu sama Pak Devan "
" Pak Devan?"tanya pak security tersebut
"Iya pak .Pak Devan."
"Kalau begitu mbak bisa langsung komfrimasi ke Resepsionis saja mbak.mbak masuk ke dalam saja. silahkan mbak "ujar pak security
"Baik pak terima kasih " setelah mendapatkan izin darinpak security juli langsung masuk kedalam gedung tersebutĀ .dilihat sekeliling terlihat luas terdapat banyak orang yang berlalu lalang. Juli terlihat semakin gugup.berjalanlah dia kearah resepsionis
"Permisi"
"Selamat datang di alexander corp .ada yang bisa saya bantu" ujar resepsionis tersebut menatap juli melihat penapilan juli
"Begini bu.saya mau bertemu dengan Pak Devan "
"Pak Devan?maksud kaka Pak Devan alexander "tanya resepsionis tersebut
"Iya bu.apa Pak Devannya ada ?"
"Maaf .apa sebelumnya kakak sudah membuat janji."tanya resepsionis itu
"Belum bu"ujar juli
"Maaf ya kak . Pak Devannya tidak ada.sedang ada meeting di luar kantor "
"Oh baik kalau begitu.terima kasih " ujar juli
"Selamat Siang Bu Angel ."sapa resepsionis ramah
"Hem "jawab perempuan yang di sebut angel itu
"Saya mau bertemu devan .devannya ada ?"tanya angel
"Ada bu.Pak Devan ada di Ruangannya" ujar resepsionis
Angel langsung meninggalkan meja resepsionis dan berjalan menuju lift
Juli yang mendengar hal tersebut kaget dan bukanya tadi resepsionis tersebut bilang pakĀ devan Tak ada.
Juli menatap kearah resepsionis tersebut
Tapi resepsionis tersebut tak mempedulikannya dia malah membuang muka .merasa tak bersalah
"Maaf .kenapa ibu bohong sama saya kalo pak devan Nggak ada .terus kenapa kakak yang tadi boleh masuk sedangkan saya tidak"
Resepsionis tersebut hanya diam tak mempedulikan juli
"Tentu saja.kakak yang mbak lihat itu dia itu tunangannya pak devan.sedangkan anda "ujar resepsionis menatap remeh juli
Melihat juli dari atas sampai bawah
"Lagian memang peraturannya harus ada janji terlebih dahulu untuk bertemu dengan Pak Devan . Dan itu pun bukan orang sembarangan .pak devan juga nggak mungkinĀ kenal dengan anda.beliau orang terpandang nggak mungkin beliau mengenal mbak yang ???"
"Maksud loeĀ ?"juli mulai tersulut emosi dia mendekat kearah resepsionis tersebut.dia dari tadi sudah menahan diri .
. "Ya maksud saya.saya udah sering ketemu sama orang kayak mbaknya.yang pura-pura kenal sama pak devan .ternyata cuma Cewek murahan alias Lontx yang ngejar-ngejar pak Devan ."ujar resepsionis
Juli menatap tajam kearah resepsionis tersebut.dia marah dia tidak pernah dihina seperti ini .
PLAKKKK satu tamparan melayang di pipi resepsionis itu.
Semua orang terkejut melihat kejadian tersebut.
"YAKKKKKK"teriak resepsionis tersebut
Menatap juli tajam
Resepsionis tersebut membalas juli tapi tangan nya ditahan oleh juli .di dorongnya resepsionis tersebut hingga terjatuh .
"Lain kali punya mulut itu di jaga .percuma sekolah tinggi bergelar tapi .etitut kayak nggak pernah di sekolahin ."ujar juli
"Cih.menjijikan ".ujar juli bangkit akan meninggalkan tempat tersebut.tapiĀ seseorang mendorongnya hingga juli terjatuh tak hanya itu orang tersebut juga menjambak rambutnya .
"Awww"lirih juli kesakitan
"Dasar lontx .berani loe nampar gua hah?"resepsionis tersebut masih menjambak juli.
Juli menahan sakit di kepalanya rasanya semua rambutnya rontok .
Resepsionis terus menjambak juli juli tak bisa membalah karena perbedaan tinggi badan sehinggak juli tak bisa membalas.
"Lepasin"ujar juli
Juli mencoba melepaskan tangan respsionis tersebut .tapi tak dilepaskan.malah jambakannya semakin kencang.
Juli audah merasakan pusing di kepalanya.dia lalu menggigit lengan resepsionis tersebut.
"Awwwwww"teriak perempuan tersebut .melepaskan jambakan rambutnya.
Juli yang merasakan sakit di kepalanya.perempuan tersebut akan menyerang kembali juli .tapi security sudah menghadang dan memisahkan keduanya .
Resepsionis tersebut masih berusaha menyerang juli.juli masih memegangi kepalanya yang merasa pusing .
Saat ini suasanya sudah ramai banyak orang yang menjadikan mereka bahan tontonan .
Devan Baru keluar dari Lift saat ini dia sedang berjalan kearah lobby dengan Angel yang mengandeng lenganya.Angela memaksanya untuk makan siang dengannya.mau tak mau devan mengiyakan ajakan tersebut. tak lupa alif yang mengikuti di belakang .Dilihatnya kerumunan Devan Pun Mendekat kearah kerumunan tersebut.
Terdengar ada suara ribut -ribut.
Alif yang mengerti
.
"Ada apa ini?"ujar alif
Semua orang melihat kearah alif.semua orang terkejut melihat Kearah Devan.tak terkecuali Resepsionis tersebut yang terkejut langsung merapikan diri.
Devan berdiri dengan Tatapan tajam .aura yang dingin dan membunuh.
"Ada apa ini ?"tanya Devan
Hikshikshiks suara tangisan
"Maaf pak .tapi ada seorang perempuan yang memaksa untuk masuk .saya coba menjelaskan tapi beliau malah menampar saya"ujar resepsionis teraebut sambil menangis.
Juli merasa ketakutan. Dia masih menunduk .dan bersembunyi di belakang pak security .
Devan melihat kearah lain di lihatnya seseorang menunduk .berdiri di belakang Security.
Devan meminta security tersebut untuk menyingkir .Devan Terkejut melihat sosok yang sedang menundukĀ .Devan langsung menghampiri Juli .
Juli ketakutan terdengar suara langkah kaki mendekat kearahnya .
Devan masih dengan tatapan dingin dan tajam .
Resepsionis tersebut tersenyum.
Devan mengepalkan Kedua tangannya .dia sedang menahan amarahnya.dilihatnya juli yang menunduk dengan badan yang gemeteran di tambah penampilannya yang sudah berantakan .di tambah dilihatnya luka di lengan juli membuat Devan semakin Marah .
"Kamu nggak-apa?" TanyaĀ Devan lembut
Juli hanya menggelengkan kepalanya.
"Ma.ma.maaf pak hiks hiks hiks.sa.saya yang salah " ujar juli menahan tangis
Devan melihat kedua mata juli yang berkaca-kacaĀ .
Devan menarik juli kedalam pelukannya .
Semua orang terkejut dengan apa yang mereka lihat.Pak Devan Memeluk seorang Wanita di depan Umum . Itu akan menjadi Gosip Terpanas Di kantor . Sedangkan resepsionis tersebut terlihat pucat ketakutan.
Juli menangis di dalam pelukan Devan .dia benar-benar ketakutan.sampai-sampai tak.sadarkan diri .
Devan menggendong Juli ala bridalstyle membawanya pergi meninggalkan Lobby.
"ALIF" panggil Devan
"Kamu urus semua ."
"Baik pak "
Devan meninggalkan kantor .
Devan "panggil angela mengejar devan yang sudah keluar meninggalkan lobby.
TapiĀ Devan tak mempedulikan panggilan Angel .sekarang yang terpenting membawa Juli ke rumah sakit .devan sudah ada di dalam mobil.
"Kita ke rumah sakit"ujar devan
"Baik pak"
Mobil Devan sudah meninggalkan Perusahaan Sepanjang Perjalanan di Dalam mobil Devan masih memangku juli .dilihatnya wajah juli yang masih menutup mata.
Tak begitu lama mobil Devan sudah sampai Di Rumah Sakit .Sampainya di loby sudah ada beberapa dokter dan Perawat yang sudah standbye menunggu kedatangannya.
Di bukanya pintu mobil.Devan langsung membawa juli kedalam Rumah Sakit .diikuti oleh DokterĀ dan Perawat . Devan Tak membiatkan Perawat membantu untuk membawa juli .
Diletakannya Juli di Kasur Rumah sakit.agar dapat di periksa oleh Dokter.
Devan masih menatap kearah juli yang sedari tadi belum sadarkan diri.padahal sudah hampir 1 jam sejak juli di periksa.Dokter bilang Juli hanya syok.dan untuk luka-luka sudah di obati dan tidak ada yang Parah.bahkah hasil CT tidak ada masalah.
"Ada apa ini .melihat mu seperti ini .Kau membuat ku takut."ujar Devan masih menggenggam tangan Juli
"Brooo ada apalagi ini?.gua denger loe panggil semua dokter lagi "tanya Ilham
Dilihatnya seseorang yang sedang berbaring tak sadarkan diri.
"Juli.bro dia kenapa?" Tanya ilham.
Tapi Tak ada jawaban .
Tok tok tok
"Permisi pak "
"Gimana Lif ?"
Alif menceritakan kejadian sebenarnya.
Apa yang terjadi.bahkan semua percakapan kedua wanita tersebut .Devan mengepalkan Tangannya.saat ini dia sangat marah rasanya ia ingin menghancurkan orang tersebut.Ilham yang mendengarnya pun terkejut .
"Ayahhhhh.ayahh"ujar juli lirihĀ masih menutup mata.tapi terlihat air mata yang menetes .bDevan yang mendengar hal tersebut menghampiri juli .
"Ham "panggil Devan
Ilham dengan sigap mengecek kondisi Juli.
"Dia nggak apa-apa.sebaiknya kita biarin dia istirahat dulu "ujar ilhamĀ
"Alif. Kamu boleh pegi "ujar Devan
"Baik pak.kalau begitu saya permisi
"Loe juga mending loe balik ke ruangan loe."
"Cihh"
Ilham pergi meninggalkan Ruangan tersebut .
Ting suara Pesan masuk.dari handphone juli.Devan membaca pesan tersebut.
Bunda : sayang maaf ya .bunda baru ngabarin .kalau hari ini bunda harus Pulang dulu ke BandungĀ .soalnya bi Ijah mau hajat nikahan anaknya . dia minta ibu buat jadi tukang masaknya.kamu baik-baik dirumah jangan Begadang .dan jangan maen sampe malem-malem .
Bunda : kalo ada apa-apa kamu telfon bunda.
Juli :iya bunda.hati-hati .titip salam buat Nenek sama bibi .
Bunda:Ā iya sayang .
Setelah membalas Pesan .Di letakan Kembali Handphone Juli.