Juliana

Juliana
RUMAH SAKIT 5



"Pak Devan "juli terkejut melihat sosok di depannya


Devan berjalan menghampiri juli .


"Bagaimana keadaan mu ?"


" sa.sa.saya sudah lebih baik pak ."


"Terima kasih pak.sudah menolong saya.dan saya minta maaf untuk yang tadi siang "


"Hem"


" terima kasih pak."


"Apa yang sedang kau lakukan "


"Saya lagi liat tv pak."


"Oh"


"Bapak sendiri .kenapa bapak bisa masuk.ini kan bukan jam besuk.kok bapak bisa masuk ?"


"Emang bapak nggak di marahin sama Penjaga "


" tidak "


Memang orang kaya mah beda. batin juli


Tok tok permisi" ujar ilham sambil mengetuk pintu ruang inap juli


Dokter ? "


"Hai .jul gimana kondisi kamu.?"


"Sudah lebih baik dok"


"Syukur kalau begitu."


" hai bro "sap Devan


"Hem "


"Dokter masih disini ini kan udah malem .dokter nggak pulang"


"Makasih udah kwatirin saya .tapi atasan saya nyuruh saya buat jaga malam soalnya ada pasien VVVIP "


Juli hanya mengangguk


" gimana kondisinya ?tanya devan pada Ilham


Juli merasa penasaran pun menatap kearah Ilham


"Kondisi sudah lebih baik. Dari hasil tes semua baik-baik saja


Kemungkinan besok atau Lusa dia sudah bisa pulang "


"Serius dok?"tanya juli


"Hem "


"Terima kasih dok ." Ujar yuli sambil tersenyum


Akhirnya bisa keluar dari rumah sakit ini batin juli


"Kalau begitu saya pamit dulu.saya masih afmda urusan " ujar ilham pergi meninggalkan jul


"Sekali lagi terima kasih dok "


Lain hal nya dengan devan yang masih menatap juli .juli saat ini merasa seperti diawasi .


"Huhhfff" suara nafas berat juli


"Kenapa?"tanya devan


"Nggak apa-apa pak"


Devan langsung memanggil perawat


Tak lama masuklah seorang perawat dengan mendorong kursi roda


"Terima kasih sus"ujar devan


"Iy iya pak sama-sama "


Perawat meninggalkan ruangan juli


"Kursi roda buat apa pak"


?"


" buat kamu. "


"Heh? Buat saya ?"


" hem "


"Tapi buat apa pak?"


Devan tak menjawab .dia langsung menggendong juli dan mendudukan juli di kursi roda.


"Pak kita mau kemana?"tanya juli saat devan mendorong kursi roda juli keluar ruang inap


Devan hanya diam dia terua mendorong kursi roda juli mereka saat ini sedang menuju taman rooftop .


"Hah" Juli melihat kesekeliling.taman pemandangan kota yang diasi lampu -lampu .begitu indah .di tambah udara yang begitu segar .


Juli terkejut.saat devan memakaikan Jas pada juli


"Pak"


Juli hanya tersenyum


"Terima kasih pak "


"Hem "


Sekitar 10 menit devan kembali membawa juli masuk ke ruangannya .diletakannya juli di kasur


"Terima kasih pak eh maksudnya devan " ujar juli


"Hem"


"Sekarang sebaiknya kamu istirahat .ini sudah malam ."


"Hem .terima kasih untuk semuanya "


"Kalau begitu saya pergi .selamat malam"


Selamat malam "balas juli


Devan meninggalkan ruangan juli setelah menutup pintu seutas senyum muncul di wajah Devan .


Saat di taman


" Pak ?" Panggil juli


"Hem"


"Sekali lagi saya mau bilang terima kasih buat semuanya dan saya minta maaf untuk kejadian tadi siang saya nggak sengaja bentak bapak ."


"Saya cuma kaget sama apa yang bapak lakuin. Saya bener-bener minta maaf ."


"Kenapa kau selalu minta maaf ? .dan kenapa kau menghindar setiap kita bertemu dan kenapa kau selalu menunduk saat melihat ku .apa aku semenakutkan itu"


"Hem."jawab juli jujur devan menatap juli


"Maksud saya .awalnya emang saya takut ketemu bapak pas acara seminar . Apalagi kejadian di club itu. Sebenernya saya eh nggak kami .maksudnya saya dan temen-temen saya khawatir pak .kalau misalnya bapak bilang ke kepsek soal masalah club itu.makanya ssbisa mungkin kami menghindar pak ."


Jadi itu alasanya batin devan


"Ya. sebenarnya aku ingin melaporkan kalian.kalian tau kalian melakukan banyak pelanggaran . "


Juli menatap devan


"Tapi."


"Tapi?"


"Masalah seperti itu bukan urusan ku "


Huffttt juli membuang nafas lega .


"Tunggu .Kalau di pikir-pikir sepertinya kau itu anak yang selalu bermasalah."


"Maksud bapak ?"


"Iya pertama kali aku melihat mu di club.bertengkar dan membuat kerusakan


Kedua aku melihat mu bertengkar di toilet.sepertinya kau benar-benar bermasalah "


"Bukan seperti itu pak .saya ada alasan ngelakuin hal itu .begini saya jelas"ujar juli terpotong


"Ya ya ya .sebaiknya kita kembali ke kamar "


"Tapi pak saya bisa jelasin "


"Tidak perlu aku sudah tau kebenerannya "


" kalau sudah tau kenapa menilai saya bermasalah"ujar juli kesal


"Saya suka melihat kau kesal seperti itu"


Hah ? batin juli


"Dan saya harao kamu nggak panggil saya bapak .rasanya saya belum terlalu tua .sampai-sampai kamu panggil saya bapak ."


Juli menatap bingung


Terus manggil apa? Buaknnya bapak lebih sopan meskipun memang wajahnya tidak cocok di panggil bapak batin juli


"Maksud nya ?"


"Panggil saja saya devan .lagian umur kita cuma beda beberapa tahun "


"Apa boleh seperti itu pak"


"Tentu"


"Saya merasa tidak enak "


"Apalagi kalo orang lain lihat .terlihat tidak sopan "


"Menurutku .Tidak masalah "


Tapi masalah buat saya batin juli


Devan masih menatap juli .


"Baiklah pak eh maksudnya devan"


Rasanya sungguh aneh batin juli


Devan langsung mengantar juli kembali ke kamarnya .


Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam saat maauk kedalam kamar juli langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Senyuman mengembang di wajah juli mengingat kejadian hari ini .tak terasa kantuk mulai menghampiri juli. Tak butuh waktu lama juli langsung terlelap


Bunda yang baru kembali dari Cafetaria.saat melihat putrinya sudah tertidur nyenyak .bunda langsung merapihkan selimut juli.tak lupa dia mengelus ranbut putri kesayangannya ini.setelah itu bunda memilih untuk membersihkan diri.