Juliana

Juliana
Bab 28



Setelah selesai kelas Juliana dan Sila sekarang berada di kafe seberang kampus.



"Apa pipimu masih perih Ana" tanya Sila yang masih khawatir di karenakan wajah Juliana masih lebam.


Juliana menggelengkan kepalanya sembari tersenyum "Sudah tidak apa-apa kok Sila".


Sila mendengus, dirinya heran terbuat dari apa hati gadis di depannya ini.


Saat mereka sedang asyik makan dan mengobrol dari arah belakang datang Aprilia dan teman-temannya satu genk itu.


BRAKK


Suara hempasan buku di atas meja Juliana.


"Ini semua tugas yang harus kamu kerjakan. Aku harus pergi sekarang karena akan ada acara, dan aku sudah bilang sama ayah juga ibu kalau aku pulang agak larut dan kamu perjelas sama mereka tentang hal itu kalau aku ada tugas kampus" ucapan Aprilia sinis dan setelah di angguki Juliana mereka pergi.


Sila ingin menjawab ucapan dari manusia satu itu, hanya saja tangannya di tahan oleh Juliana.


"Mengapa kamu nahan aku sih Ana? aku dah gedek banget sama sepupumu itu" sungut Sila.


Juliana tersenyum dan menjawab "gak usah di perpanjang mereka minta bantuan selagi aku bisa kenapa enggak kan".


Sila merotasi matanya dia bangga dengan kesabaran Juliana sekaligus kesel karena selalu menuruti apa yang di inginkan Aprilia.


Mengapa Aprilia sampai mendatangi Juliana yang sedang berada di kafe itu semua atas saran dari Luna lebih tepatnya sih perintah.


Sebelumnya...


"Lia, gimana nih sama tugas dosen itu kamu jadikan minta bantuin tugas itu dari Ana?" tanya Luna.


Aprilia mengangguk "jadi kok". Luna kembali bertanya "kapan? kita harus kejar deadline lho" Perkataan Luna ke arah sedikit memaksa Aprilia agar cepat di lakukan.


"Eh kita jadikan hang out nya?" tanya Vera yang di angguki yang lain, mereka semua kemudian memandang ke arah Aprilia.


"Jadi kok tenang aja, sekarang yang penting kita cari dimana Ana berada agar tugas kita ini bisa ku serahkan pada dia" ucap Aprilia.


"Aku tadi melihat mereka masuk ke kafe seberang itu tuh" ucap Sarah sambil menunjukkan jarinya ke arah dimana kafe itu.


Kemudian mereka berlima pergi menuju kafe itu.


Kembali ke masa saat ini.


Sesudah kepergian Aprilia dan Beauty Squad, handphone Juliana tetiba saja berderit.


Drett... Drett...


Juliana meraih ponselnya dan ada pesan masuk di lihatnya.


📩


From Tante Lidya.


Juliana tersenyum melihat isi pesan dari Tante Lidya itu. Benar-benar seorang ibu yang sangat sayang dan memperhatikan betul pada anaknya.


Sedih iya, karena Juliana tak pernah sekalipun mendapatkan perhatian khusus dari kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Juliana itu dari dulu sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


Juliana tersadar dari lamunannya setelah mendapat tepukan di bahunya oleh Sila.


"Kau mengapa melamun Ana?" tanya Sila yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Juliana.


"Aku membalas pesan dari Tante Lidya dulu ya, dia menginginkan aku memberikan les lagi pada anaknya" ucap Juliana tersenyum"


Sila tau mengajar adalah hal yang paling menyenangkan untuk temannya ini.


Sila menganggukkan kepalanya. Kemudian Juliana memulai membalas pesan Tante Lidya tersebut.


📨


To Tante Lidya.


"Iya Tante, sore ini Ana akan ke rumah Tante"


Tak butuh waktu lama balasan pesan dari Tante Lidya masuk ke layar gadgetnya.


📩


From Tante Lidya.


"Oke Ana Tante tunggu di rumah ya".


📨


To Tante Lidya.


"Siyapp Tante".


Setelah itu Juliana memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.


"Kau akan memberikan les sore ini bagaimana dengan tugas Aprilia dari dosennya ini" tanya Sila.


"Aku akan mengerjakan tugas mereka pada malam hari" ucap Juliana sembari tersenyum.


Sila hanya bisa melongo mendengar ucapan gadis di depannya ini.


📌 gambar by pinterest


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.


...Salam hangat dari Aya ❤️...