Juliana

Juliana
RUMAH SAKIT 2



Juli dan bunda  pun masuk kedalam ruangan dokter.setelah di periksa oleh dokter .juli pun keluar dari ruangan Dokter tersebut . Saat ini juli sedang menunggu bunda yang sedang mengambil Obat . Merasa bosan juli memilih untuk pergi ke cafetaria Rumah sakit .saat berjalan menuju cafetaria sebuah pesan masuk di Handphone juli.


Vicky : gimana ?.apa kata dokter


Juli : nggak ada masalah


Vicky : syukur kalo gitu .


Tak disangka karena terlalu asik membalas pesan .juli tidak sengaja menabrak seseorang BRAK


"AWWW. maaf maaf saya nggak sengaja "ujar juli menyesal dia langsung mengambil Handphonnya yang terjatuh


"Oh?" Juli terkejut melihat orang yang dia tabrak


" Pak Devan ?"ujar juli  terkejut


Devan hanya diam tak membalas .matanya masih menatap kearah juli dengan ekspresi datar


Dilihatnya wajah juli yang terlihat pucat


"Maaf .maaf pak saya nggak sengaja."ujar juli lagi


"Kalau jalan Hati-Hati "


"Iya pak "


"Ngapain Kamu di rumah sakit ?" Tanya Devan


"Oh.itu ?.saya abis berobat Pak"


Devan kembali diam .di lihat kaki juli yang di balut kain


"Kaki kamu nggak apa-apa?"


"Eh?. Iya pak kaki saya nggak apa-apa"


"Kalo gitu saya permisi Pak .sekali lagi maaf ya pak"pamit juli meninggalkan Devan


"Hem"balas devan


Juli pergi meninggalkan Devan . Devan masih menatap kearah juli yang berjalan meninggalkannnya .


Sampainya di Cafe juli langsung menuju kesebuah Stan untuk memesan Jus .


"Bu  saya pesen Jus Buah Naga satu nggak pake gula ya mbak sama esnya sedik aja ." Ujar juli


"Baik mbak "balas ibu penjual jus


"Juli duduk di sebuah Meja . Tak lama Pesanannya datang


"Permisi mbak ini Pesanannya ."


"Makasih bu"


Juli langsung meminum jusnya .tak lama suara pesan masuk


Bunda : sayang. Bunda masih tunggu obat kamu . Kayaknya bakal lama soalnya ngantri .sekarang Kamu dimana?biar bunda susul .kamu tau kan dokter bilang kamu jangan banyak jalan dulu .


Juli : juli di kantin bun .lagi pesen jus buah naga .nggak usah bun juli udah selesai kok bentar lagi juli susul bunda 


Balas juli


Bunda : yaudah kamu hati-hati jalannya


Juli :iya bunda


Juli segera pergi meninggalkan Cafetaria. saat sedang  berjalan  kaki juli terasa sakit dia memilih untuk duduk di sebuah bangku di lorong rumah sakit. Dia mencoba .menghubungi bundanya tapi ternyata Handphonenya mati. beberapa menit duduk juli kembali untuk berjalan .tapi baru beberapa langkah kaki juli kembali terasa sakit .mengakibatkan juli tidak bisa berdiri dengan seimbang .dan


sebelum menyentuh lantai seseorang sudah menahan tubuh juli .agar tidak terjatuh .


dia batin juli terkejut melihat orang yang sedang membantunya


juli hanya mengangguk


Orang tersebut membuang nafasnya berat .membantu juli kembali duduk di sebuah kursi. Juli terus menatap orang tersebut .


Kenapa harus Pak devan sih batin juli menatap orang di depannya yang sedang sibuk menelfon entah dengan siapa.


entah kenapa sudah 2 kali juli berurusan dengan Pak Devan.


Juli masih menatap kearah Devan yang masih sibuk menelfon seseorang. tak sengaja keduanya saling bertatapan .juli langsung mengalihkan pandangannya.Devan langsung mengakhiri telfonnya dan berjalan menghampiri juli.


"apa masih sakit ?"tanya devan


"sudah mendingan pak "jawab juli bohong


padahal kakinya masih terasa sakit.tapi dia memilih untuk berbohong dan ingin segera pergi dari Devan.


"terima kasih Pak .sudah tolongin saya.kalau gitu saya pamit ya pak. bunda saya sudah nungguin di depan "


devan hanya diam .juli berusa untuk berdiri dia berusa terlihat baik-baik saja padahal kakinya masih sakit .


devan memegang tangan juli .dan Hap


Devan langsung mengendong juli ala bridal style


"p.p.pak bapak ngapain ?"tanya juli terkejut saat devam menggendongnya .


devan hanya diam .dia membawa juli pergi.


di sepanjang lorong rumah sakit keduanya menjadi tontonan .julinyangvmerasa malu menyembunyikan wajahnya.


Tak lama gerombolan orang memakai jas putih menghampiri keduanya.


"Pak Devan "ujar salah satu orang tersebut


devan hanya berjalan melewati .sampainya di sebuah ruang.dilihatnya ruangan yang begitu luas terdapat sebuah tempat tidur di letakannnya juli di atas kasur .


Juli terdiam terkejut .dilihat sekeliling ruangan tersebut.tak hanya itu Dilihatnya di depannya sudah ada Beberapa Dokter dan Perawat yang berdiri berjajar .


" p.pa.pak devan "panggil juli


Merasa di panggil Devan langsung menatap juli


"ini ada apa ya pak?"


devan tak menjawab


"pak "panggil juli lagi


"pak "


Juli menjadi kesal di tatapnya Devan dari tadi pria di depannya hanya diam dia akhirnya memilih untuk berdiri dia ingin pergi dari ruangan aneh ini.


Tapi belum sempat melangkahkan kaki tangan juli di cekal .


"mau kemana ?"


juli menatap ke arah devan


"pergi"


Devan Menjadi heran .juli melepas cekalan Devan .kembali berjalan menahan rasa sakit .


" tunggu"devan mencegah juli lagi


"bapak ini kenapa sih?kenapa aneh banget "juli mulai kesal tak disengaja dia menaikan Nada bicaranya


Semua orang di ruangan tersebut terkejut.