
Juliana dan Jonathan saat ini sudah berada di depan sebuah rumah.
Yah beberapa saat lalu setelah Juliana tenang, Jonathan menceritakan bahwa dirinya sudah mengetahui dimana Aprilia saat ini berada.
Tok tok tok
Jonathan mengetuk pintu itu.
Kriet
Pintu terbuka dan muncul sosok wanita paruh baya membukanya.
"Maaf, cari siapa ya tuan?" tanya wanita paruh baya itu.
"Ya, kami kesini mau bertemu dengan Tuan Ardan" ucap Jonathan.
"Baik silakan masuk" balas wanita paruh baya itu.
Jonathan dan Juliana mengikuti wanita paruh baya itu masuk kedalam rumah. Mereka di arahkan duduk di ruang tamu.
"Silakan tunggu disini, biar saya panggilkan tuan Ardan"
"Iya..." balas Jonathan yang ingin menyebut nama wanita paruh baya itu tapi terdiam karena tak tau namanya.
Paham akan maksud dari pria muda di depannya ini bi Inah berucap memperkenalkan diri "panggil saya bi Inah tuan"
"Oh iya terimakasih bi Inah" balas Jonathan.
Bi Inah pergi untuk memanggil tuan Ardan sedangkan Juliana hanya diam dari tadi.
"Sayang" panggil Jonathan sembari memegang tangannya.
Juliana yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya seketika mendongak memandang pria tampan di sebelahnya itu. Mata mereka bertemu ada perasaan hangat yang dirasakan Jonathan saat bersama dengan Juliana berdekatan dengan gadisnya ini dan melihat matanya seakan dirinya tenggelam di dalamnya.
"Kau jangan sedih ya"
Kemudian tuan Ardan datang.
"Ana apa kabar" tanya tuan Ardan yang baru datang kemudian duduk di sofa seberang tempat duduk dirinya dan juga Jonathan.
Juliana menghela nafasnya dan menjawab "Kabar Ana baik Om. Kabar Om sendiri bagaimana?"
"Haha, kabar Om juga baik"Jonathan sebenarnya merasa tak nyaman dengan situasi saat ini, dirinya tahu betul siapa lelaki yang berada di depannya ini.
"Ada apa Ana kau kemari"
"Om saya tau kalau Lia ada disini. Bisakah Ana bertemu dengan Lia sekarang"
"Ah sayangnya Lia sendiri yang tidak ingin bertemu siapapun An"
"Tapi Om, Ana harus bertemu dengan Lia, mengapa dirinya tiba tiba saja pergi dari rumah"
"Hahaha, lucu sekali kamu Ana, jelas jelas kau mengetahui pasti alasan dirinya pergi dari rumah"
Huhh, Juliana menghela nafasnya.
Tak tahan melihat lelaki di depannya memojokkan Juliana akhirnya Jonathan bersuara "Maaf tuan Ardan apapun alasannya Lia tidak seharusnya pergi dari rumah"
Tuan Ardan memandang ke arah Jonathan "Heh kau tau semua ini karena dirimu, apa kurangnya Lia di banding dengan Ana? Lia lebih cantik orang tuanya juga lengkap dan harmonis. Mengapa kamu lebih memilih Ana yang tidak seberapa dan orang tua yang terpisah dan dirinya yang tidak di inginkan keberadaan dirinya"
"CUKUP TUAN ARDAN, ANDA ADALAH ORANG YANG BERPENDIDIKAN MENGAPA MULUT ANDA SEPERTI TIDAK PERNAH MERASAKAN BANGKU SEKOLAH SAJA" ucap Jonathan yang tak bisa menahan dirinya lagi melihat gadisnya di katai seperti itu.
Tuan Ardan tersentak kaget melihat aura yang cukup mengerikan di diri pewaris kerajaan bisnis Yan itu.
Tuan Ardan tidak pernah tau kebenaran lain dari sifat pria muda ini karena yang tuan Ardan ketahui selama ini Jonathan Yan ini terkenal ramah dengan siapapun.
Melihat tuan Ardan diam saja Jonathan kembali berkata "Panggil Lia sekarang juga atau Anda akan melihat hal yang tidak di inginkan terjadi disini" dengan suara yang sudah tidak sekeras tadi.
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.
...Salam hangat dari Aya ❤️...