
Setelah selesai dengan makanan mereka, Nicolas dan Ardi bergegas pergi dari hadapan kedua gadis itu.
"Di, gw dah selesai, Lo masih mau disini atau bareng gw?" tanya Nicolas.
Dengan cepat Ardi menjawab "iya" karena dirinya pun sudah terlalu malas berlama lama di sana.
Aprilia dan luna mencoba untuk menahan kedua pria tampan itu tapi apa daya para pria itu tak mau.
"Ish ini pasti gara gara Ana, dasar gatel depan ku aja dia sok polos gak tau di belakang kayak gimana" gerutu Aprilia yang kesal di tinggal oleh Nicolas.
Sedangkan Luna sendiri memang agak kesal karena Ardi sangat cuek terhadap dirinya tapi disisi lain dia suka melihat Aprilia yang semakin membenci Juliana.
Luna menoleh kepada tiga temannya yang duduk di meja sebelah.
"Guys sudah selesai gak?" tanya Luna.
"Sudah" jawab serempak oleh Vera Sarah dan juga Feny.
"Li, udah yu nanti kita buat rencana aja buat Ana agar dia gak sok lagi" ucap Luna.
"Ya, dia harus di beri pelajaran agar gak sok kecentilan lagi" balas Aprilia dengan nada masih ketus.
Akhirnya mereka berlima pergi dari kantin itu.
*****
Di tempat lain, tepatnya di kediaman keluarga Yan.
Saat ini seluruh keluarga berkumpul. Mereka semua sedang berkumpul di ruang tengah.
"Jo, kau harus pikirkan, kesehatan grandma sudah mulai menurun. Grandma hanya ingin melihat kau bersanding di pelaminan" ucap sang Ayah.
Sudah beberapa hari ini sang nyonya besar itu meminta agar Jonathan lekas menikah, sedangkan Jonathan sendiri masih disibukkan urusan kantor serta kuliahnya.
Jonathan sendiri masih nyaman dengan kesendirian nya.
Hehh... Jonathan hanya bisa menghela nafas panjang.
"Pah, Jo memang ingin menikah tapi bukan di waktu dekat ini".
Sang ayah menoleh sambil menyeruput kopi yang ada di tangannya itu.
"Papah bisa apa, grandma mu sendiri yang memohon dia takut pergi sebelum melihat dirimu menikah".
"Nak, kalau kau belum ada calon grandma mu sudah ada calonnya. Bagaimana kalau kamu coba dekat dengan gadis pilihan grandma mu itu"
Jonathan menoleh ke arah sang ibu.
"Tapi Jo tidak janji akan mau menikah dengan gadis itu".
Sebenarnya sang nenek pun beberapa kali memohon pada Jonathan agar cepat menikah, tapi saat Jo bilang belum ada calon sang nenek dengan cepat berkata "kebetulan sekali grandma sudah ada calonnya" dengan senyuman yang sangat lama terpatri di wajah sang nenek akhirnya Jonathan memilih diam dan tak melanjutkan lagi obrolan mereka.
kembali ke keadaan sekarang.
"Tak apa nak lebih baik kau coba kenal dulu siapa gadis yang di jodohkan oleh grandma mu itu" ucap sang ibu dengan lembut.
"Baiklah akan Jo usahakan, kalau begitu Jo izin ke kamar ya mah pah dek" ucap pria tampan itu.
Sang ayah dan ibu juga adiknya serempak mengucap "iya".
Saat ini tinggallah tuan Jerry Yan nyonya Aini serta Jeslin.
"Pah, apa papah yakin kalau Abang akan menikah sesuai permintaan dari grandma" tanya Jeslin yang hanya mendengarkan percakapan darq1i mereka.
"Entahlah kita liat sendiri nanti bagaimana Abang mu menghadapi permintaan grandma mu itu.
Sedang Jonatan yang berada di dalam kamarnya hanya termenung dari awal masuk kamar tadi.
Saat ini dirinya sedang berfikir bagaimana cara agar dirinya bisa menolak keinginan sang nenek.
****
...Jerry Yan dan Aini Yan...
...Jeslin...
...Jonathan...
📌 Gambar by pinterest
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘
...Salam hangat dari Aya ❤️...