
Jonathan dan Juliana berjalan melewati para tamu undangan menuju ke arah pelaminan dengan bergandengan tangan.
Semua orang ikut bersuka cita atas keduanya. Nyonya besar Lin Yan sampai meneteskan air mata melihat keinginan terbesarnya telah terpenuhi.
Melihat cucu kesayangan telah bersanding dengan perempuan terbaik.
Tuan Jerry Yan yang melihat sang ibunda menitikkan air mata dirinya lalu mendekati sang ibu.
"Ibu mengapa menangis? Hari ini kan hari bahagia kita semua" ucap tuan Jerry Yan
"Ibumu menangis bahagia, bukan menangis sedih dasar kamu ini" jawab sang ibunda.
"Hehe, Jerry pikir ibu menangis sedih karena tak bisa bermanja-manja dengan cucu ibu lagi" goda sang anak.
"Kau ini, malah sekarang ibumu malah ada tempat baru untuk bermanja-manja lagi selain Jo" sahut sang ibu.
"Ah ibu, Ana kan istri Jo jangan di kuasain sendiri bu" ucap tuan Jerry
"Gak 24 jam juga ibu ambil Ana Jer, kalau Jo ke kantor kan Ana bisa sama ibu"
Tuan Jerry Yan hanya bisa terkekeh melihat sang ibunda yang tak mau mengalah.
Sedangkan paman Aran dan bibi Asih tersenyum bahagia melihat keponakan yang sudah mereka anggap seperti anak sendiri itu menikah dengan lelaki yang mereka yakini terbaik bukan karena Jonathan kaya raya tapi karena anak itu mempunyai perangai yang baik.
Nicolas tersenyum memandang dari kejauhan dirinya saat ini masih belajar melepaskan rasa yang terlanjur tumbuh di hatinya.
Jeslin masih setia di menggandeng Nicolas kemanapun.
Arneta masih setia memandang ke arah Nicolas dan Jeslin dirinya benar-benar merasa sesak melihat Jeslin menggandeng Nicolas.
Sila, gadis itu sibuk makan mencoba berbagai kudapan yang ada.
Aprilia duduk santai di hadapan Sila dan Arneta gadis itu tersenyum ke arah Jonathan dan Juliana berada dirinya sudah benar-benar ikhlas menerima semuanya.
Lebih tepatnya Aprilia yang menjauh, mata hati terbuka karena ucapan dari Arneta waktu itu.
Tak jauh dari meja Aprilia berada ada seorang lelaki tampan yang memperhatikan dirinya.
Yah, dia Gibran tangan kanan tuan Jerry Yan. Gibran sendiri sudah dianggap seperti anak oleh tuan Jerry Yan.
Gibran turut hadir disana selain menjadi keluarga dirinya juga sebagai pengawas disana memperhatikan setiap gerak gerik tamu undangan.
Aprilia sudah mulai merasa bahwa dirinya sedang seperti di awasi seseorang. Mata indahnya berkeliling melihat kesana kemari dan tak sengaja mata saling pandang dengan pria tampan itu.
Deg deg deg
Tiba tiba saja jantung Aprilia berdetak dua kali lebih cepat.
Aprilia memegang dadanya "Ada apa ini, apa aku punya riwayat sakit jantung? Tapi rasanya aku tak mempunyai riwayat jantung" Aprilia berkecamuk dengan pemikirannya sedangkan Gibran, pria tampan satu itu tersenyum sangat tipis tak ada yang tau maksud dari senyumannya itu apa.
Acara di mulai Nicolas maju ke tempat penggiring musik, pria tampan itu ingin menyumbangkan sebuah lagu untuk Jonathan dan Juliana. Nicolas mengambil sebuah gitar dan berdiri di depan mic dan dirinya mulai mengetik senar gitar itu.
Semua para tamu undangan diam mendengarkan alunan lagu yang dinyanyikan pria tampan pewaris Saputra corp itu.
Tak ayal Arneta pun juga ikut terhanyut dalam alunan musik yang di mainkan oleh Nicolas dengan suara yang begitu merdu di dengar oleh semua orang.
📌 Gambar by pinterest
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘
...Salam hangat dari Aya ❤️...