Juliana

Juliana
Bab 84



...Kota Jakarta...



Gibran dan Aprilia telah mendarat dengan selamat di kota Jakarta, mereka memutuskan langsung kerumah sang bibi untuk beristirahat.


*****


Tok tok tok


Suara ketukan di pintu kamar Nicolas.


"Sayang, ini bunda. Apa boleh bunda masuk ke kamar kamu?"


"Sebentar Bun, Nico lagi pakai baju"


Ceklek


Pintu terbuka dari dalam menampilkan sosok pria tampan yang baru saja selesai mandi terlihat dari rambutnya yang masih tersisa air.


"Masuk bun" ucap pria tampan itu.


Sang ibunda tersenyum melenggang masuk ke kamar sang putra.


"Bunda mau ngobrol sesuatu sama kamu sayang" ucap sang bunda.


Nicolas mendekati sofa dimana sang bunda berada dan duduk di sampingnya.


"Mau obrolin apa Bun?" tanya Nicolas


Sang ibunda mengambil handuk putih di tangan sang putra kemudian menyuruh pria tampan itu berbalik arah agar sang ibunda lebih leluasa untuk mengeringkan rambutnya.


"Sudah lama ya bunda tidak melakukan hal seperti ini" ucap ibundanya.


"Hem, sangat lama bun" jawabnya


Sembari mengerikan rambut putranya dengan sehelai handuk itu ibundanya membuka percakapan akan sesuatu.


"Nico, bunda tahu kalau dulu kamu sempat menaruh hati dengan Juliana jujur bunda pun syuka dengan gadis itu tapi apa daya kalau takdir berkata lain" ucap sang ibunda sembari menarik nafas berat.


"Itu sudah lewat Bun gak usah untuk di bahas lagi. Dia juga sudah bahagia sekarang" terdengar lirih jawaban dari sang putra.


"Begini sayang bunda dan ayahmu, kami menemukan seorang gadis yang akan dijodohkan denganmu" ucapan sang ibunda membuat Nicolas benar-benar terkejut.


"Apa maksud bunda? apa bunda mencarikan aku seorang perempuan karena takut aku terpuruk karena Ana?" jawab Nicolas sembari mengerutkan dahinya.


Sang ibunda tersenyum menanggapi pertanyaan dari anaknya itu "Sayang, ada sebuah keyakinan di diri bunda akan gadis ini yang akan membuatmu bahagia jauh lebih bahagia, jadi itu alasan utama bunda menjodohkan kamu sama dia".


"Hahhh" pria tampan itu menghela nafasnya begitu berat.


"Kamu mau ya, paling tidak pdkt dulu gitu" ucap sang ibunda dengan tersenyum begitu manis ke arah sang putra.


"Terserah bunda sajalah aku bisa apa" jawaban sang putra membuat sang ibunda tergelak


Sedangkan Nicolas hanya menghela nafasnya.


"Ya sudah nanti bunda atur pertemuan kalian" ucap sang ibunda tersenyum bahagia.


"Iya" jawab singkat sang anak.


*****


"Sayang, maaf ya kalau kita tidak bisa menghadiri pernikahan Gibran dan Aprilia nanti" ucap Jonathan sembari mengelus rambut sang istri.


Saat ini Jonathan bersandar dan Juliana sedang berbaring di atas paha suaminya di gazebo dekat danau buatan yang berada di belakang mansion Yan tersebut.


"Harusnya aku yang minta maaf karena menghawatirkan kandungan ku kamu tidak bisa menghadiri pernikahan Gibran" ucap Juliana memandang lirih pada sang suami.


Jonathan tersenyum ke arah Juliana "tapi ada untungnya juga sayang" ucapnya pada sang istri.


Juliana mendongakkan kepalanya "apa?" tanyanya


"Kita punya waktu bersama tanpa ada yang menggangu" jawab Jonathan sembari terkekeh.


"Kamu ini" ucap sang istri sembari memukul lengan pria tampan itu.


Kemudian Jonathan ikut merebahkan tubuhnya di samping Juliana dan memeluknya, mereka memutuskan untuk tidur siang itu.


*****


Sedangkan di kota Jakarta saat ini tepatnya di rumah bibi dari Gibran.


Aprilia sudah cukup dengan waktu istirahatnya, gadis itu memutuskan untuk membersihkan dirinya, setelah selesai dengan ritual mandinya gadis itu memutuskan untuk keluar dari kamar tamu menuju ke arah dapur.


Gadis itu melihat sang bibi dari calon suaminya itu sedang berkutat di dapur.


"Bi" panggil Aprilia.


Aprilia berjalan maju ke tempat dimana sang bibi berdiri saat ini.


"Tidak ada apa-apa kok bi. Bibi sedang masak apa?" saat ini Aprilia tepat berada di samping sang bibi.


"Bibi lagi masak capcay itu adalah kesukaan dari Gibran" jawab bibi Mala.



...Kumala Sari...


...bibi dari Gibran...


...biasa di panggil dengan sebutan bibi Mala...


"Wah, aku harus banyak belajar ini sama bibi buat masakin Gibran" ucap Aprilia sembari memakai Appron.


Bibi Mala tersenyum "bibi siap buat bantu" jawabnya


Mereka sibuk berkutat di dapur, sedangkan Gibran baru saja terbangun dari tidurnya karena mencium aroma masakan kesukaannya.


"Ah bibi masak capcay kayaknya" ucap calon suami Aprilia itu sembari bangun menuju kamar mandi.


Setelah beberapa waktu semua makanan sudah tersaji di atas meja makan, Aprilia bersiap untuk membangunkan Gibran tapi belum sempat lelaki itu sudah tiba di depan meja.


"Good morning" sapa Gibran sambil tersenyum.


"Morning too" ucap bibi Mala dan Aprilia bersamaan.


"Kamu sudah bangun, tadi aku baru saja ingin membangunkan kamu" ucap Aprilia.


"Iya aku terbangun karena aroma capcay ini sayang" jawab Gibran sembari duduk.


"Ya sudah saatnya kita sarapan yang" ucap bibi Mala.


Akhirnya mereka bertiga makan dengan sembari mengobrol ringan.


*****


Siang hari Gibran dan Aprilia berangkat menuju gedung yang akan menjadi tempat pemberkatan mereka hanya untuk memastikan semua sudah sesuai dengan keinginan mereka, setelah dari sana mereka menuju boutique tempat baju pengantin yang akan di pakai keduanya nanti.


Setelah memastikan semua sudah beres mereka berdua pulang kerumah sang bibi.


*****



Undangan telah di sebar oleh Gibran dan juga Aprilia.


Banyak yang ikut bahagia mengetahui pria dingin itu akan menikah, salut akan calon sang istri dari Gibran yang bisa menaklukkan pria dingin itu.


Hari ini keluarga Yan akan datang ke kota Jakarta kecuali Jonathan dan Juliana karena kehamilan dari Juliana yang masih rentan tuan Jerry Yan dan yang lain sepakat bahwa Juliana tidak usah ikut ke Jakarta dan Jonathan juga akan tetap tinggal untuk menemani sang istri.


*****


Tok tok tok


Ceklek


"Papah mamah ibu ayah grandma hayuk silakan masuk" ucap Gibran


Mereka semua mengangguk.


"Keluarga Yan yang lain besok lusa baru tiba kemari tidak apa-apa kan Gib?" ucap tuan Jerry Yan.


"Tidak apa-apa pah, papa mau hadir gini aja Gib sudah bahagia" jawab Gibran


"Oh ya kamar sudah disiapkan lebih baik kalian istirahat semuanya pasti kalian lelah" ucap Gibran


"Baiklah nanti kita lanjut lagi obrolannya" jawab tuan Jerry Yan.


Gibran mengantarkan mereka ke kamar mereka masing-masing, dimana Aprilia dan bibi Mala? jawabannya adalah mereka pergi ke toko swalayan untuk membeli bahan yang akan di masak untuk makan malam bersama keluarga Yan tersebut.


Sampai di rumah bibi Mala juga Aprilia bergegas memasak untuk nanti malam.


*****


"Pah... Anet gak mau di jodohkan, ini bukan jaman Siti Nurbaya lagi pah, Anet bisa cari sendiri calon suami gak mesti main jodoh-jodohkan seperti ini" ucap gadis itu...


*****


Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya zheyeng berupa like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote ya terimakasih 😘


...Salam hangat dari Aya ❤️...


📌 gambar by pinterest