
Juli menghampiri temannya itu.
"Loe ngapain disini. ?" Tanya juli
Devan keluar dari mobil dia melihat sosok pria yang pernah dia lihat di club kalau tidak salah dia salah satu temannya juli.
"Nungguin loe"jawab satria masih tak melepas tatapannya
"Hah?"
Ehem suara devan mengintrupsikan keduanya.
"Sat kenalin Pak devan .loe pasti udah tau kan "
"Pak devan kenalin ini satria "
Keduanya hanya diam dan saling menatap dingin .
"Loe sendirian aja alya mana ?" Tanya juli
"Lagi ke alfamart"
"Oh"
Juli merasa canggung dengan suasana seperti ini.
"Kenapa loe bisa pulang sama dia "tanya satria
Dia batin juli terkejut dengan apa yang satria katakan .kenapa satria terlihat ketus dan tidak sopan pak devan .
"Sat loe apa-apaan sih "tegur juli tak suka melihat sikap satria
"Pak devan abis tolongin gua.dia kasih gua tumpangan dan mau anter gua balik ."jelas juli
"Modus"
"Sat"tegur juli menatap satria tak suka
"Jul"panggil alya
"Eh.pak devan "ujar alya terkejut melihat sosok devan di depan rumah juli.
"Kok loe basah gini "tanya alya
"Panjang ceritanya."ujar juli
"Kalo gitu mending kita masuk aja.silahkan pak "ujar juli
Alya dan satria menatap juli .
"I.iya pak silahkan masuk " ujar alya
Devan langsung masuk kedalam rumah juli.dilihatnya sekeliling rumah yang tidak terlalu besar .cenderung sederhana
"Silahkan pak duduk "ujar juli mempersilahkan Devan untuk duduk .
Juli langsung berlari kearah dapur untuk menyiapkan minuman untuk pak devan.
Alya menyusul juli ke dapur .
"Sebenernya ada apa sih jul?" Tanya alya
Juli membuang nafas berat .dan menceritakan kejadian sebenarnya pada alya.
"Ohh"
Juli membawakan teh hangat untuk Devan
"Silahkan pak di minum."ujar juli
"Makasih"
"Punya gua mana ?" Tanya satria
"Buat aja sendiri.biasanya juga bikin sendiri "ujar juli menatap kesal pada satria
"Yeh gua itu tamu .loe tau tamu itu harus dilayani dengan baik"ujar satria
"Berisik.nih buat loe" alya datang membawa secangkir teh hangat untuk satria.
"Thanks "ujar satria
"Mending loe ganti baju sana liat baju loe basah gitu nanti loe masuk angin "ujar satria menatap kearah juli.
"Permisi saya ke kamar dulu"ujar juli pergi menuju kamarnya.
Devan dari tadi hanya melihat interaksi ketiga orang tersebut.suasana di ruang tamu begitu canggung ketiga orang tersebut hanya diam .
"Ehem. alya bukannya loe tadi beli cemilan .sekarang mana cemilan loe"tanya satria
"Oh iya gua lupa. Kayaknya ada di dapur sebentar gua ambilin "ujar alya pergi meninggalkan ruang tamu.
Setelah kepergian alya suasana semakin menjadi dingin .satria masih menatap tak suka pak Devan .sedangkan devan tak memperdulikannya .juli sudah kembali dia saag ini sedang duduk di salah satu sofa. Dirasanya suasana sedikit mencekam .juli hanya membuang nafas berat .di tendanganya kaki satria .merasa kakinya di tendang satria menatap kearah juli .
Keduanya saling bertatapan.dari arah dapur alya sudah membawa satu buah piring .
"Silahkan pak "ujar alya meletakan piring tersebut di atas meja .
" pak say-"ujar juli tertahan setelah mendengar suara handphone berdering .
Panggilan telfon masuk dari Handphone devan membuat juli menghentikan ucapannya .Devan pergi untuk mengangkat panggilan telfon tersebut.juli masih menatap kearah Devan . Tak berapa lama .
"Maaf saya pergi "ujar devan
"Oh? .baik pak "ujar juli
"Kalau begitu permisi "ujar devan meninggalkan ruang tamu
Juli berinisiatif mengantar devan ke luar rumah.
"PAK " panggil juli menyusul devan keluar
"Sekali lagi makasih pak sudah antar saya." Ujar juli
"Hem.saya juga terima kasih untuk tehnya "ujar devan.yang masih berdiri di depan pintu mobilnya .
"Sama -sama pak.kalau gitu hati-hati pak " ujar juli
Devan membuka pintu mobil.dan masuk kedalam mobil.
devanlangsung menancapkan gasnya meninggalkan rumah juli.di lihatnya dari kaca spion juli masih berdiri di depan rumahnya .
Setelah mobil devan yang sudab tak terlihat juli kembali masuk kedalam Rumah.sampainya di ruang tamu dilihatnya Satria dan alya yang sedang menonton tv.
"Udah balik?"tanya alya
"Hem"
"Sat. "Panggil juli
"Kenapa sih sikap loe kayak gitu ke pak devan "
"Nggak apa-apa"
"Nggak mukin ?"
"Loe keliatan nggak suka sama pak devan "
Emang .gua nggak suka mak buaya cap kadal kayak gitu batin satria
"Boong"
Satria hanya mengangkat bahunya .
"Sat loe tau kan dia udah beberpa kali banyuin kota.apalagi gua"
"Gua tau jul"
"Terus ?kenapa loe kayak gitu ?"
"Cuma cowok yang bisa baca isi pikiran cowok jul"
Juli menjadi bingung dengan apa yang satria katakan
"Udah.udah.udah.jul
Sekarang loe ceritin semuanya . Kenapa pak devan anterin loe balik?" Tanya alya begitu semangat.
Juli menceritakan semuanya.
"Yaampun Pak devan itu yaaaa kenapa sih gentle banget .boyfriendable banget deh jadi suka.kira-kira dia udah punya pacar belum sih ?kalo belum bisa daftar nih "ujar alya
Satria merasa geli dengan tingkah alya.
"Apaan sih al.loe tau pak devan itu udah punya pacar."
"Apa?.serius loe jul"
"Loe tau dari mana ?kalo pak devan dah punya pacar?"
"Serius.gua liat sendiri .gua pernah ketu pak devan sama pacarnya di mall"ujar juli
"Terus .terus?"
"Loe tau .pacarnya pak devan itu cantik.tinggi .putih .keliatannya berkelas.cocok pokonya ama pak devan "
"Terus?"tanya alya lagi
"Terus .terus ?"
"Ya gitu. Jadi sebagai sahabat yang baik gua saranin mending loe mundur deh "
"Terus?"
"Al?apaan sih dari tadi terus terus.ya gitu aja . "
"Terus?"
"Al!!!"
"Terus gimana perasaan loe pas liat pak devan sama cewek lain "tanya alya
Juli dan satria yerkejut dengan pertanyaan alya.
"Maksud loe ?"tanya juli
"Maksud gua.gimana perasaan loe ngeliat pak devan ama cewek lain?"
"Perasaan gua nggak gimana-gimana "ujar juli
"Serius.loe nggak ngerasa ada sesuatu gitu ?kayak !!!!!! "
" serius . Lagian gua itu nggak suka sama pak devan. "
"Emang siapa yang tanya loe suka sama pak devan apa enggak?"tanya alya
Alya menatap juli sambil tersenyum penuh kemenangan
Kenakan loe batin alya
Satria masih setia menjadi penonton diantara perdebatan kedua temannya .
"Tap.tap.tapi.itu pertanyaan loe menjerumus kearah situ "ujar juli gugup
"Arah situ mana?"
"Ah udahlah nggak usah di bahas .intinya gua nghak suka sama pak devan.dan gua juga nggk peduli dia punya pacar apa enggak " tegas juli meninggalkan ruang tamu menuju dapur untuk mengambil minum .
Hari menjelang malam .satria dan Alya pun pulang. vicky tak jadi ke rumah juli karena dia mendadak ada urusan dengan pelatih .setelab kepergian kedua temannya juli masuk kedalam kamar. Saat berjalan kearah tempat tidur di lihatnya jas milik devan yang masih tergeletak di atas kursi meja belajarnya.di ambilnya jas tersebut .dilihatnya jas tersebut yang terasa basah .juli teringat kejadian tadi siang .
"Gua harus balikin jas ini"ujar juli
"Gua cuci dulu deh " ujar juli lagi berjalan keluar kamar .menuju arah mesin cuci di belakang .di letakan jas tersebut kedalam mesin cuci. tapi seketika juli berubah pikiran .
" jas ini bukan jas yang murah .gimana kalo jasnya rusak dan gua harus ganti rugi.mending gua bawa ke laundry .yah laundry aja " ujar juli mengambil kembali jas tersebut.
Juli pun segera pergi ke tempat laundry langganan bundanya .yang tempatnya tidak jauh jaraknya dari rumah juli .
Sampainya di tempat laundry
Permisi mbak" Ujar juli
Iya kak"jawab pegawai laundry
"Saya mau laundry jas ini bisa?"
"Biar saya cek dulu kak sebentar ya."ujar pegawai
"Berapa kak untuk biayanya ?"ujar juli
" kaka mau laundry yang biasa atau yang express"
"Yang express kalau bisa besok sudah bisa di ambil bisa? "ujar juli
"Bisa kak.besok jam berapa mau di ambil ?"
"Jam 6 Pagi bisa?"tanya juli
"Bisa kak.kami buka 24 jam "
"Baik kalu gitu saya ambil jam 6 pagi ya kak. "
"Baik kak. Atas nama siapa ?"
"Juliana "
"Baik ka juliana "
Setelah membayar biaya laundry juli .langsung kembali pulang .
Keesokan harinya sesuai janji semalam juli sudah tiba di tempat laundry .dilihatnya pegawai yang semalam tidak ada .
"Permisi mbak" ujar juli
"Iya .kak"jawab pegawai laundry tersebut
"Saya mau ambil laundry atas nama juliana
"ujar juli sambil memberikan nota bukti pengambilan barang
"Oh baik kak sebentar " pegawai pergi meninggalkan juli
"Ini kak "ujar pegawi tersebut menyerahkan jas yang terlihat sudah rapih
"Terima kasih mbak "ujar juli
Rencananya hari ink juli akan mengembalikan jas tersebut setelah pulang sekolah.tapi setelah di lihat tidak mungkin juli membawa jas ini kesekolah maka juli memutuskan untuk menaruh jas tersebut di rumahnya terlebih dahulu .setelah itu baru dia kembalikan jas itu .