
Semua mahasiswa yang menginap di mansion tuan Jerry Yan pagi itu setelah sarapan semuanya bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.
Semua orang berkumpul di ruang tamu mansion tuan Jerry Yan.
"Terimakasih saya ucapkan untuk kalian yang telah ikut meramaikan hari jadi pernikahan saya dan istri dan ya ada suvenir untuk kalian bawa pulang masing-masing dapat satu ya" ucap tuan Jerry Yan.
Semua orang serempak mengangguk kan kepala mereka, mereka semua tersenyum mendengar hal itu, karena pasti bukan hal murah tentunya yang akan di kasih oleh sang raja bisnis pertambangan itu.
Semua mahasiswa pulang dengan membawa masing-masing souvenir dari tuan Jerry Yan dan tak main-main, souvernir yang di berikan oleh tuan Jerry Yan adalah sebotol parfum.
...Dengan kisaran harga Rp. 1,2 jutaan...
Semua orang menyambut bahagia dengan barang pemberian tuan Jerry Yan itu. Semua pamit pulang ke rumah masing-masing.
Mereka semua di antar dengan bis milik keluarga Yan sampai ke kampus. Aprilia dan yang lain sibuk bergosip ria, ya ada saja yang di gosip kan oleh mereka.
Sedangkan Juliana dan Sila duduk paling belakang.
"Ana, aku sangat senang banyak membawa barang pulang" ucap Sila sambil tertawa bahagia.
Ya barang yang didapatkan oleh Sila bukan hanya souvenir itu tapi barang lain dari game yang dia ikut main kemaren.
Juliana melihat tingkah laku temannya itu hanya terkekeh.
Sila kembali bercerita macam-macam tapi Juliana hanya diam dirinya mengingat kembali ucapan sang nenek keluarga Yan itu.
Flashback 💫
"Grandma menginginkan dirimu yang akan menjadi pendamping hidup Jonathan An"
"Tapi grandma, Ana ini gak pantas untuk menjadi keluarga grandma apalagi menjadi istri dari Jonathan sendiri"
"Darimana kamu menilai dirimu tak pantas masuk ke keluarga Yan Ana"
"Grandma, Ana ini bukan anak yang di inginkan oleh orang tua kandung Ana sendiri, jadi Ana ini benar-benar tidak pantas untuk masuk ke keluarga siapapun"
Masa sekarang 💫
Juliana masih terdiam dengan pikiran yang membawa dirinya ke ingatan beberapa saat sebelum mereka pulang.
Tak terasa mereka semua sampai di halaman kampus itu. Mereka bubar dan pulang. Aprilia pulang bersama genk nya sedangkan Juliana di tinggalkan.
Sila mengajak Juliana untuk pulang bersama dengan dirinya.
"Ana, ayok ikut aku biarkan sopir yang mengantarkan dirimu sampai rumah" ucap Sila dan di angguki oleh Juliana.
Juliana di antar sampai di depan rumah sang bibi.
"Terimakasih banyak sudah mengantarkan aku pulang Sila dan maaf telah merepotkan dirimu" ucap Juliana sambil menunduk
Sila tak suka mendengar perkataan dari Juliana. Dirinya sudah menganggap Juliana seperti saudarinya sendiri, tidak ada kata merepotkan dalam hubungan saudara kan pikir Sila.
"Ana aku sudah bilang jangan sungkan terhadap ku, aku sudah menganggap dirimu seperti saudari ku sendiri mengerti" ucapan Sila sungguh membuat hati Juliana terharu.
Juliana tersenyum dan memeluk Sila sembari mengucapkan "terimakasih atas semuanya Sila aku sangat menyayangimu" air mata menetes di pipi Juliana jujur saja dia tak menemukan hal itu pada sepupunya Aprilia.
Sila yang melihat Juliana menangis langsung mengusap air mata gadis itu "hei sayangku jangan menangis dirimu cantik dengan senyuman mu itu, jadi ku harap hanya senyuman yang ku lihat di wajahmu ini".
Ya tidak ada yang tahu seorang Sila bisa bersikap dewasa, karena dirinya lebih sering bar-bar di setiap waktu.
...Ilustrasi...
...Juliana dan Sila...
*📌gambar by pinterest
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih* 😘
...Salam hangat dari Aya ❤️...