Juliana

Juliana
HUJAN



"Alya! .gua mau loe jujur sama kita .loe pasti tau sesuatu . "ujar vicky


"Vick .maksud loe apa?"tanya alya gugup


"gua tau .loe pasti tau sesuatu. Loe udah janji kan sama gua .enggak kita berempat udah janji buat saling jujur "ujar vicky


"Vick tap"


"Al!!"


Alya hanya membuang nafas berat .dia menceritakan semua pada vicky dan satria tentang kejadian di RS tempo hari. Satria dan Vicky terkejut dengan apa yang alya ceritakan .


"Serius al ?"tanya satria


"Hem .tapi gua minta kalian jamgan marah sama juli.kalian tau kan alasan juga nggak cerita ke kalian .jadi please jangan marah "


Ujar alya


Satria dan Vicky mengangguk .


"Setelah denger cerita loe . sekarang gua ngerti kenapa juli kayak gitu pas di mall" ujar vicky sambil tersenyum


"Maksud loe kayak gitu gimana ?"tanya alya


Vicky menceritakan kejadian yang terjadi di mall.


"Setelah ngeder apa yang juli ceritain gua kira pak devan suka sama juli . Tapi setelah ngedenger cerita loe gua jadi ngeras abersalah ke juli.gua ngerasa gua udah bikin juli -"ujar alya tertahan


"Huaaaaaaaaaa.." juli menguap


"Guys jam berapa sekarang?udah bel belum ? Sumpah gua ngantuk banget"ujar juli


"Belum masih 5 menit lagi belnya "ujar satria


"Oh.al balik kelas yuk "ajak juli


"Oh .yuk.kita balik kelas "


"Al?are u oke?"tanya juli heran melihat mata alya yang berkaca-kaca


Juli menatap tajam vicky dan satria .


"Apa?" Tanya satria


"Loe apain alya?"tanya juli


"Nggak gua apa-apain "ujar satria


Juli masih menatap satria.


"Seriusan loe tanya aja ama alya "


"Iya jul. Gua itu dari tadi nahan ngantuk makanya mata gua berkaca-kaca gini "


"Serius ?"


"Seriuslah .lagian kenapa juga gua harus nangis.apalagi gara-gara mereka."ujar alya menggelengkan kepalanya


"Tuh denger ."ujar satria


"Yaudah mending kita balik kekelas"ujar juli mengajak alya pergi


"Kita duluan "pamit alya


"Hemm."


Setelah kepergian juli dan Alya.


"Brengsek "ujar satria dengan wajah dingin.


Mengingat apa yang alya dan vicky katakan.


"Rasanya gua pengen hajar tu cowok "ujar satria lagi.


Vicky yang duduk di samping satria hanya terdiam pikirannya masih mencerna apa yang alya katakan .


Sedangkan di lain tempat .di sebuah gedung pencakar langit seseorang sedang duduk . Di sebuah kursi kebesarannya .terlihat dia yang begitu sibuk dengan tumpukan kertas.


TOK TOK suara ketukan pintu.


"Masuk"


"Permisi pak . Semua sudah menunggu di Ruang meeting "


"Oke ."


Saat ini devan sedang Berada di Ruang meeting .dia sedang duduk sambil mendengar presentasi yang di buat oleh salah satu Pegawainya.


"Sudah berapa Persen Pembangunan Resort di Lombok ?"tanya devan


"Sudah 80 % pak .untuk sebagian Resort pun sudah dalam tahap finishing .dan Kemungkinan akan selesai sesuai dengan Jadwal yang sudah di tentukan. "


"saya ingin semua selesai sebelum acara ulang tahun Perusahaan .dan jangan sampai ada kesalahan kalian paham "


"Baik pak "


Devan langsung bangkit dari duduknya dan Pergi dari ruang rapat tersebut .sampainya di ruang Devan langsung duduk di sofa sambil menyenderkan Kepalanya tak lupa dia melonggarkan dasi dan melepaskan kedua kancing bagian atasnya .


"Ham .saya mau pulang .kalo masih berkas atau apapun akan saya kerjakan di rumah .kamu siapin semua."


"Baik pak" ilham langsung meninggalkan ruangan Devan


Rasanya Kepala begitu pusing .Devan memilih menutup kedua matanya.


Ting suara pesan masuk .dilihatnya pesan tersebut .


Sayang


Devan hanya membuang nafas berat.di lemparnya handphone.Ting lagi-lagi suara pesan masuk tapi devan tak mempedulikannya .


TOK TOK TOK


"masuk"


"Pak semua sudah siap"


Devan bangin dari duduknya dan segera meninggalkan kantor.


"Juliana "panggil devan


Merasa namanya di panggil juli melihat kearah asal suara.dilihatnya kedalam mobil


"Pak Devan"


"Masuk "


"Hah?"


"Masuk . Biar saya antar "


"Eh. Nggak usah pak makasih.saya tunggu angkot aja"


Devan langsung turun turun dalam mobilnya dan menghampiri juli.


"Kamu nggak liat .hujan Deras kayak gini mana ada angkot lewat lagian ini udah sore .kamu kan baru sembuh nggak baik buat kesehatan kamu .biar saya antar "ujar devan menarik tangan juli


"Tap.tap.tapi pak "ujar juli mencoba menolak tawaran devan.


Di bukakan pintu mobil di dorongnya juli agar masuk kedalam mobil. Setelah juli masuk kedalm mobil. Devan langsung berjalan kearah pengemudi dia langsung membuka pintu dan lamgsung masuk.


"Pak.saya bisa pulang sendiri. Say"


Devan menatap tajam kearahnya.juli pun menghentikan ucapannya .


"Mau nunggu angkot.kamu liat kondisi kamu sekarang "ujar devan


Dilihatnya baju juli yang basah dan wajah juli pucat di mengigil kedinginan .dilihat bibir juli yang bergetar .


"Heh?"


Devan mengecilkan volume AC mobil .di ambilnya jas yang terletak di kursi belakang


"Pakai ini "memberikan jas nya pada juli


"nggak usah pak makasih. Saya nggak apa-apa. Sekali lagi Makasih pak "ujar juli mencoba menolak


Tapi lagi-lagi devan memberikan tatapan tajam pada juli .


sudah 2 kali juli menolak bantuannya .itu membuat devan begitu kesal. devan mendekat pada juli.keduanya saling bertatapan jarak keduanya begitu dekat .


"kamu mau pakai sendiri atau saya yang pakaiin "tanya devan


"heh?"


"saya bisa pakai sendiri "juli mendorong tubuh devan agar menjauh .di ambilnya jas tersebut .


juli merasa gugup.jantungnya terus berdetak kencang.


Jantung gua batin juli


devan menahan tawanya melihat tingkah juli.dia kembali menjalankan mobilnya .


"Kenapa jam segini baru pulang sekolah?"tanya Devan


"tadi ada kerja kelompok di Sekolah ."ujar juli


"oh"


kring kring kringggg .sebuah panggilan masuk di handphone juli.dilihatnya nama si penelfon juli langsung menjawab panggilan tersebut


"hallo vick"ujar juli


Setelah panggilan telfon tersambung.


Devan masih memfokuskan diri untuk menyetir.


"loe dimana ?" tanya vicky


"lagi dijalan mau pulang "jawab juli


"sendiri?"


"hem"


"kenapa loe nggak WA gua .gua bisa jemput loe "


"sengaja nggak mau ganggu loe latihan ."


"dasar "


"hehehehe"


"nanti abis latihan gua kerumah loe deh "


"hem "


"yaudah gua lanjut latihan dulu bye"


"bye"


Setelah panggilan telfon terputus.


"pacar?"tanya devan


"hah?"


"barusan yang telfon "


"bukan pak .barusan vicky pak .sahabat saya"


"oh"


suasana kembali hening keduanya memilih untuk diam .sekitar sepuluh menit keduanya sudah sampai di rumah juli .


"terima kasih pak .sudah antar saya pulang"


"iya sama-sama "


juli keluar dari mobil Devan.dilihatnya seseorang sedang bersandar di sebuah motor .di depan gerbang rumah juli.


"Satria" panggil juli terkejut melihat


Satria sedang berdiri sambil bersandar di motor dengan tatapan tajam menatap kearah juli.lebih tepatnya kearah mobil yang juli tumpangi.