
Pertama-tama ay mau ucapin makasih banyak untuk kakak-kakak yang sudah mendukung karya receh ay ini. Aya gak bisa balas apapun hanya doa tulus dari aya semoga keberkahan dan kebahagiaan yang selalu mengelilingi kehidupan kakak semuanya aamiin.
*****
Arneta menghela nafasnya melihat kepergian dari pria yang sudah bisa menarik perhatiannya itu.
"Ternyata seperti ini ya di cuekin. Aishh biasa aku yang acuh sama cowok sekarang aku yang di acuhkan dan rasanya benar-benar tidak enak"
"Untuk saat ini aku akan berjuang mendapatkan mu pria tampan ku, tapi kalau memang nantinya perjuangan ku tak membuahkan hasil aku akan pergi"
Arneta bergumam dalam hati sembari memakan coklat yang baru dia beli. Niat hati ingin membaginya dengan Nicolas tapi apa daya pria tampan itu pergi sebelum dirinya sempat memberikan coklat itu.
Nicolas berjalan menyusuri lorong kampus dan dirinya melewati beberapa tempat yang sering di singgahi oleh Juliana dirinya ikut berhenti mengingat wajah cantik itu berada di seberang tempat dimana Nicolas berada saat ini.
"Setiap hari aku selalu melihat kau duduk di bawah pohon itu Ana untuk menunggu Sila datang" gumam Nicolas tersenyum lirih.
Ya dirinya tak menampik bahwa hatinya masih ada nama Juliana. Hanya beberapa waktu dia pergi untuk menyelesaikan urusan perusahaan sang ayah semua yang ditinggalkannya di kota B berubah.
"Sakit" itu yang di rasakan Nicolas saat ini cinta pertama yang tak bisa dimiliki lebih parahnya yang memiliki adalah sahabat yang sudah di anggap dirinya saudara sendiri.
"Ikhlas" satu kata dengan mudah di ucapkan tapi begitu sulit untuk di praktekkan.
Mencintai yang paling tertinggi adalah dengan cara merelakan orang yang kita cintai berbahagia meski dengan orang lain.
Nicolas tersenyum tapi di balik senyuman itu menyimpan luka yang sangat dalam.
Begitu banyak waktu yang sempat dilalui oleh dirinya dengan Juliana, dan semua itu tidak mudah di hapus begitu saja.
*****
Saat sedang makan tiba-tiba saja seseorang datang dan berdiri di samping meja mereka tepatnya berdiri di depan Jonathan.
"Jonathan..."
Semua menoleh ke arah suara.
"Apa kabar? Lama tak bertemu denganmu"
Jonathan mengerutkan dahinya "Maaf siapa ya?"
Aprilia memandang ke arah Gibran memberi kode ingin tau siapa perempuan itu sedang Gibran mengangkat kedua bahunya tanda bahwa tidak mengenal.
Sedangkan wajah Jeslin tiba-tiba saja berubah dingin dan pancaran matanya tetiba berubah seperti siap menusuk orang yang ada di depannya.
Semua cukup merasa bahwa hawa di sana sedikit berubah dan semua saling pandang dan terakhir pandangan ke arah nona muda Yan itu.
Semua cukup kaget atas perubahan yang ada tidak terkecuali perempuan yang baru datang itu.
"Hah, kau Jeslin kan mantan Rico, oh no pacaran aja gak ya kan cuma kamu yang suka Rico tapi sayang gak berbalas" ucap perempuan itu terkikik geli.
Jonathan Juliana dan Aprilia diam karena masih bingung tapi beda hal dengan Gibran. Lelaki tampan nan dingin itu tiba-tiba saja mengeraskan rahangnya.
"Jadi J*lang itu adalah dia dek?" tanya Gibran sembari menunjuk ke arah perempuan itu.
Semua cukup kaget dengan ucapan Gibran ucapannya cukup pelan tapi seperti menusuk.
"Ya bang, inilah wanita itu. Tidak perlu repot-repot Abang mencari ternyata dia sendiri yang datang kan" ucap Jeslin dengan senyuman yang cukup mengerikan.
Keluarga Yan itu dikenal orang ramah dan tidak membeda-bedakan status dari orang lain.
Mereka welcome dengan siapa saja, tapi satu hal yang orang lain tidak tau bahwa kalau mereka berani mengusik ketenangan dari keluarga Yan itu mereka harus siap-siap melihat sisi iblis mereka.
Kalau di bandingkan dengan Jonathan, Jeslin lebih mengerikan tapi nona muda Yan itu tidak pernah menampakkan hal itu dihadapan keluarganya kecuali Gibran.
Ya pria tampan nan dingin itu mengetahui semua tentang gadis cantik itu dia terlihat manis tapi bisa bersamaan terlihat mengerikan.
"Apakah kita akan memulai permainan adikku yang manis?" tanya Gibran pada Jeslin.
"Boleh bang sangat boleh" sahut Jeslin menyeringai.
😱😱😱
Siapa sih perempuan itu dan apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Jeslin juga Gibran seperti itu kepada perempuan itu. Hehe lanjut nanti ya.
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.
...Salam hangat dari Aya ❤️...