
Sejak tadi Devan menguping pembicaraan juli dan teman-temannya.dilihat wajah juli yang Terlihat Lesu. masih menatap kearah handphonenya .terdengar helaan nafas berat .Devan pergi meninggalkan juli yang sedang berkutik dengan pikirannya .
BRAKKKKK suara pintu terbuka dengan keras.dilihatnya Vicky .Alya dan Satria sudah berada di depan Pintu kamar inap juli.
"Juliiiiiii"ujar alya berlari menghampiri .di peluknya juli
"Loe itu kenapa sih.?kenapa bisa dirawat di rumah sakit?"ujar alya masih memeluk juli
"Al.gua nggak apa-apa.gua tadi jatoh dari motor "ujar juli melepaskan pelukan Juli
Alya melepas Pelukan juli .setelah pelukan terlepas alya .
"Cih. Makanya hati-hati liat nih muka loe. Badan loe pada luka "
"Iya "jawab juli
"Vick"panggil juli
Vicky menatap kearah juli .di hampirinya juli tampa berkata apapun dia mengelus kepala juli.
Nih anak kenapa ?batin juli heran dengan perilaku Vicky .
"Gimana keadaan loe ?"tanya vicky menatap juli dilihatnya kondisi juli wajahnya terdapat luka memar di pelipisnya dan ada beberapa luka goresan walau tak terlihat jelas .
"Gua nggak apa-apa kok vick"jawab juli sambil tersenyum
Entah kenapa juli merasa ada yang aneh.tapi dia sedikit merasa lega karena vicky tak menanyakan apapun .
"Udah makan ? "tanya vicky
"Udah "ujar juli
"Kalian udah makan ?"tanya juli
Satria dan Alya hanya menggeleng .juli menatap teman-temannya merasa bersalah.
"Gua minta maaf ya " ujar juli
"Apaan sih jul dari tadi minta maaf mulu ." Ujar alya
Kalo gitu gua sama Alya mau cari makan dulu .ayok al "ajak satria
Alya hanya mengangguk .
Setelah kepergian satria dan alya .vicky duduk di kursi samping ranjang juli.
"Vick"
"Juli" panggil kedua nya bersamaan
"Loe dulu "ujar juli
"Loe aja " balas vicky
"Enggak loe aja "
"Loe duluan "
"Vick.gua mau minta maaf sama loe. sebenernya gua nggak jatuh dari motor."ujar juli
Vicky hanya diam
"Vicky gua bener-beber minta maaf gua nggak bermaksud bohong.gua cuma nggak mau kalian kwatir "ujar juli menyesal
"Terus.apa?kalo bukan jatuh dari motor ?terus loe kenapa bisa gini "
Terlihat wajah vicky yang terlihat dingin saat juli menceritakan semuanya .juli merasa sedikit takut .
Sedangkan Vicky saat ini sedang menahan emosi ternyata sahabatnyanya ini menyembunyikan banyak hal padanya.
Vicky langsung bangkit dari duduknya .
"Loe mau kemana ?" Tanya juli saat melihat vicky berdiri
"Mau ke kantor Alexander corp ." Jawab vicky
"Mau ngapain?" Tanya juli panik
"Mau gua ancurin tuh kantor.sekalian sama orangnya "
"Hah?" Juli terkejut
"Kenapa ?."
"Jangan.vick .ini semua salah gua .jadi loe jangan ngancurin kantor pak devan ."
Inilah kenapa juli tidak ingin bercerita pada vicky .vicky adalah manusia paling tempramen apalagi jika sudah menyangkut dengan orang-orang yang dia sayang .
"Kenapa?"tanya vicky
"Gua minta tolong loe jangan marah sama pak devan .dia nggak salah.jelas-jelas gua yang salah di sini ."
"Loe suka sama Pak Devan ?"tanya vicky
Deg.
Juli diam mematung mendengar pertanyaan vicky .
"Maksud loe?" Tanya juli balik
"Gua tanya loe suka sama Pak devan ?"
"It it.itu gu.gu.gua nggak tau"ujar juli lirih
"Jadi loe suka sama dia ?"
"Hah?"
"Gua nggak tau"ujar juli
"Berarti loe nggak suka sama dia "
Juli mentap kearah vicky dengan air mata yang sudah berkaca-kaca dia menggelengkan kepalanya .
Vicky tak bisa melihat juli bersedih seperti ini. Vicky mendekat dan memeluk juli
"Kenapa loe nggak pernah cerita sama gua jul.?"ujar vicky
"Maaf "
Tampa disadari seseorang sedang berdiri di belakang vicky
"Ehemmmm "
Juli melepaskan Pelukan Vicky dan melihag orang tersebut .
"Pak Devan "panggil juli terkejut