Juliana

Juliana
Bab 46



Masih di waktu yang sama...


"Langsung saja, niat kami kesini adalah ingin melamar keponakan Anda pak Aran" ucap ayah dari Jonathan.


Paman Aran mengangguk kan kepalanya dan menjawab "Kami terserah dari orangnya saja sebentar tuan biar istri saya panggilkan Ana" paman Aran menoleh ke bibi Asih dan beliau berdiri "Saya permisi dulu untuk memanggil Ana" sembari menunduk sedikit dan berlalu pergi setelah semua orang yang ada di sana mengangguk kan kepala mereka.


Sementara bibi Asih memanggil Juliana semua orang yang ada di ruang tamu itu mengobrol ringan.


Tok tok tok


Bibi Asih mengetuk pintu kamar Juliana.


Krieet


Juliana membuka pintu kamarnya dan tersenyum ke arah sang bibi.


"Ya ampun kamu cantik sekali sayang" ucap sang bibi sembari membelai lembut rambut Juliana.


"Tunggu sebentar biar bibi panggil Lia agar sama sama kita bertemu keluarga calon mu" Juliana mengangguk menunggu sang bibi yang berjalan ke arah kamar Aprilia.


Tok tok tok


"Lia, ayok keluar sayang. Kita sama sama bertemu keluarga calonnya Ana" ajak bibi Asih yang masih setia mengetuk pintu kamar anaknya itu.


"Aku gak ikut Bu, males ngumpul sama orang kismin kayak mereka" balas Aprilia dari dalam kamar sembari berteriak karena pintu kamar yang masih tertutup rapat.


Bibi Asih melongo mendengar ucapan sang anak, beliau bingung kenapa Aprilia bisa mengatakan calon Juliana kismin sedangkan dia belum tau siapa yang akan melamar sepupunya itu.


"Jangan ngomong gitu, sekarang ikut ibu keluar temenin Ana yuk" ucap sang ibu dengan lembut.


"Lia bilang gak mau Bu, kenapa sih maksa. Ibu aja sana" balas Lia yang masih kekeh tidak mau ikut.


"Ya sudah kalau begitu, ibu tinggal ya"


"Iya bu"


Akhirnya bibi Asih dan Juliana pergi menemui keluarga dari calon suami dari Juliana itu. Aprilia tidak tahu saja kalau yang akan melamar Juliana adalah Jonathan.


Tap tap tap


Bunyi suara sepatu melangkah ke arah ruang tamu kediaman keluarga paman Aran itu.


Semua orang yang ada di sana sontak menoleh ke arah asal suara.


Mereka semua terpana memandang Juliana, sedangkan Juliana sendiri kaget karena orang yang akan melamar dirinya tidak lain Jonathan.



...Penampilan Juliana...



...Penampilan Jonathan...


📌 Gambar by pinterest


Jonathan tersenyum ke arah Juliana. Jujur saja dirinya juga kaget mengetahui siapa yang akan di lamar oleh dirinya.


Juliana digiring duduk berhadapan dengan Jonathan.


"Ehem, Aja kami langsung saja ke intinya niat kami kemari adalah ingin melamar dirimu untuk anak kami Jonathan. Bagaimana?" ucap tuan Jerry Yan.


Juliana memandang ke sekitar dan matanya menatap grandma Lin yang tersenyum bahagia ke arah dirinya.


Kemudian Juliana memandang ke arah sang paman dan bibinya.


Huh Juliana menghembuskan nafasnya dan menjawab "Saya menerima lamaran ini tuan" pasrah tak mungkin juga dirinya menolak lamaran ini.


Semuanya tersenyum setelah mendengar jawaban yang di inginkan keluarga Yan itu. Bagaimana dengan Jonathan sendiri? Pria tampan satu ini tak bisa berkata apa apa lagi bahagia pastinya. Niat awal dirinya ingin menolak perjodohan ini karena Jonathan menginginkan yang akan jadi istrinya kelak adalah Juliana. Tapi siapa tahu ternyata takdir memang menentukan bahwa dirinya akan bersama Juliana.


Mereka saling diam tapi Jonathan masih curi curi pandang ke arah Juliana.


Sedangkan Juliana, gadis itu hanya tertunduk tanpa memandang pria tampan itu.


Satu hal yang ada dipikirannya saat ini...


Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.


...Salam hangat dari Aya ❤️...