
Masih di tempat yang sama...
Juliana dan Sila berdiri dari tempat duduk mereka.
Jonathan yang masih berfokus pandangan ke arah Juliana melihat mereka akan pergi sontak membuat pria tampan itu ikut berdiri.
Nicolas, Aprilia serta Beauty Squad menoleh ke arah Jonathan. Mereka memandang pria tampan itu dengan raut wajah bingung.
"Ada apa Jo?" tanya Nicolas.
Jonathan menjawab "Bukan apa apa" tapi pandangan nya masih ke arah Juliana berada.
Nicolas yang penasaran mengikuti arah pandang sahabatnya itu dan ya...
Deg... Deg... Deg...
Kembali degupan jantung Nicolas berdetak lebih cepat dari biasanya.
Nicolas ingin sekali mendekati Juliana tapi apa daya, dirinya terlalu gugup akan hal itu.
Tapi lain halnya dengan Jonathan, pria tampan satu itu dia dengan gaya cool nya berjalan menuju ke arah Juliana dan Sila.
"Bro dan semua aku pamit sebentar" ucap Jonathan sambil berjalan cepat tanpa mendengar jawaban dari mereka.
Nicolas memperhatikan sahabatnya itu dengan wajah datarnya.
Entahlah pria tampan ini sangat susah di tebak karena wajahnya yang selalu datar.
Sedangkan Aprilia dan Beauty Squad hanya melongo melihat kepergian Jonathan.
saat ini Juliana sudah bersiap untuk pulang sampai akhirnya...
"Hai Ana" ucap seseorang dari arah belakang Juliana dan Sila.
Mereka berdua menoleh ke belakang "Hai juga bang" ucap Sila dengan semangat sedang Juliana hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya.
"Oh ya kalian mau kemana? tanya Jonathan yang masih fokus memandang wajah Juliana.
Sedangkan Nicolas serta Aprilia n genk nya itu memandang ke arah Jonathan yang sedang sibuk mengobrol dengan Juliana dari kejauhan.
"Kami mau pulang bang" jawab Sila.
Jonathan memandang ke arah Juliana dan gadis itu mengangguk kan kepalanya.
Sifat Juliana yang lebih pendiam ini malah semakin menarik perhatian Jonathan.
"Mau Abang antar?"
"Gak usah bang kami pakai kendaraan sendiri kok kemari".
"Baiklah hati hati di jalan ya" ucap Jonathan sambil tersenyum memandang ke arah keduanya.
Akhirnya Juliana dan Sila pergi dari sana.
Nicolas berjalan mendekati Jonathan.
"Bro" ucap Nicolas sambil menepuk pundak sahabatnya itu.
"Ah ya" balas Jonathan.
"Kita balik sekarang atau gimana?"
"Ya balik sekarang aja"
Jonathan menghampiri Aprilia dan teman temannya itu.
"Lia, aku sama Nico balik duluan ya. Kalian have fun aja" ucap Jonathan.
Aprilia cemberut setelah Jonathan pamit pergi, padahal dia sudah sangat senang bisa bertemu dengan Jonathan.
*****
Jonathan sudah sampai di mansion nya.
Pria tampan itu berjalan santai masuk kedalam sampai di ruang tengah dirinya di panggil oleh sang ayah.
"Jo, kemarilah" panggil sang ayah.
Jonathan mendekati sang ayah yang sedang duduk santai sembari menyeruput kopi yang ada di tangan nya itu.
"Ada apa pah?"
"Lusa kau harus siap siap bertemu dengan calon mu itu"
"Hah" kaget Jonathan.
"Maksud papah apa? Jo beneran mau di jodohkan begitu"
"Ya benar lah, grandma mu sudah sangat ingin melihat mu menikah Jo"
"Tapi..." ucapan Jonathan terputus saat ada suara yang memanggil namanya.
"Jo sayang" panggil sang nenek.
Jonathan menoleh dia melihat wanita yang sangat dia sayangi berjalan ke arahnya.
"Sayang, grandma minta temui dulu gadis yang ingin grandma jodohkan padamu"
"grandma yakin kalau dia sangat cocok untuk mu".
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.
...Salam hangat dari Aya ❤️...