
"Pak Devan"panggil juli terkejut melihat sosok Devan yang berdiri di depan pintu .sambil memberikan tatapan tajam pada Vicky .
Kenapa pak Devan masih disini?bukannya tadi udah pergi batin juli
"Pak"panggil juli lagi tapi tak ada jawaban .
Mendapat tatapan tajam tak membuat Vicky takut sedikit pun .suasana menjadi tegang .
Ilham yang sedari tadi berada di samping Devan. Merasa suasana di ruangan ini tidak baik -baik saja .
"Ahhhhh.juli gimana keadaan kamu "ujar ilham menghampiri juli .dia mencoba memecehkan suasa mencekam ini
"Dok.saya sudah lebih baik "jawab juli sambil tersenyum
"Biar saya cek "ilham melakukan tugasnya di ceknya kondisi juli .
"Awww"keluh juli kesakitan saat Ilham memeriksa tangan juli
Devan dan Vicky bergegas menghampiri Juli .keduanya mentap tajam kearah Ilham.sedangkan ilham hanya tersenyum
"Sepertinya tangan kamu terkilir .sebaiknya besok kamu cek ke bagian ortopedi "ujar ilham
Juli hanya mengangguk .
"Kenapa nggak sekarang aja?"ujar Devan
Semua menatap kearah devan .ilham hanya menggelengkan kepala nya
"Ham siapin semuanya "ujar devan lagi
"Tapi Pak"
Lagi-lagi tatapan tajam .yang ilham dapat
"Baik Pak Devan "jawab ilham dengan senyum dipaksakan
Emang kalo bucin .orang jadi nggak waras batin ilham .
Ilham pun segela menelfon ke bagian Orto.tak butuh waktu lama akhirnya juli di periksa oleh dokter spesialis orto .
"Bagaimana dok?"tanya ilham
"Tangan pasien memang sedikit terkilir .saat ini saya sudah meresepkan obat .dan saya harap pasien untuk beberapa hari sebaiknya tidak beraktifitas berat terlwbih dahulu apalagi menggunakan tangan kanannya ."ujar dokter
"Baik dok"ujar juli
"Kalau begitu saya pamit dulu .permisi"
"Terima kasih dok "
Setelah kepergian dokter tersebut .suasana ruangan juli kembali Hening .
"Jul gua bawain sate taican.sama thai tea kesukaan loe Tad-" satria masuk kedalam ruang inap juli .tiba-tiba terhenti saat melihat Devan yang berdiri menatapnya .
Alya pun terkejut melihat sosok devan dan Ilham berada di ruangan juli .
Alya berjalan menghampiri Juli
"Kenapa ada pak Devan" bisik alya pada juli
Juli hanya memggelengkan kepalanya
Satria memasang wajah datar berjalan kearah juli
"Nih"ujar satria memberikan sebuah bungkusan
"Makasih "ujar juli
" Kalian itu yang di club waktu itu kan ?" ujar ilham
Semua terkejut menatap kearah ilham .ilham yang merasa mendapatkan tatapan tajam .
Ilham hanya memberikan senyum.
"Mending loe makan dulu .keburu dingin nanti "ujar satria
"Makasih "ujar juli
"Dok saya ?"tanya juli pada ilham
Ilham hanya mengangguk .akhirnya juli memakan Makanan yang di belikan Satria. Juli begitu bahagia melihat makanan favoritnya .Senyum mengwmbang di wajah juli .devan yang sedari tadi melihatnya pun ikut bahagia .ia bahagia melihat senyum juli.
"Vick ini punya loe"ujar alya
Loe taro aja di atas meja .
" bisa kita bicara "ujar vicky pada Devan.sambil pergi meninggalkan ruang inap juli.Devan pun mengikuti Vicky.
Juli yang melihatnya pun menjadi kwatir.
Sebenernya Apa yang mau vicky omongin sama pak Devan Batin juli
"Sat"panggil juli
"Apa? Udah mending loe makan aja"ujar satria
"Tapi"
"Udah jul mending kamu makan aja ."ujar ilham yang sudah duduk di sofa di samping satria dia juga ikut nimbrung makan sate taican yang ada di meja .
Alya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ilham
Nggak tau malu .kenapa jadi ikut makan?batin alya
"Loe beli dimana ni sate enak juga "tanya ilham pada satria
"Enak ya dok . Di sebrang rumah sakit dok "jawab satria
Alya kembali menggelengkan kepalanya .
Aneh batin alya
Alya menatap juli .dia tau juli saat ini sedah kwatir.dia mencoba menenangkan juli .
"Al"panggil juli
Satria yang menatap kearah juli.melihat tingkah juli terlihat wajah kwatir .satria berdiri dan menghampiri juli .
Dilain tempat di sebuah taman rumah sakit Vicky sedang berdiri di depan Devan dengan tatapan dingin .
"Loe ?apa tujuan loe ngelakuin ini semua?"tanya vicky
"Gua rasa loe tau apa maksud gua"
"Loe-"
"Gua harap loe nggak ada niat buruk sama juli.kalo sampe loe nyakitin dia .gua nggak segan-segan ngancurin hidup loe" ancam vicky
Devan hanya menampilkan smirknya .dia tidak merasa takut dengan ancaman vicky .
Vicky berjalan meninggalkan Devan .
"Gua suka sama juli"ujar Devan
Vicky menghentikan langkahnya
"Dan gua janji nggak bakal sakitin dia "ujar devan lagi
Vicky kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Devan .