
PLAKK...
suara tamparan terdengar, "LIAAA, APA YANG KAMU LAKUKAN HAH" teriak Sila marah tentunya, dengan kelakuan sepupu dari temannya itu.
"Sudah cukup Sila tidak apa-apa jangan di permasalahkan lagi ya, ayok kita ke kelas saja" ucap Juliana dengan nada memohon.
"Gak bisa Ana, dia gak bisa didiemin seenaknya aja main nampar orang" dengan nafas yang masih memburu Sila sangat geram dengan kelakuan Aprilia seakan tidak terjadi apa-apa Aprilia dan teman-temannya itu melengos pergi tanpa ucapan apapun.
Juliana tetap memohon pada Sila agar tak mempermasalahkan hal yang terjadi tadi.
"Kita ke UKS dulu, pipi mu sudah memerah itu" ucap Sila membelai pipi Juliana yang di tampar oleh Aprilia tadi.
"Aku tak apa Sila" Juliana menjawab dengan tersenyum.
Saat seperti ini pun Juliana tetap pasrah tak ada dendam ataupun marah, dirinya selalu bersikap dewasa terhadap sepupunya itu.
"Ke UKS sekarang atau aku akan per masalahin ini semua dan lapor ke dekan" ucap Sila dengan wajah cemberut di tambah khawatir melihat wajah putih itu sudah sangat memerah.
Ya tamparan yang di tunjukkan Aprilia sebenarnya untuk Sila tapi di hadang oleh Juliana, bukan Juliana tidak ingin menghindar hanya saja dirinya tahu kalau kekesalan Aprilia tidak terwujud maka sepupunya itu tetap akan mencari celah agar terwujud dan sama saja Aprilia akan berada dalam masalah jadi Juliana menghadang hal itu agar perkara perkataan Sila yang menyinggung Aprilia selesai meskipun dirinya yang menjadi korban.
Sila mengajak Juliana ke UKS, dalam perjalanan mereka berpapasan dengan Nicolas.
Nicolas melihat Juliana dan dia memandang pipi gadis itu agak lebam.
Nicolas mendekat dan bertanya "Ana, ada apa? mengapa wajahmu lebam seperti itu?". Ada rasa tak suka dari diri Nicolas melihat wajah gadis yang disukainya ini seperti itu.
"Tidak apa-apa kok" jawab Juliana tersenyum.
"Dia habis di tampar oleh Lia bang" jawab Sila yang masih menahan geram dari tadi.
Juliana menoleh ke arah temannya itu dan menggeleng kan kepalanya.
Juliana menunduk tak tau harus berkata apa agar tak ada masalah nantinya yang menyeret sepupunya itu.
Geram itu yang di rasakan oleh Nicolas, "mengapa Lia sampai menampar Ana" tanya pria tampan itu.
"Aku mohon jangan di bahas lagi ya aku benar tidak apa-apa" ucapan memohon dari Juliana dan itu membuat Nicolas tidak tega melihatnya.
"Kalau begitu ayok ke UKS kau harus di obati kalau tidak wajah mu akan bengkak nanti" ajak Nicolas dengan nada khawatir.
Juliana berkata "Baiklah", setelah itu mereka bertiga menuju ruang UKS.
Sampai di sana Juliana di duduk kan di brangkar Nicolas sibuk mencari salep.
Setelah dapat apa yang dia perlukan, pria tampan itu langsung mengoleskan nya ke wajah Juliana, awalnya Juliana menolak tapi Sila ikut berkata "Biarkan bang Nico membantu mengoleskan ke wajah mu Ana".
Akhirnya Juliana pasrah. Setelah selesai mengoleskan salep itu, mereka berdua (Juliana dan Sila) pamit undur diri dari hadapan Nicolas.
"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa Aprilia tega menampar Juliana, bukankah mereka berdua bersaudara" gumam Nicolas yang masih dilanda penasaran.
Jangan lupa untuk dukung karya receh Aya ini dengan cara like komen tambah favorit juga rate bintang lima bila berkenan gift atau vote terimakasih 😘.
...Salam hangat dari Aya ❤️...
...Nicolas...
...Yang sedang memandang kepergian Juliana...
📌 gambar by pinterest