IceCream

IceCream
9:>Bersih-bersih



"Woy! lu mau kemana?"


Zio berjalan menuju liza yang sudah berada digerbang sekolah, berniat ingin pulang


"Jangan kabur!"


Zio menarik tas liza, membuat liza mau tidak mau harus mengikuti zio


Untung gudang yang akan dibersihkan oleh liza dan zio berukuran tidak terlalu besar


Liza berjalan masuk lalu meletekkan tasnya disalah satu meja yang tedapat banyak debu


Tunggu! Sepertinya liza kenal dengan meja ini


Liza menyingkirkan tasnya lalu membeesihkan debu yang menumpuk itu


(Zio Gila!)


Itulah tulisan dari tipp-ex yang sangat besar berada ditengah meja


Oke, tidak salah lagi! sekarang liza ingat dengan meja ini. Ini mejanya saat masih kelas 10. Meja yang menjadi salah satu saksi bisu dimana liza selalu menyontek saat ulangan dan berakhir dengan kertas ulangan seluruh siswa dikelas dirobek


"Lo ngapain?!"


Zio mendekat dan melihat sebuah tulisan yang sangat besar


"Gue tau siapa pelaku yang nulis ini"


Zio menoleh kearah liza


"Eh, kalem, santai, kita bisa bicarakan baik-baik"


Liza melangkah mundur, menghindari zio yang berjalan mendekatinya


"Kalo lo melangkah lagi, gue pastiin kaki lo patah!"


Ucap liza yang masih melangkah mundur


Zio tidak mendengarkanya dan tetap berjalan maju


Aishh! Tubuh liza sudah menyentuh tembok, sekarang liza harus apa?! Liza tidak bisa pergi kesamping kanan atau kiri karena tangan zio sudah merangkapnya


Zio tersenyum licik


"Gudang, semua udah pulang, sepi, hanya ada gue sama zio!!! Papiiiii! tolooonggg!"


Batin liza


"Apa yang mau lo jelasin?"


Ucap zio


"Ha? emmm.. itu..."


Ucap liza, tidak tau apa yang harus dia jelaskan


"Kalo lo salah ngomong..."


Zio tidak melanjutkan perkataannya. Zio hanya melihat bibir liza sambil tersenyum licik


Oke! liza tau apa maksut zio


"Gue harus gimana???? kalo gue salah ngomong bibir gue bisa jadi korban!!!"


Batin liza


"Ituu... sebenernya...emmm...gimana ya...."


Liza memutar otak mencari solusi tapi sialnya jantung liza sedang main lompat tali, iya jantung liza sedang naik turun


KRIIIINGGGG!!!


Suara HP liza yang sangat nyaring membuat zio berbalik menjauh dari liza


"Selamat gue!"


Batin liza lalu segera mengambil HPnya dan melihat siapa yang menelephonenya


Alan


"Akhirnya abang gue terzeyeng berguna jugaa!"


Batin liza


"Assallamuallaikum abaangg!!"


Ucap liza


"Tumben lu salam, kesambet apaan?"


Ucap alan


"Gapapa"


"Serah lu dah! Cepetan pulang!! emak sama bapak lu mau pulang nohh!"


Ucap alan yang sedang panik karena liza belum pulang


"Gue masih dihukum nih, pulangnya entar jam lima"


"Lu ngapain nyet, bisa sampek dihukum gituuu?!! gue tunggu lo dirumah! inget! langsung pulang! kalo lo keluyuran, gue bakalan hapus nama lo dari kartu keluarga dan gue blender jantung zio!!"


Setelah mengatakan itu, alan langsung memutuskan sambungan telephonenya


"Cepet beresin! gue masih sayang jantung!"


Zio kembali mengusun bangku yang masih bisa dipakai


Liza membersihkan debu dimeja dan jendela setelah itu liza dan zio menyapu


Satu jam sudah berlalu, sekarang liza dan zio sedang berjalan menuju toilet guru


"Ini toilet dah bersih, ngapain dibersihin lagi?!"


Ucap liza saat sudah sampai ditoilet guru


"Bersihin aja!"


Zio mengambil sikat dan pembersih lantai


Liza hanya diam melihat zio yang sedang membersihkan lantai


"Jangan liatin gue mulu! cepet kuras bak airnya!"


Ucap zio


Hah~ tangan liza sangat pegal, nanti saja dikurasnya atau... tidak usah dikuras, biarkan saja


Sudah setengah jam tapi liza masih bermain air


"Ngapain lo?! Cepet kuras bak airnya!!"


Ucap zio yang sudah selesai membersihkan tiga lantai kamar mandi


Byurr!


Liza menyiram zio menggunakan satu gayung air penuh


Seragam zio bagian depan basah


Liza tidak puas karena sasaran liza wajah zio bukan seragamnya


Liza mengambil lagi satu gayung air penuh


Tepat mengenai muka zio


Zio menatap liza dengan tajam lalu pergi


"Aishh! Zio gak seruuu!"


Batin liza lalu kembali bermain air


BYURRRrrr!!


Tubuh liza dari atas sampai bawah basah karena diguyur air seember penuh oleh zio


Zio dan liza saling mengguyur air hingga mereka lupa hukumannya dan waktu


Sudah hampir jam lima sore


"Ayo balik!"


Zio berjalan keluar dan membuka tasnya, mengambil jaket


"Nih pakek!"


Zio memberikan jaketnya pada liza


Lebih baik jaket zio diberikan untuk liza saja karena kalau liza masuk angin, zio tidak tau bagaimana nasip jantungnya


"Buat?"


Tanya liza yang masih memegang gayung


"Daleman lo terang banget! sakit mata gue!"


Ucap zio


"Kalo mata lo sakit ngapain masih lo lihat?"


Liza mengambil jaket zio dengan kasar lalu memakainya


"Mending gue yang liat dari pada preman digang deket sekolah"


Liza dan zio berjalan keparkiran sekolah


"Liza! besok ganti warna rambut kamu!! waktu itu satu warna sekarang dua warna besok apa? tiga warna? kenapa gak sekalian aja semua warna pelangi kamu taruh dirambut kamu?!"


Ucap Bu lia yang ternyata belum pulang


"Bu lia kok masih disekolah? nungguin saya ya?"


Goda liza


"Dengkulmu! saya tuh tadi masih ada urusan! lagian kenapa pakaian kalian basah?"


Ucap Bu lia


"Atapnya bocor bu"


Ucap liza asal


"Kan gak hujan"


Ucap Bu lia meminta penjelasan


"Saya kan istimewa mangkanya didatangkan hujan kusus buat saya"


Ucap liza bangga


"Kamu tuh kebanyakan dosa mangkanya diguyur hujan biar cepet sadar!"


Ucap Bu lia lalu pergi dari parkiran


###


"Kenapa basah?!"


Alan yang sudah berada didepan rumah sambil membawa raket nyamuk


"Sekolah gue kehujanan"


Ucap liza asal


"Ya Allah!!! kenapa basah gini?!!"


Fani yang baru saja datang langsung membawa zio dan liza masuk


"Cepet mandi terus ganti baju"


Ucap fani


Liza pergi kekamarnya


"Ini zio ya? udah lama gak ketemu"


Tanya fani


"Iya tente"


"Kamu pake bajunya alan dulu aja"


Zio berjalan menuju kamar alan ditemani sang pemilik kamar


"Zio dah pulang ya ma?"


Liza baru selesai mengganti baju


"Dia masih mandi"


Ucap fani yang sedang menonton TV


"Kenapa gak disuruh pulang ajaaaa?!!"


Liza duduk disebelah fani


"Biarin! Eh kenapa rambut kamu gini?!"


Tanya fani


"Kata Bu lia, liza suruh ganti warna rambut, ya udah liza ganti jadi gini tapi Katanya masih salah"


Ucap liza


"Yaudah kalo gitu semua warna kamu taruh dirambut kamu, entar suruh Bu lia milih warna yang benar"


"Okee"


"Gimana bajunya? pas kan?"


Tanya fani saat zio sudah turun dari tangga


"Pas kok tante"


"Eh ada zio! gak usah pulang, nginep sini aja! kita main catur habis itu nonton bola! besok gak usah sekolah, bolos aja"


Ucap Papa liza yang baru datang dari dapur


"Bapaknya aja gini, pantesan anaknya kayak gitu!"


Batin zio


_____________________


KALO SUKA LIKE YA:)