IceCream

IceCream
20:|Ambil Tas



"Zio berhenti!!" Liza memukul kepala zio yang untungnya memakai helm


"Apaan sih?!" Zio memberhentikan motornya disamping warung makan


Liza turun dari motor lalu menghampiri seseorang yang sedang membeli bakso


Dilihat dari punggungnya saja liza sudah tau siapa dia


"Lo mau kemana?!" Zio menarik tangan liza saat liza akan mendekati orang itu


"Gue mau nyamperin temen gue!"


Zio memfokuskan matanya pada dua orang yang sedang mengantri membeli bakso


"Abi? temen lo?" Ucap zio


"Ha? Bukaaann! Itu sisca!" Liza meunjuk perempuan yang sedang mengantri


"Disebelahnya itu abi" Ucap zio


"Masa sih? Gak tau lah! Gelap!"


"Mata lo gak suci! Mangkanya burem!"


Liza dan zio menghampiri dua orang yang ternyata sedang perang mata


Sisca dan abi sedang mengantri membeli bakso yang letaknya memang tak jauh dari rumah mereka


"Apa lo liat-liat?!" Ucap sisca


"Lo juga ngapain lihatin gue?!" Abi mengalihkan pandangan matanya


"Cih!" Sisca memutar bola matanya


Seharusnya sisca membeli bakso ditempat lain saja, supaya tidak bertemu abi


Seharusnya abi tidak usah menuruti keinginan adiknya untuk membeli bakso


"Hai!" Liza menepuk pundak sisca


"Kok lo bisa disini?" Sisca menatap liza lalu menatap zio dengan heran


"Tumben lo sama zio" Ucap sisca


"Lo juga, tumben sama abi" Ucap liza


"Kebetulan aja" Sisca memalingkan wajahnya


"Lo mau kemana?" Tanya sisca


"Ambil tas" Ucap liza


"Sekalian ambilin tas gue ya"


"Lo ikut aja! Iya kan zio!" Liza menatap zio tajam


Zio menghembuskan nafas panjang


"Lo juga ikut" Zio menepuk bahu abi


"Ogah!" Ucap abi


"Lo harus ikut" Ucap zio


"Emangnya kenapa?" Tanya abi


"Gue cowok sendiri" Ucap zio


"WOY!" Seseorang menepuk pundak zio dan abi


"Eh, sejak kapan lo disini?" Tanya abi


"Sejak....tadi" Ucap reyhan


"Kenapa lo bisa disini?" Tanya abi


"Gue keceplosan bilang kayla gendut, terus gue disuruh temenin dia lari-lari" Ucap reyhan


"Malem-malem gini?"Tanya abi


"Iya"


"Reyhaaaaaan!!! Tungguuuuu!!!" Kayla berlari meneriaki reyhan dari jauh


"Tolong minum dong!" Kayla duduk berselonjor diaspal


Bapak penjual bakso memberi kayla segelas es teh


"Makasih pak" Kayla meminum es teh itu hingga habis lalu mengembalikan gelasnya


"Mana uangnya neng?" Tanya pak penjual


"Lah! Ini bukan gratis?" Tanya kayla


"Didunia ini gak ada yang geratis. Cari jodoh juga butuh uang" Ucap bapak itu


Hah! Kayla memberikan uang lima puluh ribu pada bapak itu


"Kembaliannya ambil aja! Buat cari jodoh" Ucap kayla


"Eh, lo sekalian ikut juga yuk!" Ucap liza


"Kemana?" Tanya kayla


"Ambil tas" Ucap liza


"Oke"


"Gue juga ikut deh" Ucap reyhan


"Berangkat sekarang yuk!" Ucap liza yang disetujui oleh lainnya


"Ehhh, ini baksonya gimana?" Tanya bapak itu


"Gak jadi!" Ucap sisca dan abi bersamaan


###


"Zio! Lo tau alamatnya gak sih?" Tanya liza. Sejak tadi mereka hanya muter-muter gak jelas


"Lo dapet alamat itu dari siapa?" Tanya reyhan


"Guru" Jawab zio


"Guru siapa??? Didunia ini banyak guru! Bukan cuma satu dua tiga!!" Ucap reyhan


"Bu Dina"


"Bu dina siapa??? ngajar dimanaa kalo ngomong—"


"Diem!" Liza menginjak kaki reyhan dengan sekali hentakan


"Awww! Salah apa sih gue?!"


"Nanya sama zio tuh gak gitu! Lihat nih gue!" Liza merangkul tangan zio


"Bu dina tuh siapa?"


"Guru smp"


"Kenapa kasih nomer hpnya.... Siapa namanya?"


"Antares" Ucap abi


"Kenapa kasih nomer hpnya arantes ke elo?" Tanya liza


"Antares sukimah!" Ucap reyhan


"Diem!" Liza menginjak kaki reyhan


"Ada yang salah ya sama omongan gue?" Batin reyhan


"Kenapa?" Tanya liza pada zio


"Gpp" Ucap zio cuek


Liza memeluk zio dengan erat


"Jawab yang jelas"


"Wali kelas" Zio ingin sekali mendorong liza tapi entah kenapa tangannya tidak bisa digerakkan


"Jawab yang lebih jelas atau... bibir imut gue nempel dipipi lo" Ucap liza


"Waktu smp gue pernah sekelas sama antares. Dia lama gak masuk. Gue ketua kelas. Gue dikasih alamat sama ciri-ciri rumahnya buat jenguk dia beneran sakit apa pura-pura sakit. Gue gak inget letaknya secara jelas tapi yang pasti gue tau ciri-ciri rumahnya sama nama jalannya" Ucap zio


"Oke!" Liza mendorong tubuh zio


"Habis dipake terus dibuang" Batin zio


"Kalo mau bikin zio ngomong banyak tuh gitu!!" Ucap liza sambil memukul kepala reyhan


"Ya masa gue harus cium zio dulu baru dapet penjelasan!" Ucap reyhan


PLAKkkk!


Zio memukul kepala reyhan


"Najis!"


###


"Rumahnya beneran ini?" Tanya liza


Rumah dengan halaman luas, terdapat satu pohon mangga, cat tembok berwarna abu-abu


"Coba masuk dulu aja deh!" Sisca berjalan mendahului lainnya


Tok tok tok


Sisca mengetuk pintu berwarna coklat itu


Tok tok tok!!!


Reyhan mengetuk pintu


"Ngetuk pintu tuh gak gitu! Sini gue ajarin!" Liza menggosok kedua tangannya, bersiap menggebrak pintu


Brak brak brak!!! Brak brak brak!!!


Liza memukul pintu sekuat tenaga


"WOII!! KELUAR LO!! BAYAR UTANG LOOO! ATAU GUE PUTER BALIK RUMAH LO!!" Ucap liza


Plakk!


Zio memukul kepala liza


"Yang punya rumah jadi kabur lah!" Ucap zio


"Yang bener tuh gini!" Ucap abi


"Assallamuallaikum!! Bisa tolong bukain pintunya gak? Saya ada keperluan dengan anda" Ucap abi


Mereka saling bertatapan.


Tak lama kemudian... lima cewek keluar


Mungkin cewek


"Ya ampyun! Ada cogan! Maaf ya lama" Ucap salah satu cewek(?) itu


"Astagfirullah!" Abi mundur satu lagkah


"Dia cewek?" Liza berbisik pada sisca dan kayla


"Kayaknya bukan" Ucap sisca


"Mereka pasti banci" Ucap kayla


Liza menatap zio yang sudah kaku ditempat


"Ini rumahnya antares" Tanya abi


"Bukan. Ini rumah kita" Ucap salah satu dari mereka


"Emmm, masuk dulu yuk! Tapi yang cowok aja. Yang cewek mending pulang" Ucap banci yang memakai rambut palsu berwarna pink


"Kita gak doyan cewek" Ucap banci yang memakai rambut palsu berwarna biru


"Ayo masuk" Banci berambut pink memegang tangan reyhan tapi reyhan langsung memukul banci itu hingga jatuh


"Apa sih, kok ribut-ribut?" Sepuluh banci keluar lalu menghampiri temannya yang pingsan didekat pintu


"Kalian harus tanggung jawab!" Ucap salah satu banci


"Kita lawan gak nih" Reyhan berbisik pada abi


"Kita kalah jumplah" Ucap abi


"Gini aja deh—" Ucapan Reyhan terputus


"LARIII!!!!" Liza, sisca dan kayla berlari bersamaan


Abi menatap reyhan lalu ikut berlari bersama liza dan lainnya


Reyhan juga ikut berlari menyusul abi tapi reyhan kembali lagi, menyeret zio yang masih kaku


"Woyy abiiii!!! Temen lo mati berdiri kaku nih!!!" Reyhan meneriaki abi yang masih belum jauh


Abi kembali lalu abi dan reyhan menarik zio bersama


###


"Tolong! Kaki gue mati rasa!" Ucap kayla


PLAKkk!


Reyhan memukul kaki kayla


"Aww! Sakit tau!" Ucap kayla


"Gak mati rasa kan?" Ucap reyhan


Liza mengamati dua ibu-ibu yang sedang merumpi dibawah pohon mangga yang sangat besar


Liza menarik tangan zio lalu pergi menghampiri ibu-ibu itu


"Maaf, kita mau tanya. Tau rumahnya taranes gak?" Tanya liza


"Taranes?" Kedua ibu-ibu itu saling menatap


"Antares!" Zio memukul kepala liza pelan


"Eh iya arantes!" Ucap liza


Zio menggelengkan kepalanya. Begitu parahkan pikunnya liza?


"Oooh, rumahnya antares disana" Salah satu ibu-ibu itu menunjuk rumah didepan mereka


Liza dan zio menatap rumah didepan mereka. Disana terdapat antares yang sedang melambaikan tangannya kearah zio dan liza


Liza dan zio saling menatap


"Kita udah muter sampai dikejar banci eh gataunya ternyata rumahnya diujung deket nama jalan yang depan" Ucap liza


Liza dan lainnya berjalan menuju rumah antares


Dihalaman rumah antars terdapat lima cowok yang duduk dikursi yang melingkar


"Mana tas gue?!" Liza mengulurkan tangannya


"Ada didalem" Ucap antares


"Ya bawa sini lah!" Ucap liza


"Gimana kalo kita barter?" Ucap antares


"Itukan tas gue ngapain barter?!"


"Yaudah kalo gak mau"


"Hah~ yaudah! Barter apaan?!" Ucap liza pasrah


"Nomer hp lo"


"Hah~ apa dia gak bisa beli nomer hp sendiri?" Batin liza


Liza mengambil hp dari saku sweater kuningnya lalu melepas sim cardnya


"Nih!" Liza menyodorkan sim cardnya pada antares


"Maksut gue tuh bukan gitu!!!" Antares berdiri. Mengambil sim card dan hp liza dengan paksa. Antars memasukkan kembali sim card liza lalu antares mengambil hpnya dan mencatat nomer hp liza


"Sekarang mana tas gue?!" Ucap liza setelah menerima kembali hpnya


"Ambilin tas mereka!" Suruh antares pada leo


Tak lama kemudian leo membawa sebuah kardus yang berisi tiga tas


"Eh tapi sory ya. Tas yang warnanya biru ini udah gue kuras abis isinya" Ucap leo


Kayla membelakkan matanya lalu membuka kardus yang masih ditangan leo. Kayla membuka tasnya dan mendapati bahwa tasnya sudah kosong


Kayla menatap leo tajam


"Ganti rugi!"


"Ogah" Ucap leo cuek


"Sisca! Keju titipan lo dimakan sama dia" kayla menunjuk leo tepat didepan mata leo


Sisca berjalan cepat lalu memeriksa tas kayla


"Liza! Chokolate titipan lo juga dimakan sama dia"


"Apa?!" Liza refleks memukul bahu zio


"Leo yang salah, gue yang kena" Batin zio


Liza berjalan cepat menuju kardus ditangan leo. Liza mengobrak-abrik kardus itu


BRAKkk!


Liza membanting kardus itu. Menatap tajam leo yang sudah mengeluarkan keringat dingin


Liza mendekat ke-leo yang semakin berjalan mundur


Liza mencengkram leher leo supaya leo tidak berjalan mundur lagi


Leo kesusahan menelan ludahnya


"Ganti chokolate gue atau...." Liza tersenyum iblis


"Atau kepala lo lepas"


"Gu gue ganti!" Ucap leo dengan susah. Leher leo terasa sangat sakit. leo kesusahan bernafas


Zio mendekat keliza lalu menarik tangan liza


"Kalo dia mati, dia gak bakalan bisa ganti chokolate lo" Zio menarik liza keluar dari rumah antares


"Ambil tasnya" Zio menyuruh reyhan mengambil tas liza


Liza menarik tangan zio supaya langkah zio terhenti. Liza menghadap belakang. Menatap leo yang masih kaku


"Besok jam empat gue tunggu didepan SMA Nusa Bangsa" Ucap liza lalu berjalan mendahului zio


__________________


KALO SUKA LIKE:)